Minggu, 04 Mei 2014

KHOTBAH DI ATAS DIBUKIT PART. XII

 LEBAR DAN SEMPIT BAG. I

Dalam berkehidupan pasti menginginkan sesuatu yang terbaik, hal itu juga berlaku bagai orang lain, karena di dunia ini berlaku hukum tabur tuai. Apabila menabur kebaikan akan menuai kebaikan demikian sebaliknya, apa bila menabur kejahatan, itu juga yang akan kita terima, kalau ingin diperlakukan yang baik dalam hidup maka kita juga harus memperlakukan yang baik buat orang lain. Sangat sedikit sekali seseorang yang berpikir positif, mengapa demikian, karena sekalipun mereka mengikuti aktifitas Gereja tetapi apabila belum lahir baru dan hidup baru dalam Kristus rasanya sangat sulit karena orang yang selalu berpikir positif itu orang yang sudah dewasa dalam iman dan mendapatkan terang Roh Kudus. Mengubah cara berpikir berucap dan bertidak yang selalu bertentangan dengan kehendakNya perlu lahir baru dan hidup baru, hal yang demikian harus diawali dari percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat dan dibabtis sebagai metrai atau kekancingan, untuk selanjutnya baru hidup seturut dengan kehendak Dia. Sebagai pengikutNya kita harus berlomba-lomba untuk mendahului berbuat kebaikan, kebenaran dan keadilan bagi orang lain, pasti orang lain akan berbuat yang demikian juga kepada kita, Yesus di dalam hidupNya lebih dari pada itu yaitu Dia telah mengampuni orang yang berdosa dengan mengorbankan nyawaNya untuk kemaslahatan orang yang percaya kepada Dia. Sebagai pengikut Kristus harus mengikuti jejakNya dengan peduli terhadap sesama yang teraniaya tanpa memandang suku bangsa agama dan setatus sosialnya. Namun dalam realitanya orang yang ada di jalan kebenaran sangat sedikit, ibarat jalan, semua orang banyak yang memilih jalan yang lebar dan beraspal atau jalan tol karena bebas hambatan tetapi ujungnya menuju maut, sedangkan yang melalui jalan yang sempit, terjal dan bergelombang namun ujungnya menuju kebahagiaaan jumlahnya sangat sedikit. Dengan jalan tol membuat pengguna jalan menjadi lupa atau lalai sehingga banyak mengalami kecelakaan yang menyebabkan kematian atau sakit permanen, namun sebaliknya jalan yang sempit itu hanya dilewati mereka yang berjalan kaki atau masyarakat miskin yang hanya menggunakan sepeda ontel saja. Begitu juga dengan jalan kebenaran dan hidup, banyak orang yang tidak melewatinya karena banyak tantangan, tikungan tajam, sangat tidak nyaman dan penuh dengan penderitaan, yang menjadi pertanyaan, mengapa manusia tidak mau melewati jalan yang telah disediakan? Karena sejak manusia jatuh dalam dosa mereka sudah kehilangan kemuliaan-Nya sehingga hanya memandang jalan dan pintu itu dengan kacamata jasmani (prakmatisme) dan mengejar kebutuhan jangka pendek. Pada hal jalan sempit yang penuh gelombang dalam pemandangan mata jasmani kita sangat buruk dan pikirannya juga mengasumsikanya juga dengan buruk pula hal ini yang menyebabkan banyak orang yang menjadi salah pilih dalam menentukan jalan yang mau dilaluinya.


LEBAR FAN SEMPIT BAG. 2

 Pikiran-pikiran dan perasaan yang telah dikuasai kegelapan dosa itu yang menghambat dan membuat pikiran kita tidak bijaksana dan selalu menggunakan subyektifitas dalam menentukan sesuatu yang pokok sehingga kita memilih jalan yang lebar yang ujungnya menuju kematian abadi.  Kutukan Allah terhadap Adam dan Hawa sampai pada keturunanya hingga sekarang ini yang menyebakan manusia sulit meliha jalan kebenaran dan hidup yang telah diberikan kepadaNya melalui karia penyelamatan. Dosa yang telah mendarah daging dalam diri manusia akan menjadi penghuni neraka abadi." Karena  begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga rela menyerahkan anakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal". Manusia yang tidak percaya terhadap karya penyelamatan Kristus jelas akan menjadi penghuni tetap kerajaan neraka, memang hidup dibawah kasih karunia Allah itu tidak mudah, kesulitan hidup dan tantangan dari dunia yang cukup besar digambarkan seperti jalan yang sempit dan bergelombang sehingga sangat sedikit orang yang mau melewatinya. Mereka yang mau lewat jalan sempit yang yang menanjak dan berbatu itu pada akirnya akan menerima Surga dan tinggal memerintah bersama Dia hidup penuh dengan damai sejahtera maka dari itu hendaknya kita harus mempertahankan jalur yang benar yang telah kita lalui walaupun penuh dengan semak duri. Hanya dengan Terang Roh Kudus dan hidup dalam kasih Kristus dan firmanNya kita mampu terus berjalan melewati hidup. Maka sekalipun dalam lembah kekelaman jangan takut sebab Dia beserta dengan kita orang percaya, tidak perlu takut dan gentar karena berkat Tuhan melimpah bagi umatNya yang selalu hidup setururut dengan ketetapan-Nya., Amin.

