Jumat, 01 Februari 2013

KHOTBAH DIATAS DI BUKIT 3

MATIUS 5:17-48
 SETANDAR HIDUP
"Yesus datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat namun menggenapinya",artinya Yesus memang ada hubunganya dengan Hukum Taurat tersebut, dengan kata lain disini menegaskan bahwa yesus adalah Mesias yang dijanjikanNya dalam Kitab Taurat Musa itu. Disini ayat 18 menegaskan " sesungguhnya sebelum lenyap langit dan bumi satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari Hukum Taurat sebelum semua terjadi". Bagaimana korelasinya antara peniadaan Hukum Taurat dengan Kerajaan Surga?", mengapa Yesus mengatakan: "kedatangan-Nya untuk menggenapinya bukan meniadakanya" karens manusia yang telah jatuh ke dalam dosa dan telah kehilangan kemulyaan Allah tidak akan mampu melakukanya.Maka disini siapa yang dijadikan setandart dalam kehidupan khususnya untuk menjelaskan hal diatas, adalah hidup keagamaan orang Farisi, siapaka orang Farisi? Farisi adalah suatu golongan dari para Rabi dan ahli Taurat yang sangat berpengaruh mereka berpegang pada Taurat Musa dan adat istiadat nenek moyang (Matius 15:2) seluruh Hukum dan peraturan mereka taati secara mutlak. Sedangkan yang berani meniadakan satu iota atau satu titik dari hukum tersebut menduduki tempat yang paling rendah dalam Kerajaan Surga (ayat 9), bicara masalah setatus sosial. Kerajaan Surga disini apakah berbicara masalah eskatologis apakah kerajaan Surga disini berbicara masalah setruktur kerajaan yang seperti yang sering kita lihat diberbagai media cetak maupun elektronik. Tempat yang rendah dalam Kerajaan Surga yang dimaksud disini adalah eksistensi seseorang atau kelompok dalam masyarakat, mampukah seseorang itu bersosialisasi ditengah-tengah orang banyak bagaimana penilaian mereka terhadap kita. Pada saat ini yang mempunyai status sosial tinggi dalam kehidupan masyarakat adalah orang yang mempunyai jabatan yang tinggi dan mempunyai harta yang cukup banyak, mereka akan cukup di hormati. Contoh dalam pemilihan apapun di semua level, mulai dari yang terbawah pemilihan Rt/Rw, banyak orang akan memilih yang berduwit, sekalipun belum punya kapasitas. Dalam forum-forum di Desa ketika orang kaya mengeluarkan pendapatnya sekalipun salah mereka tidak berani menentangnya. demikian pula masyarakatYahudi, apa bila golongan farisi dan ahli Taurat yang berpendapat tidak ada satupun orang yang berani menentangnya karena mereka sangat dihormati. "Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah Hukum Taurat ia akan menduduki tempat yang tinggi dalam Kerajaan Surga", seperti apa yang dikatakan Yosua pada ayat 8 " janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini dan renungkanlah itu siang dan malam supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya sebab dengan demikian perjalanmu akan berhasil dan engkau akan beruntung". Keberhasilan Yosua menggantikan peran Musa memimpin Bangsa Israel keluar dari tanah mesir karena ia tidak lupa memperkatakan Taurat, merenungkan siang dan malam. "supaya engkau bertindak hati-hati", bertindak hati-hati ada kaitanya dengan kesabaran dan penguasaan diri atau mengontrol hidup kita. Dengan ketegasan dan bertindak hati-hati yang membawa keberhasilan dan keberuntungan Yosua memimpin Israel. Contoh kongkrit dari langkah Yosua adalah: sebelum menyerang kota Yeriko ia melepas dan mengutus pengintai, yang berkaitan dengan keberuntungan yang datang dari Allah, bagaimana dua orang pengintai itu sampai kepada perempuan sundal yang bernama Rahab. Untuk menolong umatNya Ia dapat memakai siapapun termasuk orang-orang yang dianggap sampah masyarakat (negatif dalam pemandangan masyarakat). Rahab Sudah tau siapakah Allah Bangsa Israel yang adalah pecipta langit dan bumi serta dunia seisinya sebelum para pengintai datang ke rumahnya, dan kekalahan bangsa amori dan bangsa yang disebrang sungai Yordan yang menjatuhkan mental penduduk Kota Yeriko . Karena Peran-serta Rahab yang telah menyelamatkan dua orang pengintai yang diutus Yosua dan mereka menceritan pengalaman di Yeriko tanpa ditambah dan dikuranginya. Itulah keberuntungan dan keberhasilan seseorang yang memperkatakan dan merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam, dampak dari memperkatakan dan merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam itu juga bisa dirasakan oleh Rahab dan keluarganya ketika Kota Yeriko dapat dikalahkan dan rumahnya yang telah diberikan tanda oleh dua pengintai tidak ikut dimusnakan. Penghargaan atas jasa-jasa Rahab terhadap ia ikut masuk dalam silsilah perempuan yang tercatat dalam silsilah Yesus dalam kitab Maius, inilah yang dikatakan Yesua berkenaan dengan hal itu"Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Hukum Taurat ia akan mendapat tempat yang paling tinggi dalam Kerajaan Surga". Tempat yang paling tinggi dalam Kerajaan Surga disini salah satunya keberuntungan, keberhasilan seperti Yosua yang berhasil membawa keluar Bangsa Israel dari Mesir menuju Kanaan tempat yang dijanjikan-Nya yang melimpah susu dan madunya. Berbeda lagi dengan pengalaman Daud dalam Mazmur 1:1-3, ada hal yang dapat membuat