KHOTBAH DI ATAS DIBUKIT PART. XI

MATIUS 7:7-11
THE POWER OF PRAY 1
 Dalam kehidupan manusia kalau ingin dinamis hidupnya harus selalu menjaga keseimbangan baik kebutuhan jasmani dan kehidupan rohani, Bagaimana cara mendinamiskan kehidupan rohani? Dengan cara meminta kepada Tuhan untuk makanan rohani yaitu Firman Tuhan dan penghiburan manakala kita mengalami dukacita. Meminta Roh Kudus untuk memampukan kita supaya bisa bersekutu, bersaksi dan melayani, "Ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Pintu adalah bagian dari rumah, sedangkan rumah adalah kebutuhan pokok manusia karena digunakan untuk berteduh dari hujan dan dari panasnya matahari dan tidak kalah pentingnya rumah adalah tempat privasi untuk hidup manusia, karena dengan ada di dalam rumah tidak semua aktifitas yang kita lakukan tidak semua orang mengetahuinya. Pintu adalah bagian dari rumah yang funsinya untuk masuk dan keluar rumah. Yesus disini digambarkan sebagai sebuah pintu yang dapat digunakan untuk masuk dalam Rumah Bapa, karena tanpa melalui Dia tidak mungkin manusia mampu masuk ke dalam Surga, begitu juga dengan kita sebagai bait Allah, tanpa Kristus ada di dalamnya sangat sulit untuk menjaga kekudusan. Namun pintu juga dapat menggambarkan hubungan antar sesama, dengan Kristus menjadi pintu bagi kita sebagai bait Allah maka banyak orang dapat melihat Allah melalui hidup kita, oleh karena itu hubungan dengan sesama dapat terwujud apabila dalam pribadi-pribadi ada kasih Kristus dan buah buah Roh Kudus, serta kita telah menerma Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat. "Setiap orang yang mencari" Apakah ada benang merahnya antara mencari dan pengabulan doa, sejak manusia jatuh ke dalam dosa ucapan Allah kepada manusia" dengan bersusah payah engkau akan mencari rejekimu dari tanah seumur hidupmu, semak duri yang akan dihasilkan bagimu. Tumbuh-tumbuhan dipadang yang akan menjadi makananmu, dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu sampai engkau kembali menjadi tanah". Kata mencari identik dengan  melakukan pekerjaan dengan, kata lain kalau kita mau mencari pasti kita mendapatkan atau dengan melakukan pekerjaan dalam kehidupan kita maka pasti akan memperoleh. Tuhan mengabulkan doa juga melalui proses mencari atau melakukan pekerjaan atau tidak selalu langsung. Dalam rangka mengabulkan doa Ia sering kali melalui perantaraan kerja-kerja orang lain dan cara-cara lain yang tidak kita menduga sebelumnya, mengapa demikian, karena Dia lebih mengenal kita dari pada kita mengenal diri kita sendiri. Sebagai hamba kita hanya menjalankan seperti apa yang Tuhan telah perintahkan dan tetapkan melalui Firman-Nya. Tidak ada yang bisa mengintervensi atau mendekte Tuhan supaya mengabulkan doa yang disampaikan kepadaNya. Soal dijawab atau tidak doa yang umatNya sampaikan itu menjadi hak dan wewenangnya Allah sendiri, namun berdoa dan berdoa kepadaNya itu hukumnya wajib dilakukan. Sebagai umatNya jangan sampai terbersit dalam hati dan pikiran seandainya doa-doa yang kita lakukan itu tidak dijawabNya Ia bukan tidak mengasihi atau tidak adil tetapi karena Dia lebi tahu mana yang terbaik buat kita dan mana yang tidak baik buat kita. 