berbahagia: 1. Yang tidak berjalan menurut nasehat sipasik 2. Tidak berdiri di jalan orang yang berdosa 3. Yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh Yang lebih penting dari itu adalah: kesukaanya Taurat Tuhan dan yang merenungkanya baik siang maupun malam, ia juga menggambarkan orang-orang yang kesukaanya merenungkan Taurat Tuhan itu dengan:Pohon yang ditanam ditepi aliran air yang menghasilkan buah pada musimnya dan tidak layu daunya dan apa yang diperbuatnya berhasil. Kedudukan yang paling tinggi dalam Kerajaan Allah itu apa bila kita hidup menurut tiga hal diatas, lebih penting adalah kesukaan Taurat Tuhan dan yang direnungkan baik siang maupun malam, Daud juga menggambarkan, kepada orang-orang yang sukanya merenungkan Taurat Tuhan dengan pohon yang ditanam ditepian air yang berbuah pada musimnya dan tidak layu daunya apa yang diperbuatnya berhasil. Kedudukan yang paling tinggi dalam Kerejaan Surga itu apa bila kita kita bisa hidup menurut nasehat sipasik tetapi menurut Taurat Tuhan, tidak berdiri dijalan orang yang berdosa artinya tidak melakukan pelanggaran dan dosa seperti yang dilakukan orang lain. Kalau ada orang yang mencemooh orang lain kita tidak ikut serta, apalagi kalau lingkungan kita tdak ada kepasikan,dosa dan tidak ada saling mencemooh tetapi satu dengan yang lain. Daud juga menggambarkan keindahan dan kebaikan hidup apa-bila kita bisa rukun bersama, ia gambarkan kerukunan itu seperti minyak dikepala harun yang dijanggut dan jubahnya turun, Harun adalah seorang imam yang tugasnya mengurapi, urapan itu dengan memakai minyak zaitun yang mahal. Dan pengurapan itu berarti berkat atau pertanda kebaikan, keberuntungan dan keberhasilan, Persaudaraan yang rukun menjadikan Allah mengarahkan berkatNya untuk selama-lamanya itulah Kerajaan Surga yang dimaksud Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ayat 21 Yesus ingin bahwa padangan dan argumentasi mereka tentang Hukum Taurat tidak utuh, misalnya:"jangan membunuh, siapa yang membunuh harus dihukum", namun mengapa Yesus berkata:'setiap orang yang marah kepada saudaranya harus di hukum setiap orang yang berkata kepada saudaranya kafir harus dihadapkan kepada mahkamah agama dan dan siapa yang berkata jahil harus dimasukan ke dalam api neraka yang menyala-nyala". Orang-orang Varisi dan ahli Taurat yang lain dalam memahami memahami hukum tidak utuh namun segala sesuatu dipahami dan dilaksanakan sangat leterleg, pada hal mereka sendiri golongan sangat munafik karena beribadah supaya mereka dilihat orang dan mendapat penilaian dari masyarakat seorang yang rohani, mereka beribadah dipasar-pasar, tikungan-tikungan jalan. Seorang pembunuh oleh Yesus disejajarkan dengan orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum, dalam realita banyak praktek pembunuhan diawali dari kemarahan dan emosional. Contoh kongkrit: Kain tatkala membunuh adiknya Habil dalam Kejadian 4:1-16 khususnya pada ayat 5 "Tetapi kain dan persembahanya tidak di indahkan-Nya lalu hati kain menjadi panas dan mukanya muram", lalu sebaliknya persembahan Habil di indahkan oleh Tuhan, yang membuat hati panas dan muka muram Kain adalah iri hati. Yesus melihat pembunuhan itu bukan ketika eksekusi dilaksanakan namun perencanaan dan proses terjadinya pembunuhan, karena dalam pembunuhan adanya dalangnya, maka Dia juga mengatakan, ketika kita berpikir untuk melakukan pembunuhan itu sudah terjadi dosa, dan banyak sekali contoh yang tercata dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, bahkan Yesus sendiri mengalami hal yang demikian pada akhir masa hidupnya dimulai dari proses jual beli antara Yudas Iskhariot dengan petinggi agama Yahudi. "SIAPA YANG BERKATA KEPADA SAUDARANYA KAFIR HARUS DIHADAPKAN KEPADA MAHKAMAH AGAMA" Kata kafir itu ada kaitanya dengan orang yang percaya dengan orang yang tidak percaya kepada Tuhan, sedangkan yang digunakan untuk mengadili adalah Hukum Taurat itulah mengapa yang berkata kafir harus dibawa ke sana karena kelembagaan yang mengatur dan menentukan seseorang itu tergolong kafir atau bukan adalah Mahkamah agama. Sedangkan Jahil adalah tindakan yang sangat merugikan orang lain sekalipun nilai keugianya kebanyakan hanya tergolong kecil, namun anehnya" yang berkata jahil harus dimasukan ke dalam neraka yang menyala-nyala",jahil memang mempunyai motif yang bermacam-macam dan korban kejahilan itu bisa berupa cacat fisik baik berat maupun ringan, jahil juga bisa menimbulkan trauma dan beban psikologis namun juga korbanya bisa harta benda. Oleh karena itu Yesus berkata siapa yang berkata jahil harus dimasukan ke dalam api yang menyala-nyala. Oleh Yesus jahil mendapat mendapat perhatian khusus karena dampak dari itu sangat berfariasi, karena jahil mempunyai potensi merugikan yang sangat besar baik pada manusia maupun alam sekitar kita, sehingga hukumanyanya juga tegas dimasukan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Berbeda dengan jenis kesalahan sebelumnya baik itu marah kepada saudaranya, marah kepada saudaranya apa bila berujung pada kematian maka hukum sosial masyarakat yang akan mengadili selanjutnya