THE POWER OF PRAI BAG 2
Yang harus diketaui tentang berdoa, yaitu  itu ada tiga hal:
  1. Langsung dijawab oleh Tuhan apa yang menjadi doa-doa kita
  2. Dalam menjawab doa-doa Ia menunggu saat yang tepat bagi diri kita
  3. Doa yang kita sampaikan tidak dijawab olehNya.  Kalau dalam setiap pribadi mau mengevaluasi, mau menyadari siapa diri kita, pasti tau mengapa doa kita dijawab atau di tunda dan tidak dijawabNya, Dengan kata lain dijawab atau tidak dijawab apa yang menjadi doa-doa kita ukuranya adalah hidup kita sudah sejalan denganNya atau belum, apa bila belum sejalan maka harus menyerah kepadaNya dan segera menyelelaraskan hidup sesuai dengan kehendak Dia.
Yang terutama di dalam hidup ini meninggikan dan memulyakan namaNya, supaya doa doa bisa diterima oleh Allah tentunya ada benang merahnya dengan intensitas hubungan manusia dengan Tuhan untuk itu di dalam berdoa jangan berpikir untuk dijawab atau tidak dijawab tetapi merupakan keharusan bagi orang percaya, makanya jangan ada keraguan didalam berdoa kepadaNya. Di dalam hubungan doa antara manusia dengan Allah seperti hubungan antara orang tua dan anak sehingga di dalam iman Kristen Allah digambarkan sebagai Bapa sedangkan orang percaya sebagai anak, ada hubungan yang sangat dekat atau tidak ada batasnya. Dalam Kristologi Yesus memanggil Allah dengan sebutan ABBA/BAPA, Ia sendiri memproklamerkan sebagai anak Allah atau anak domba Allah, ini sebenarnya untuk menggambarkan betapa dekatnya hubungan antara Allah dan umatNya yang percaya kepada Dia. Allah itu transenden jauh)tak terjamah oleh manusia namun juga imanen (dekat) karena diam dan hidup dalam diri orang yang percaya kepadaNya "hidupku bukanya aku lagi tetapi Yesus dalamku". Berkenaan dengan pengabulan doa, Bapa sebagai orang tua tau yang kita butuhkan dan mana yang tidak dibutuhkan, apabila yang menjadi doa itu bukan merupakan kebutuhan Ia tidak mungkin akan menjawab doa itu, maka di dalam berdoa harus memohon sesuatu yang menjadi kebutuhan baik pribadi maupun orang lain. Mengapa Ia menjawab apa yang menjadi doa-doa kita, karena telah mengaku percaya pada Kristus sebagai Tuhan dan juru selamatNya itu disebut Anak Allah, sebagai Bapa dari seorang anak apa bila anaknya meminta sesuatu yang menjadi kebutuhan pokok hidupnya tidak mungkin tidak memberi, pasti Dia akan memberi, namun sebaliknya apa bila permintaan itu hanya sebuah keinginan, Allah sebagai Bapa tentunya tidak akan memberi. Karena pemberian Bapa kepada anakNya itu pasti akan membawa damai sehtera bukan kesengsaraan untuk itu kekuatan doa itu menjadi kebutuhan dalam berkomunikasi antara Bapa dan anak. Amin

KHOTBAH DI ATAS DIBUKIT PART. X

YESUS LEBIH BERHARGA DARI SEMUA YANG BERHARGA YANG ADA DI BUMI INI BAG 1
 Semua orang di di dunia ini pasti mempunyai sesuatu yang dianggap berharga, baik berupa benda maupun petuah-petuah yang datang dari seseorang yang kita anggap melebihi diri kita. Seandainya berupa benda dalam melakukan penyimpananya pun di tempat yang khusus atau tidak semua orang tau. Sesuatu yang berharga tidak selalu laku dijual dipasaran umum seperti emas,perak dan permata atau barang dagangan yang lain. Namun sesuatu yang berharga itu dapat berupa hal yang kita anggap istimewa dan bernilai dalam hidup kita, contoh: hadiah yang diberikan oleh orang-orang yang kita sayangi atau seseorang yang kita hormati, seperti pejabat negara. Sesuatu itu disebut bernilai salah satu indikatornya bisa dilihat dari bagaimana kita menyimpan dan memperlakukanya dalam kehidupan kita. Sekarang bagaimana dengan  para pengikut Kristus, apa yang kita anggap paling berharga dan bernilai dalam kehidupan ini? apakah emas,perak,permata drajat dan pangkat adalah sesuatu yang sangat berharga dan bernilai dalam hidup ini? Untuk kebutuhan hidup di bumi memang itu sangat perlu dan bernilai yang juga harus kita cari, namun jangan sampai lupa bahwa ada yang bernilai dan sangat berharga yang tidak bisa dibeli dengan harta dan kemewahan dunia ini. Apa dan siapa yang sangat berharga yang tidak bisa dinilai dengan hal yang tertulis diatas, Yesus adalah yang kudus dan berharga yang keberadaanya tidak bisa ditukar dengan semua yang ada di dunia ini, Mengapa? Dia disebut kudus karena Ia adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya yang tidak bisa disentuh oleh dosa. Kalau demikian jangan ragu dan menduakan-Nya apa lagi menukarkan diriNya dengan sesuatu termasuk drajat pangkat dan kemewahan yang yang lain. Dia sebagai sesuatu yang kudus dan berharga harus mampu kita jaga dengan baik keberadaan-Nya dalam hidup kita supaya jangan sampai dirampok atau di curi.  Anjing dan babi dalam Perjanjian Lama dan perjanjian Baru selalu menjadi gambaran sesuatu yang berkenaan dengan hal yang negatif yang najis yang akan membawa kepada keburukan dan mencelakakan, makanya hal tersebut yang harus di hindari oleh umat Allah. Itu yang menjadi alasan Yesus mengapa Ia mempertentangkan sesuatu yang kudus dan berharga dan bernilai dengan anjing dan babi, pada hal kalau kita mau jujur kedua binatang ini jumlahnya jauh lebih banyak. Yesus juga pernah mengungkapkan bahwa para pengikut Kristus itu digambarkan sebagai domba yang hidup ditengah-tengan srigala, dengan kata lain barang yang kudus dan berharga dimakan anjing dan masuk dalam kubangan babi itu untuk realitas kehidupan saat ini sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu kewaspadaan dan berjaga-jaga dengan ekstra keras sehingga barang-barang yang kudus dan berharga dapat selalu tersimpan dengan baik sebagaimana mestinya sampai Tuhan datang untuk yang kedua kalinya. Banyak sekali orang yang telah memiliki barang yang kudus dan mutiara yang berharga namun kedua barang tersebut kita searahkan kepada anjing-anjing dan babi-babi, seandainya kita tidak lagi memilki barang yang kudus dan mutiara yang berharga itu bagaimana? Tentunya kita tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok hidup kita, mengapa demikian?
 Dengan hilangnya sesuatu yang berharga tersebut kita tidak lagi mempunyai pengharapan hidup, karena ujung dari kehidupan kita adalah kematian kekal, begitu juga dengan para pengikut Kristus, barang yang kudus dan mutiara itu adalah gambaran dari Kristus yang begitu berharga untuk kehidupan kita. Kristus adalah Allah yang hadir di tengah-tengah kehidupan manusia, yang memberikan jaminan hidup kekal pada barang siapa yang percaya kepadaNya, namun seumpama kita meninggalkan kepastian hidup itu, dengan kata lain barang yang kudus dan berharga dan mutiara yang berharga itu kita buang tentunya hidup kita akan sia-sia melanjutkan hidup. Oleh karena itu berharaplah kepadaNya supaya kita tetap tegak berdiri untuk menjaga barang yang kudus dan berharga tersebut sampai maranata. 

YESUS LEBIH BERHARGA DARI SEMUA YANG ADA DI BUMI BAG.2
Untuk saat ini banyak sekali barang yang kudus dan berharga yang kita miliki karena kurangnya berjaga-jaga dan kewaspadaan dalam diri kita menyebabkan kekliruan dalam memberikan sesuatu yang seharusnya diberikan kepada Allah tetapi justru kepada anjing dan babi untuk itu kedua benda yang telah Kita miliki, karena semua benda yang dianggap berharga oleh dunia ini tidak bisa dijadikan alat untuk menukarkanya. Benda yang kudus dan mutiara yang berharga adalah gambaran Kristus yang begitu luar biasa mengorbankan diriNya untuk manusia dengan cara masuk dalam dunia anjing dan babi untuk mencari dan menyelamatkan manusia yang percaya dan menggantungkan hidupnya kepada Dia. Babi dan anjing bisa juga untuk menggambarkan hidup yang lama yang penuh dengan gelimang dosa dan kenistaan. Hidup yang lama adalah gaya hidup yang dikembangkan seturut dengan keinginan daging " tidak ada yang benar seorangpun tidak", untuk itu hidupnya berujung kepada kematian yang kekal karena kehilangan kemuliaan-Nya. Bagaimana dengan kita sebagai pengikut Kristus yang telah dilepaskan dari kubangan babi dan kawanan srigala dan telah disendirikan dari komunitas lama dan berada di komunitas baru yang penuh dengan damai sejahtera. Dengan terang Roh kudus dan kekuatan Injil Kristus akan memampukan dalam menjaga, memelihara benda-benda yang kudus dan mutiara yang berharga yang telah diberikan kepada kita. Kristus digambarkan dengan barang-barang yang kudus dan mutiara yang berharga karena Dia adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi yang telah menjilma menjadi manusia yang menghapuskan dosa-dosa manusia yang percaya kepadaNya. Karena Dia Tuhan keberadaan-Nya sangat istimewa maka sudah wajar apa bila Kristus adalah kudus dan berharga karena semua harta benda, derajat pangkat tidak bisa dijadikan alat untuk menukar dan atau membeli-Nya. Untuk itu inilah saatnya menyatakan iman kita ditengah dunia bahwa Yesus adalah raja yang mampu menyelamatkan manusia dari belenggu dosa, Amin.