baru proses hukum negara. Begitu juga dengan dengan kata kafir hanya dibawa ke mahkamah agama, sedangkan jahil langsung dibawa ke dalam pengadilan Allah (neraka yang menyala-nyala). Kata jahil itu untuk hukum sosial dan hukum negara juga sangat sulit karena belum ada di KUHP pasal berapa ayat berapa tidak ada. Tetapi hukum Allah sangat jelas barang siapa yang bersalah harus dihukum, kalau tindakan manusia itu dalam pemandangan Nya salah pasti mendapat hukuman, begitu juga sebaliknya sekalipun dianggap salah oleh manusia itu namun dalam padangan Dia itu benar ya lolos dari hukuman. Hukum Allah tidak ada disriminasi karena tidak ada dosa besar tidak ada dosa kecil, "dosa adalah dosa" (Roma 6:13, "Sebab upah dosa ialah maut tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalakm Yesus Kristus Tuhan kita" (Roma 6:23). Disini jelas ada perbedaan yang tajam, eksistensi dosa ialah maut dan tidak ada tawar menawar dengan apapun dan siapapun di dunia ini, emas permata, kemewahan derajat pangkat tidak bisa untuk jadi alat barter untuk menukar dosa, yang bisa untuk dijadikan alat untuk menukar dosa hanya pengorbanan Kristus di kayu salib dan kematian-Nya, serta kebangkitan-Nya pada hari yang ke tiga dari antara orang mati. Yohanes 3:16" Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal. untuk itu mengapa disini Yesus datang untuk menggenapi hukum Taurat. Tidak ada manusia di muka bumi ini yang mampu melakukan Taurat dengan sempurna.
 PERSEMBAHAN YANG HIDUP DAN YANG BERKENAN KEPADANYA
 Sebagai orang percaya kita sering kliru memaknai persembahan kepada Allah, sebab persembahan sering dimaknai dengan harta benda (uang). Kita juga sering berpikir kalau memberi persembahan yang banyak itu menjadi manusia yang berkenan kepadaNya dan menjadi manusia yang rohani serta saleh. Namun para pengikut Dia kurang menyadari bahwa persembahan kepadaNya itu berasal dari kelebihan harta benda yang kita punya, tetapi bagaimana jikalau kita tidak punya harta melimpah dengan kata lain kita adalah orang yang tergolong miskin. Contoh: janda miskin yang memberikan persembahanya dengan uang terakhir ia punya, karena setelah mempersembahkanya kepada Tuhan sudah tidak punya apa-apa lagi khususnya untuk makan. Janda miskin memberikan persembahan berangkat dari kekuranganya, barang tersebut adalah barang satu-satunya yang dia punyai saat itu. Keiklasan hati yang menjadi dasar janda miskin itu yang sangat dihargai oleh Tuhan, Ia berkenan menerima persembahan umatNya bukan diukur dari jumlahnya namun kerinduan untuk mempersembahkan sesuatu kepada Allah dengan tidak mempertimbangkan apa yang akan terjadi setelah ini,memberikan persembahan dengan kesadaran iman. Motifasi dalam memberikan persembahan menjadi kunci berkenan atau tidaknya persembahan itu dihadapan Allah, sebab dalam perikup tersebut orang-orang Farisi dan orang Saduki sering mereka memberikan persembahan supaya dilihat oleh orang banyak dan mengatakan bahwa mereka adalah orang yang rohani dan orang banyak menghormatinya. Bagaimana supaya persembahan yang kita berikan kepada Allah adalah persembahan yang benar dan berkenan kepadaNya? Menurut Rasul paulus persembahan yang benar adalah mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup dan kudus, mengapa harus mempersembahkan tubuh kita, karena tubuh kita adalah bait Allah untuk itu sudah menjadi tugas dan kewajiban kita untuk memberikan yang terbaik bagiNya dan menjaganya supaya tetap kudus dan berkenan kepadaNya. cara menjaga supaya tubuh kita tetap kudus dan berkenan adalah!"jangan serupa dengan dunia, tetapi berubahlah dengan pembaharuan budimu", kata berubahlah adalah kata kunci dari ayat ini bahkan bahkan dari perikehidupan umat pilihan Allah. "Jangan serupa dengan dunia ini", karena dunia telah dikuasai oleh dosa sedangkan orang yang telah menerima Kristus sebagai juru selamat adalah orang yang telah menerima kasih karunia Allah dan sudah masuk dalam pembaharuan budi. Belajar mengerti dan membedakan mana yang baik dan mana yang berkenan kepada Bapa dan tahu mana yang tidak baik dibawah kuasa kegelapan dan menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan. Menjaga hubungan yang baik itu dengan "tetap berdoa, mengucapsyukurlah dalam segala hal dan bersuka-cita senantiasa", dalam mempersembahkan kepada Dia ukuranya adalah iman bukan emas permata kemewahan. Maka paulus juga mengatakan lagi"Karena itu sudara-sudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah itu adalah ibadahmu yang sejati". Kalau dalam memberikan persembahkan itu benar maka dalam beribadah juga akan benar dan pasti akan berkenan kepadaNya, tetapi sebaliknya apa bila kita tidak benar dalam beribadah dan dalam memberikan persembahan kepada Tuhan pasti hubungan kita dengan Tuhan juga tidak benar. Apa yang membuat hubungan kita tidak baik dengan Tuhan: "Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu adalah kejahatanmu dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu". Maka dalam hidup kita sebagai orang percaya harus memiliki iman-pengharapan-kasih namun yang paling besar dari antara keduanya ialah kasih.