KHOTBAH DI ATAS DIBUKIT PART. IX

KRISTUS ADALAH HAKIM DARI SEGALA HAKIM BAG 1
Semua pemerintah baik yang berbentuk replik, kerajaan dan kekaisaran atau pemerintahan dalam bentuk apapun pasti ada yang namanya hakim. Tugas hakim adalah mengadili seseorang yang dianggap bersalah karena melanggar peraturan pemerintahan, dengan kata lain seorang hakim memutuskan bersalah atau tidak bersalah dalam suatu sidang pengadilan. Di dalam Alkitab Perjanjian Lama mengenal istilah pemerintahan Theokrasi, yaitu pemerintahan yang dipimpin oleh Allah secara langsung yang menjadi pertanyaanya, apakah dalam pemerintahan Theokrasi juga mengenal yang namanya hakim, dalam pemerintahan tersebut Allah juga berperan sebagai hakim yang mengadili sesorang yang melanggar hukum kerajaan Theokrasi, istilah pengadilan di kerajaan itu disebut hakim Agung karena fungsi hakim disini bukan hanya menghakimi orang yang bersalah pada waktu hidup di dunia namun hakim agung itu juga akan menghakimi setelah dunia orang mati. Apakah yang dijadikan landasan untuk menghakiminya: Yang dijadikan landasan hukumnya adalah Kitab perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru karena itu adalah firman-Nya sendiri, bagi para pengikut Kristus Alkitab adalah sumber dari segala sumber hukum yang harus menjadi pedoman dan haluan hidup, pikiran, ucapan dan tindakanya harus selalu bepedoman pada kitab Perjanjian Lama dan Baru di luar itu berasal dari si jahat. Paulus berkata"Karena di dalam Kristus ada nasehat ada penghiburan kasih ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, ini harus menjadi pondasi hidup sehari hari, Firman Tuhan tetap menjadi tolok ukur dan jangan mengambil wewenang yang Dia miliki. Dalam perikup ini wewenang penghakiman adalah hak perogratifNya Allah pribadi karena Dia adalah hakim Agung, hakim dari segala hakim yang tidak bisa disuap dan tidak akan salah dalam memberikan keputusan dalam sidang pengadilan, namun pengalaman hidup dan romantikanya kita selalu menyalah gunakan wewenangNya. Sedangkan yang kita gunakan dasar untuk kita menghakimi orang lain adalah kebenaran kita pribadi yang penuh dengan iri, dengki dan kepentingan daging. Sebagai manusia kadang kita tidak menyadari kalau kita adalah orang berdosa, makanya di dalam pengajaran Kristus ada istilah "tabur tuai" kalau kita menabur kebaikan maka akan tumbuh kebaikan begitu juga sebaliknya apa bila kita menabur kejahatan maka tuaian yang akan kita dapatkan juga kejahatan pula. "jangan kamu menghakimi supaya kamu tidak dihakimi" karena dengan penghakiman yang kita pakai untuk menghakimi orang lain akan diukurkan kepadamu".  Sebagai manusia kita hanya bertugas untuk menasehati orang lain atas kesalahan yang dia lakukan baik kepada Allah, sesama kepada bangsa dan negara untuk tidak mengulanginya lagi, soal penghakiman itu menjadi  dan wewenang hakim agung yang adalah Allah sendiri. Oleh karena itu kita bisa memohon"ajar kami Tuhan menghitung hari hari agar kami beroleh hati bijaksana, ajar kami Baba hidup dalam jalanMu agar semua rencanamu digenapi. Dengan kebijakan yang berasal dari Allah kita dapat selalu berpikir positif, berbicara dan bertindak opyektif. Mampu mengampuni orang lain termasuk musuh sekalipun, dengan perkataan yang selalu mendatangkan kebaikan dan berkat bagi orang lain dan selalu bertindak seturut dengan kehendak Tuhan. Semua itu bisa kita lakukan apa bila hidup kita tersetruktur dan terkonsep dengan baik seperti yang dikatakan Daud diatas "ajar kami Tuhan menghitung harihari", bahwa hidup itu harus terkonsep dilaksanakan dan dievaluasi. Inilah konsep hidup yang diajarkan oleh Tuhan. Dalam menjalani hidup seyokgyanya kita selalu melihat ke dalam diri kita pribadi, karena Tuhan selalu mengajarkan bahwa hidup kita harus menjadi teladan baik di dalam keluarga, di tengah-tengah masyarakat dan yang lebih luas lagi di negara kesatuan repulik Indonesia,apa lagi saat ini negara kita sedang mengalami krisis keteladanan dari seorang pemimpin baik tokoh masyarakat, tokoh agama dan para pemimpin negara sehingga kita di suguhi fakta-fakta prilaku-prilaku di masyarakat yang aneh dan negatif yang cenderung mengancam eksistensi kehidupan bermasyarakat dan keutuhan bernegara.