 EKSISTENSI HUKUM (AYAT 25-26)
  Negara Indonesia adalah Negara hukum seharusnya tidak ada seorangpun yang kebal terhadap hukum, namun dalam realitanya hukum terbingkai dalam gerakan politik kekuasaan dalam hal ini Yesus mau mengetengahkan bahwa hukum Tuhan saja dapat dipolitisir demi keuntungan pribadi dan golongan apa lagi hukum negara dan hukum sosial yang hanya dibuat oleh manusia. Pada saat ini produk hukum dibuat untuk menguntungkan yang membuatnya, mana mungkin mereka membuat jebakan untuk dirinya sendiri, untuk saat ini memang banyak sekali produk hukum yang dibuat untuk melanggengkan kekuasaan dan untuk melegalkan yang ilegal. Tuhan Yesus mengatakan kuncinya"berdamailah dengan lawanmu", yang disebut damai itu tidak ada permusuhan sama sekali baik pribadi dengan pribadi atau pribadi dengan golongan maupun permusuhan antar golongan, suku bangsa dan agama. Sebagai pengikut Kristus yang harus dilakukan ialah:menerapkan kasih yang telah Kristus telah ajarkan pada kita seperti yang tertuang dalam hukum kasih. "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", dalam mengasihi sesama jangan membeda-mbedakan suku bangsa dan agama, olehNya kita kita dituntut lebih dari pada itu yatu dengan mengasihi sekalipun itu musuh. Kalau kita hidup dalam dan dengan kasih maka orang lain tidak akan punya alasan untuk memusuhi dan membawa segala sesuatu ke ranah hukum karena kita tidak pernah bersentuhan dengan tindakan yang dianggap melawa hukum, sekalipun kita mungkin difitnah kita akan tetap mengampuni orang telah memusuhi kita tersebut. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan namun kita harus membalas kejahatan dengan kasih niscaya orang yang memusuhi kita akan berbalik mengasihi kita. Namun kasih itu tegas dan lugas dengan tidak membiarkan kejahatan dan ketidak adilan ada dan bertumbuh subur di sekitar kita, seperti Yesus tatkala membubar aktifitas transaksi yang ada di dalam bait Allah. Hukum itu harus menjadi alat untuk membrantas ketidak adilan dan menjadikan kebenaran itu menjadi pemenang itulah hukum yang sejati, namun apa bila hukum masih diperjual-belikan atau menjadi alat kekuasaan maka akan menjatuhkan eksistensi hukum itu, ini menjadi pengertian buat kita bahwa semua itu akan berlalu namun hukum Allah (firman ) itu tetap kekal untuk selama-lamanya. MELIHAT HATI (27-30) Golongan Farisi, Saduki dan Ahli Taurat sering menafsirkan hukum Taurat dari yang bisa dilihat oleh mata telanjang saja makanya tidak bisa melihat sesuatu yang suptantip dan hakiki. Namun berbanding terbalik dengan Yesus, Ia sangat memandang sesuatu seatu dari dasar hati yang paling dalam. Para Ahli Taurat menentukan seseorang itu melanggar atau tidak hukum Allah hanya dari aktifitas yang dilakukan oleh jasmaniah saja, karena yang mendasari daging melakukan tindakan melawan hukum Taurat itu hati dan pikiran yang telah dikuasai iblis. Dengan hati dan pikiran seseorang bisa merencakan dan mengatur kejahatan, maka didalam menyelesaikan permasalahan yang timbul dari pristiwa itu juga tidak sampai pada akar masalah sehingga tidak bisa diselesaikan dengan tuntas. Yang menyebakan semua itu bisa terjadi karena sebagai penjaga hukum Taurat mereka bermasalah karena dia sebagai hakim yang mengadili juga ikut melanggar hukum, sekarang apa bila mereka sudah melanggar hukum itu siapa yang akan menjadi hakimnya. Orang Farisi dan yang lainya pekerjaanya suka menghakimi dan menaruh kuk (beban) dalam diri rakyat Israel yang sangat memberatkan, namun sangat berbeda dengan yang dilakuka oleh Yesus, Dia sebagai seorang manusia yang sejati juga sangat humanis yaitu memanusiakan sesamanya tanpa memandang setatus sosialnya-tanpa melihat agamanya- suku bangsa dan bahasanya. Namun disisi lain sebagai Allah Ia juga penuh kasih dan sangat tegas terhadap para Ahli Taurat yang menggunakan Kitab Taurat sebagai prisai untuk kepentingan pribadi dan golongan dan melanggengkan krkuasaan atas pemerintah Israel. Pendekatan kepada manusia yang penuh kasih yang selalu mendapat perhatian oleh masyarakat sehingga dimanapun keberadaan-Nya Ia selalu dikerumuni banyak orang dan menunjukan keilahian-Nya dengan menyembuhkan banyak orang, mencelikan orang buta, orang lumpuh bisa berdiri dan orang yang mati