YESUS ADALAH HAKIM DARI SEGALA HAKIM BAG 2

 Tenggang rasa, kasih dan belas kasihan semakin jauh dari kehidupan kita sehingga pemerkosaan, pembunuhan dengan alasan yang sepele, pertikaian dalam keluarga, di tengah-tengah masyarakat, antar suku dan agama.Yang lebih menyakitkan sekarang ini sangat sulit untuk bisa menghormati perbedaan baik perbedaan kepercayaan, suku bangsa dan agama ini bisa dibuktikan dengan pengkrusakan tempat-tempat beribadah dan perkelahian antar kampung, antar suku dan perbuatan melanggar hak asasi manusia. Krisis moral dan religiusitas membuat bangsa ini jatuh ke dalam berbagai-bagai peristiwa memprihatinkan khususnya korupsi yang sudah mendarah daging yang di lakukan para birokrasi di semua level pemerintahan, hal inilah yang membuat negara ini diambang kehancuran. Manusia selalu menganggap dirinya paling benar, dengan kebenaran yang diyakininya bisa berbuat semaunya sendiri termasuk perbuatan yang melanggar perintah Allah. Sekarang bagaimana dengan pengikut Kristus, apakah kita mau menghakimi mereka dengan setatus kita sebagai anak Allah? Mampukah kita yang telah hidup dalam kasih karunia mengembalikan kehidupan bangsa Indonesia ini sesuai dengan pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu kehidupan yang berketuhanan Yang Maha Esa, berperikemanusiaan, berpersatuan, berkerkerakyatan dan berkeadilan sosial. Sekarang ini kita harus sadar siapakikah diri kita ini dihadapanNya, bahwa kita adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus dan umat pilihan Allah. Mengapa pengikut Kristus disebut bangsa yang terpilih? Karena setiap orang yang percaya dan mengaku Kristus adalah Tuhan dan juru selamat dikususkan dan dijadikan yang istimewa dibandingkan dengan yang lain. Senada dengan amanat agung Kristus "pergilah kamu ke seluruh dunia, jadikan semua bangsa muridKu, babtiskanlah semua dalam nama Bapa, anak dan Roh Kudus. "Imamat yang rajani" Sebagai pengikut Kristus kita juga di sebut imam juga, Sedangkan Kristus adalah imam agung yang diutus untuk memimpin umat manusia di dunia ini supaya bisa berkeadilan sosial. "Yang Rajani, sebagai pengikut Kristus kita juga disebut anak Raja, oleh karena itu kita harus mampu menunjukan eksistensi sebagai anak raja dengan mampu berkeadilan sosial dengan kata lain bisa mengasihi sesama seperti diri kita sendiri. Bangsa yang kudus umat kepunyaan Allah sendiri, setelah kita mengaku bahwa Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat kita mendapatkan kasih karunia sebagai warga kerajaan Allah dan umat kepunyaan-Nya, untuk itu jangan sampai melakukan hal-hal yang melebihi wewenangNya Dia dengan menghakimi atau mensetikma orang lain. "Mengapakah engkau melihat selumbar dimata saudaramu sedangkan balok dimatamu tidak engkau lihat", selumbar dan balok adalah sesuatu yang negatif yang ada pada diri sendiri dan orang lain, dosa yang menyebabkan manusia berbuat yang demikian. Kita dapat melihat kelemahan, keburukan sampai yang terkecil dalam diri orang lain, namun sebaliknya kita tidak bisa melihat kelemahan dan keburukan diri kita sendiri pada hal sesuatu yang buruk yang menghinggapi diri kita sangat besar. Balok mewakili persoalan, hidup, keinginan daging yang kita miliki yang menghambat pertumbuhan iman kita kepada Allah dan kegiatan sosial yang akan kita lakukan. Mengapa kita tidak mampu melihat balok yang mendera hidup kita, karena dosa dan pelanggaran yang kita lakukan, supaya kita bisa melihat balok yang ada dalam kehidupan kita maka pertobatan kepada Allah adalah sesuatu yang mutlak harus dilakukan sehingga seperti yang dikatakan Rasul Paulus "hidupku bukanya aku lagi tetapi Kristus dalamku". Apabila hidupNya Kristus mewarnai hidup kita tentunya selumbar dan balok mampu kita atasi karena kita hidup dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan baik pikiran, perkataan maupun tindakan. Hanya oleh terang Kristus dan Roh Kudus kita dapat melakukan semua itu, dan segala sesuatu diawali dari diri kita untuk selalu berkompetisi untuk menjadi teladan dan bekerja bagi Kristus. Amin

Minggu, 06 April 2014

KOTBAH DI ATAS BUKIT PART XIV


 MEMBANGUN PERSAHABATAN SEJATI BAG. 1
 Dalam kehidupan manusia peran mendengar itu sangat penting karena kalau kita salah mendengarkan akibatnya sangat fatal baik pribadi maupun orang lain. Karena apabila salah memberi informasi maupun penerima informasi dapat menjadi malapetaka bagi dirinya sendiri maupun orang lain untuk itu supaya informasi yang kita sampaikan atau kita terima bisa akurat dalam memberi dan menerima harus  sistematis. Karena dalam kehidupan ini selalu menemukan dua hal yaitu kebaikan dan kejahatan, oleh karena itu dalam perikup ini Tuhan Yesus ingin berbicara sesuatu yang mendasar dan pundamental dalam kehidupan manusia. Mendengar adalah dasar kehidupan supaya tetap dinamis, dengan hidup yang dinamis akan membawa atmosfir kehidupan yang baik bagi sesama. Demikian dengan kehidupan iman kita, jika selalu mendengar firman dengan  baik akan membawa iman kita kepada Tuhan Yesus akan lebih dinamis. Yesus ingin mengubah cara berpikir dan cara memandang sesuatu dari kebutuhan yang pokok bagi kehidupan manusia yaitu tempat tinggal atau rumah, Di sini Dia memulai bicara soal rumah diawali dari cara membangun rumah yang baik dengan menentukan lokasi atau tempat. MenurutNya mendirikan rumah yang baik adalah diatas batu dengan pondasi yang kuat dan kokoh itu apabila turun hujan dan datang banjir serta angin melanda rumah tersebut tidak roboh namun tetap berdiri dengan baik. Begitu pula dengan kehidupan iman kita kepada-Nya harus kita bangun di atas batu karang yang teguh yaitu Kristus maka rumah tersebut tidak akan bisa roboh, demikian pula dengan bangunan bangunan yang lain.
 A. BANGUNAN SOSIAL
 Dalam membangun bangunan sosial kemasyarakatan harus juga kita bangun dengan pondasi kasih Kristus "kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" maka kehidupan sosial, struktur sosial dan tatanan sosial akan berjalan dengan dinamis dan hidup damai sejahtera akan tewujut. Dalam Gereja-Gereja protestan pasti diajarkan tentang TRI TUGAS GEREJA:

  •  Bersaksi
  • Bersekutu dan
  • Melayani 
Kalau kita mau mengejawantahkanya di dalam perikehidupan orang percaya dalam bermasyarakat dan bernegara secara benar maka kita akan bisa mendekati kehidupan jemaat mula-mula yaitu:
  1.  Dibabtis
  2.  Bertekun dengan pengajaran 
  3. Adanya jemaat yang terus meningkat dalam perkumpulan mereka kira-kira junlahnya tiga ribu jiwa
  4. Berkumpul untuk memecah-mecahkan roti

Kata memecah-mecahkan roti jangan diidentikan dengan perjamuan kudus, dalam jemaat mula-mula dan dunia timur tengah roti adalah makanan utama mereka sehingga memecah-mecahkan roti juga bisa diartikan berbagi kasih antara satu dengan yang lain, oleh karena itu memecah-mecahkan roti sudah menjadi gaya hidup para pengikut Kristus saat itu." dan semua yang telah menjadi percaya tetap bersatu", yang menjadi catatan: segala kepunyaan mereka adalah milik bersama, ada dua kata yang menarik yaitu kata tetap bersatu dan milik bersama memang dalam iplementasinya sangat sulit untuk dilakukan, bukan hanya ketika proses ibadah tetapi di dalam kehidupan sehari-hari. Milik bersama itu ada benang merahnya dengan memecah-mecahkan roti, tindakan itu tercermin: "dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya lalu membagi-mebagikan kepada semua orang sesuai dengan keperluanya. 