dibangkitkan dan pristiwa-prista sepektakuler yang lain yang diperbuatNya. BENCANA SOSIAL MASUK GEREJA (EKSISTENSI LEMBAGA PERKAWINAN) Oleh Tuhan hubungan lawan jenis dilrmbagakan dalam sebuah pernikahan kudus yang diberkati oleh Allah melalui para pendeta dan hamba-hamba Tuhan yang direkomendasi oleh Gereja dengan mendasarkan pada Firman Tuhan. Tetapi apakah peraturan yang telah dibuat itu mampu dilakukan oleh manusia pada umumnya dan anak -anak Tuhan pada khususnya. Dalam dinamikanya Firman Tuhan terus menerus dilanggar oleh manusia. Iblis dalam menggoda manusia juga mengikuti perkembangan zaman, melalui media cetak, media elektronik dan media yang lain, dengan kata lain sang penguasa kegelapan itu berada dalam dimensi apapun untuk menggoda dan menjatuhkanya dalam dunia perjinahan, terlebih pada saat ini banyak sekali tempat-tempat yang menawarkan sesuatu yang membuat manusia bisa hanyut dan jatuh ke dalam dosa baik yang legal maupun ilegal yang terdapat di sekitar kita, kalau tidak waspada bisa terprosok ke dalamnya. Saat ini banyak pergaulan bebas yang sangat memprihatinkan yang sudah masuk dalam dunia para pelajar yang notabene masih dibawah umur, glabalisasi adalah pendorong yang terkuat terjadinya amoral yang dilakukan para remaja. Melalui internet dan alat komunikasi yang detik-demi terus berkembang sesuai tuntutan zaman. Untuk itu Gereja harus mampu melakukan pendampingan terhadap kegalauan yang yang dihadapi umat Tuhan, karena konseling pastoral dan bimbingan pastoral mutlak diperlukan untuk meminimalisir dan mengkonter bencana sosial pergaulan bebas melanda para pengikut Kristus. Antisipasi yang disiapkan oleh Gereja untuk menghindari bencana sosial tersebut adalah 1. Gereja harus memberikan pendampingan dan pengajaran kepada jemaat berkaitan dengan hal tersebut 2. Dalam persekutuan-persekutuan Gereja harus diberikan materi-materi yang ada kaitanya dengan kebutuhan hidup jemaat, yang disampaikan kepada jemaat jangan hanya yang ada kaitanya dengan kerohanian saja. 3. Gereja harus ikut terlibat aktif dalam pengawan dan monitoring dalam pergaulan anak-anak Allah. 4. Perbanyak interaksi dengan sesama umat Tuhan yang dikemas dalam program kegiatan bersama. 5. Gereja harus inofatif, dan pareatif dalam membuat program kerja Gereja. Sejak zaman manusia pertama Adam dan Hawa perkawinan sudah dilembagakan oleh Allah karena iblis tidak tinggal diam dengan mengganggu manusia dengan yang namanya perjinahan. Karena dikuduskan oleh Dia tradisi Gereja, perkawinan kudus itu sebagai sakramen karena pristiwa itu sangat sakral. Kalau di dalam Gereja Roma Katolik, sakramen itu ada sembilan salah satunya perkawinan sedangkan di dalam Gereja-Gereja Kristen hanya ada dua sakramen yaitu Perjamuan Kudus dan Babtis Kudus, oleh karena itu yang menjadi dasar dari sebuah pernikahan kudus adalah kasih Kristus sehingga pernikahan itu tidak bisa dipisahkan oleh siapapun kekuatan apapun selain oleh kematian. Maka perempuan itu diciptakan oleh Allah dari tulang rusuk Adam sehingga itu menjadi penanda bahwa penyatuan keduanya melalu lembaga perkawinan, bahkan Ia juga berkata, kehadiran perempuan itu sebagai teman yang sepadan, selanjutnya supaya mereka"beranak cucu dan bertambah banyak,penuhilah bumi, taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung diudara dan segala binatang yang merayap di bumi". Tujuan Allah dengan lembaga perkawinan: 1. Beranak cucu dan bertambah banyak 2. penuhilah bumi 3. berkuasa Mengapa perkawinan harus dilembagakan, supaya kehidupan manusia lebih tersetruktur dan tertata dengan baik, ketika manusia sudah beranak cucu lalu mengetahui mana yang baik dan mana yang jahat, mana yang memenui unsur pelanggaran dan mana yang tidak memenuhi unsur pelanggaran dan mana yang tidak memenuhi unsur pelanggaran. Apa lagi ketika manusia sudah jatuh ke dalam dosa, batasan-batasan norma-norma itu sudah hilang, mekanisme dan kesepakatan itu sudah tidak ada lagi karena semua telah diatur penguasa kegelapan.Apakah Allah tinggal diam, Dia tetap peduli pada manusia, dengan cara mengutus para nabinya, namun manusia tidak sanggup menjalankan hukum taurat dengan sempurna, makanya Tuhan Yesus mengatakan"Aku datang untuk menggenapinya" KONSISTENSI (PASAL 33-37) Ada ungkapan yang "mengatakan mulutmu adalah harimaumu",inil adalah ungkapan yang menuntut satu pikiran,satu perkataan dan satu perbuatan,sering kali orang mencari pembenaran dari ketidak konsistenanya dengan latah mengatakan kata "sumpah demi Tuhan dan demi, demi yang lain. Itu semua dilakukan supaya orang tidak menuntut terus atas apa yang telah ia katakan sebelumnya dan sumpah menjadi kalimat untuk mengalihkan pembicaraan dengan tema yang lain. Makanya Yesus melarang yang namanya sumpah karena hidup manusia itu konsisten dengan ketidak konsistenya, manusia itu acap kali mempertahankan prinsipnya yang salah. Dia melihat kehidupan ahli Taurat(kehidupan golongan Farisi dan golongan Saduki), mereka sering latah mengucapkan kata sumpah, pristiwa itu juga sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari hari atau sering kita alami sendiri, supaya orang mempercaya apa yang kita ucapkan sumpah menjadi senjata terakir untuk meyakinkan orang lain atas apa yang kita ucapkan atau dengan menangis dalam meyakin seseorang pada hal air mata yang kita lakukan adalah air mata buaya, makanya Ia juga mengatakan "ya katakan ya tidak katakan tidak, apa yang lebih dari itu berasal dari si jahat. Sebagai pengikut Kristus jangan kita latah dengan kata sumpah atau perkatan munafik yang lain itu tidak baik dan tidak berkenan kepadaNya, iblis juga pekerja dalam setiap perkatan yang berasal dari keinginan daging dan keinginan daging sudah jelas yaitu: 1. Percabulan 2. kecemaran 3. Hawanapsu 4. Penyembahan berhala 5. Sihir 6. perseteruan 7. Perselisihan 8. iri hati 9. Amarah 10. Kepentingan diri sendiri 11. Percideraan 12. Roh pemecah 13. Kedengkian 14. Kemabukan 15. Pesta pora Dengan alasan diatas Rasul paulus menetralisir dengan buah-buah Roh: 1. Kasih 2. Sukacita 3. Damai sejahtera 4. Kesabaran 5. Kemurahan 6. Kebaikan 7. Kesetiaan 8. Kelemahlembutan 9. Penguasaan diri Apa bila hidup kita dipimpin oleh Roh Allah ternyata kita mampu menjaga konsistensi pikiran, perkataan dan perbuatan, kata sumpah palsu yang dikatakan Yesus dalam Matius 5:33 ini hampir sama dengan saksi dusta dalam salah satu isi sepuluh hukum Tuhan makanya Ia tahu bahwa ahli-ahli Taurat sering melakukan sumpah palsu maupun melakukan saksi dusta untuk melakukan pembenaran.Hal diatas telah dilakukan turun-temurun hingga saat ini, apa bila kita mencermati dalam setiap pengangkatan jababatan di suatu istitusi baik negeri maupun suasta di semua level mulai tingkat Desa sampai nasional sebelum melakukan tugasnya mereka didahului dengan sumpah jabatan atau janji. Apa bila pertanyaan ini dijawab dengan jujur apakah mereka melakukan tugasnya diucapkan dalam janji atau sumpah termasuk didalamnya para pengikut Kristus. Dipastikan delapan puluh prosen sampai sembilan puluh prosen mereka melanggar janji atau sumpahnya. Buktinya para pejabat Pemerintah yang terlibat korupsi dan melanggar aturan kepegawaian. Peran apakah yang harus diambil oleh gereja dalam hal ini, apakah hanya mendoakanya, supaya mampu berperan dalam situasi negara yang demikian, Gereja harus mampu menjadi Gereja yang holistik, dengan memberikan wawasan dan pengetahuan seperti anti korupsi dan pengetahuan-pengetahuan disiplin ilmu yang lain yang perlu yang dibutuhkan umat Tuhan. Gereja harus berani mengoktimalisasikan peran-peran Diakonia dalam pemberdayaan ekonomi jemaat. Pembangunan Jemaat yang menyeluruh baik membangun kerohanian maupun jasmani, itu yang menjadi kunci keberhasilan Gereja dalam mengembang amanat agung Kristus. Orang akan sangat berat apa bila disuruh memberikan kepada orang lain, apa yang membuat kita tidak suka memberi, karena kita ketakukan untuk kekurangan, kalau kita memberi makan kita takut kurang makan, kalau kita memberi pakaian maka kita takut kekurangan baju dan apa bila kita memberi uang kita takut kekurangan uang. Dalam hukum Taurat mengenal gigi ganti gigi, mata ganti mata, apa bila kita menghilangkan mata seseorang kita juga harus kehilangan satu mata dan seterusnya, namun Yesus lebih ekstrim lagi dengan melarang"jangan kamu melawan orang yang ingin berbuat jahat kepadamu melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu berilah juga pipi kirimu", bagaimana mengambil ikan jangan sampai keruh airnya, Yessus mampu