MEMBANGUN PERSAHABATAN YANG SEJATI BAG. 2
Namun bangunan berkehidupan sosial seperti jemaat mula-mula sangat jarang yang melakukan karena kapitalisme global yang bercirikan individualistis sudah mendarah daging dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Keinginan daging yang bermuara pada: pencabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, pencideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan lain. Kecenderungan hidup manusia membuat hidup yang penuh dengan cinta kasih kepada Tuhan dan sesama semakin jauh dari kenyataan. Oleh Tuhan orang yang hidup menurut daging disebut orang yang bodoh, hal ini ditunjukan dengan membangun rumah diatas pasir, bagunan tersebut apabila ada hujan lebat dan banjir melanda tentunya akan roboh, Dengan kata lain membangun rumah diatas pasir sama dengan membangun rumah yang tanpa pondasi sehingga wajar apabila rumah tersebut tidak kuat dan mengancam penghuninya. Manusia bodoh membangun rumahnya tidak didasarkan pada iman yang kuat kepada Kristus pada hal Dia adalah batu penjuru, oleh karena itu mereka akan selalu mengalami kerugian demi kerugian secara materi, waktu dan tenaga. Namun orang yang pintar membangun rumahnya diatas batu, oleh karena itu sekalipun ada banjir dan angin akan tetap berdiri kokoh, begitu juga dengan bangunan iman, apabila dibangun dengan iman kepada Kristus bangunan itu akan kuat. Bagaimana tidak kuat karena dibangun dengan kasih Kristus, Firman Tuhan dan Roh Kudus, dampaknya, hidup penuh suka-cita, damai sejahtera, lebih dari itu hidup akan menjadi garam dan terang bagi sesama dan misi KRISTUS di dunia ini akan berhasil.

MEMBANGUN PERSAHABATAN SEJATI BAG.3

 Persahabatan antar teman yang didasari iman Kristen pasti tidak membedakan setatus sosial, perbedaan warna kulit, berbedaan bahasa, suku bangsa dan agama. Dalam kita menjalin persahabatan yang kita bangun merupakan iplementasi kasih, yaitu kasih"pilia"kasih antar teman atau kasih kepada sahabat. Gambaran kasih kepada sahabat yang didasarkan kepada Kasih kepada Allah adalah persahabatan antara Daud dan Yonatan anak raja Saul  "kata berpautlah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud"Perpaduan itu membuat mereka saling mengasihi seperti mengasihi dirinya sendiri. Bukti kasih itu ditunjukan Yonatan dengan mengikat perjanjian dan menanggalkan jubah atau pakaian perang dan panah, pedangserta  ikat pinggang semuanya diserahkan kepada Daud, apa yang diekspresikan oleh keduanya menunjukan bahwa itulah persabatan sejati. Persahabatan yang mereka perlihatkan dan  dilakukan atas dasar:
  1.  Saling mengasihi antara keduanya
  2.  Mereka rela berkorban   
  3. Tidak mencari keuntungan pribadi tetapi berlomba-lomba untuk berbuat baik bagi orang lain
 Kata berpadu diatas ditunjukan mereka dengan menyatukan antara pikiran dan tindakan dalam satu perjanjian yang disaksikan oleh Allah sendiri, Perpaduan jiwa bukan jiwa salah satu dari mereka diambil ditaruh di dalam pribadi yang satunya lagi tetapi ada kaitanya dengan menyatukan Visi dan Misi mereka. Dalam merealisasikan perpaduan jiwa dan tentunya banyak sekali tantangan baik yang berasal dari diri sendiri maupun orang lain, tantangan yang berasal dari interen adalah persoalan egoisme pribadi, karena sudah barang tentu sebab setiap pribadi itu mempunyai keinginan dan kebutuhanya sendiri-sendiri (punya prifasi) yang tidak harus diketahui orang lain. Egoisme inilah tantangan yang terberat di dalam kehidupan untuk menjalin sebuah persahabatan, sudah banyak contoh persahabatan yang putus yang disebakan oleh ego masing-masing yang tidak bisa dipersatukan, oleh karena itu perpaduan jiwa dalam sebuah persahabatan itu bisa langgeng apabila dibangun dengan  pondasi kasih Allah, Firman Tuhan dan Roh Kudus."Satu dalam Roh Mu, satu dalam FirmanMu satu dalam kasihMu yaitu kasihNya Tuhan, Tubuh dan darahMu yang menyatukan kami dengan Bapa di Surga Yesus Kristus. Untuk itu yang perlu dipersiapkan dalam menjalin persahabatan adalah hidup yang rendah hati untuk mengasihi dan mengampuni orang lain dengan kasih. Amin 

Selasa, 21 Januari 2014

KHOTBAH DI ATAS BUKIT PART. VIII

MAT 6:25-34
 KERJA BUAT TUHAN SELALU MANISE BAG I
 " Jangan kuwatir akan hidupmu, apa yang hendak kamu makan dan minum dan janganlah kuwatir pula akan tubuhmu, apa yang hendak kamu pakai". Kebutuhan yang paling pokok manusia adalah makan dan minum, apa bila tidak terpenuhi keduanya itu