mengalahkan musuh namun tidak dengan kekerasan tetapi dengan kasih dan kebaikan. Itu amat berbeda dengan realita yang terjadi dalam dinamika dan romantika kehidupan sehari hari karena belum ada kejadian mengalahkan musuh tidak dengan peperangan atau pertumpahan darah, dalam sejarah kemerdekaan Indonesia untuk kemerdekaan tidak ada yang geratis atau diperjuangkan dengan merebut mengorbankan nyawa, harta benda. Oleh karena itu nkita harus mampu membedakan mana yang kepentingan nusa ,bangsa dan negara dengan kepentingan pribadi dan gereja, yang dikatakan Yesus berkenaan dengan ayat 29 "melainkan siapa yang akan menampar pipi kananmu berikanlah pipi kirimu". Yesus memang ingin semua masalah itu diselesaikan dengan kasih, kalau kita melihat merasakan yang terjadi di daerah di Indonesia: perang antar suku-antar kelompok- pertikaian pribadi yang menjurus pada isu-isu zara yang akirnya berkembang pada anarkisme dan pengkrusakan pada pasilitas pribadi maupun umum. Ia melihat dampak yang ditimbulkan dari suatu masalah yang sangat kecil namun yang menanggung kerugianya semua orang yang tidak tau akar permasalahanya, semua itu diawali dari keinginan dan ambisi pribadi dan segelintir orang saja. Situasi Negara dan Bangsa serta sosial yang demikian sebenarnya menuntut Gereja untuk berperan besar untuk mencari solusi dan menyelesaikan masalahnya, kehadiran Gereja jangan sampai menjadi sumber masalah dan sumber bencana sosial untuk itu jangan menjadi Gereja yang inklusif yang tidak mau tahu terhadap masalah yang timbul dan berkembang dalam masayarakat disekitarnya. Oleh karena itu sebagai pengikut Kristus harus bisa berbuat lebih dari apa yang bisa diperbuat mereka yang belum percaya kepadaNya.Tuhan menghendaki lebih dari pada yang mereka minta dan inginkan" yang lemah berkata ku kuat dan yang miskin berkata ku kaya, didalam Kristus kita mempunya energi yang sangat besar untuk melakukan apa yang akan Dia kehendaki, karena Injil adalah kekuatan dan kebenaran-Nya yang disediakan bagi kita yang percaya kepada Dia termasuk memberikan yang terbaik. Berilah yang baik karena Ia terlebih dahulu memberikan yang terbaik. Baju atau jubah berbicara persoalan nilai atau penilaian itu sendiri, apa bila dihitung dari harga antara baju dan jubah akan lebih mahal jubah, barang mahal yang kita punya harus kita berikan kepada Allah, mungkin jubah bagi orang miskin adalah satu-satunya benda yang mahal namun dengan rela kita harus memberi untuk orang lain yang lebih membutuhkan. Kristus juga rela memberikan sesuatu yang paling berharga yaitu nyawa-Nya sendiri. Ayat 41 berbicara masalah masa depan kita dan siapapun yang memaksa kamu berjalan satu mil berjalanlah bersama dia sejauh dua mil, Ia membawa dan mengajarkan kita untuk mempertaruhkan hidup kita masa depan untuk pekerjaan-Nya. Semua orang tidak akan tau apa yang terjadi dengan hari esuk namun kata Tuhan "JalanKu bukanlah jalanmu dan rancangan Tuhan bukan rancangan kecelakaan namun rancangan damai sejahtera". Manusia tidak berwenang mengatur dirinya sendiri karena telah dibayar tunai oleh Allah untuk itu yang berkaitan dengan masa depan kita serahkan kepada Dia karena kita adalah milik kepunyaan-Nya, ini adalah ranah dari kerja-kerja iman namun jangan sampai lupa kita untuk tetap mengerjakan segala sesuatu yang telah menjadi pekerjaan yang telah Ia berikan. Sesuai dengan Ibrani 11:1 "iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Bertolak dari iman inilah yang mendasari kerja-kerja kita dalam menjalankan amanat agung Kristus. Dengan iman dan bimbingan Roh kudus maka kita dapat menjaga konsistensi, dengan iman kepada-nya bahwa apa yang telah direncanakan-Nya adalah yang terbaik bagi hidup kita baik saat ini sampai kesudahan zaman. Kita harus mempunyai pengharapan dan akan terus berharap dalam iman yang akan dijawab segala sesuatunya oleh Allah, oleh karena itu jangan sampai putus berharap sekalipun tantangan dan hambatan terus menghadang, dengan iman kita hadapi semua, dengan iman semua masalah akan berlalu. Dia buka jalan saat tiada jalan, Dia bekerja dijalanNya tak terlihat oleh kita, Dia membimbing kita mendekat kepadaNya dengan kasih dan kuasaNya dibuka jalan bagi kita. Kuncinya adalah konsistensi bekerja bagi kemuliaan-Dia.  

TARGET YANG MAKSIMAL (AYAT 43-48)
 Dalam kehidupan kita sehari hari mengasihi sesama saja sangat sulit apa lagi disuruh mengasihi musuh dan mendoakanya, kata dunia ini tidak masuk diakal karena pada umumnya setiap orang sangat membenci musuh dan tidak mau untuk mendoakanya pada hal ini adalah syarat untuk menjadi anak Allah. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal". KasihNya kepada dunia yang diciptaka-Nya begitu besar tanpa kecuali manusia sebagai yang paling istimewa tetap memperhatikan perubahan yang ada di bumi, contoh yang paling jelas kalau Dia sangat mengasihi manusia, matahari yang diciptakan_nya juga menyinari semua makluk hidup tanpa kecuali, dalam dunia pertanian, semua orang yang bercocok tanam akan diberi hidup dan menghasilkan sesuatu baginya, Ia tidak memandang orang percaya atau tidak. Bencana alam ketika datang melanda yang menjadi korban tidak memilih ini pengikut Kristus atau bukan, semua juga terkena dampaknya, demikian juga kita sebagai umat Allah harus melakukan seperti yang Dia lakukan terhadap dunia seisinya, sebab oleh-Nya manusia adalah mandatarisNya. Pada intinya kasih adalah yang pertama dan yang terutama sehingga sesuatu yang berkaitan dengan permasalhan dunia ini harus diselesaikan dengan kasih dan doa, namun untuk mengasihi musuh dan mendoakanya itu berat untuk dilakukan. Karena dunia itu hanya mengasihi orang terlebih dahulu mengasihi, mau memperhatikan apabila terlebih dahulu diperhatikan-mau berbuat baik apa bila seseorang terlebih dahulu berbuat baik kepada kita, ada ungkapan jawa yang mengatakan"KADANG KONANG" yang dianggap saudara-sahabat hanya mereka yang sederajat dengan dirinya baik kekayaanya maupun setatus sosialnya saja, mereka yang levelnya dibawah sekalipun saudara ya tidak dianggap saudara dan teman. Maka dalam kehidupan berkeluarga-bermasyarakat-berbangsa dan bernegara di Indonesia kesenjangan sosial masyarakatnya semakin tinggi (yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin) Apa bila dalam tubuh Kristus masih ada kesenjangan sosial dan masih memilih-milih dalam memilih teman dan memilih saudara dalam Kristus, yang kaya berkumpul-bergaul dengan yang kaya dan yang miskin berkumpul-bergaul dengan yang miskin, kata Yesus" bukankah orang yang tidak percaya berbuat demikian". Disini Yesus menyadarkan kita sebagai umat pilihany-Nya "supaya kamu sempurna seperti Bapa juga sempurna", mampukah kita hidup sempurna jika orientasi hidup kita menggunakan pola hidup yang lama, jelas tidak mungkin bisa sempurna, karena hidup yang lama kita masih dibawah kendali dosa. Menuju hidup sempurna bersama Kristus orientasi hidup kita harus diperbaharui dengan kasih Kristus dengan cara lahir baru di dalam Kristus kita mampu menuju hidup yang sempurna karena Bapa kita juga sempurna. Hidup yang sempurna itu bukan segala kebutuhan dan keinginan kita yang terpenuhi namun hidup sempurna itu bisa kita wujudkan apa bila kita mampu berdamai dengan lingkungan dan alam sekitar kita- berdamai dengan Allah dan berdamai dengan sesama. Bagaimana hidup kita bisa sempurna apa bila dunia (alam raya yang kita tempati) ekosistimnya tidak seimbang, banyak orang sesat pikir didalam hal menafsirkan tentang kesempurnaan, karena kita selalu berpikir bahwa kesempurnaan itu personal atau pribadi, itulah pemikiran yang telah dipengaruhi oleh idifidualisme pada hal kesempurnaan itu adalah:
  1.  Kesempurnaan hubungan Allah dan manusia
  2.  Hubungan antar sesama
  3.  Hubungan dengan alam
Hubungan antara kita dan sesama Dengan pulihnya hubungan tersebut diatas itu juga bisa disebut sempurna dan kesempurnaan yang hakiki, yang paling berat dalam membuat kehidupan menjadi sempurna adalah menyempurnakan dunia ini yang telah rusak akibat dosa-mengembalikan pola pikir-pola kerja dan budaya kapitalistik yang telah mendarah daging. Namun dengan kerja-kerja iman dalam Kristus kita dimampukan dan banyak orang akan kembali kepada kebenaran Allah.Amin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar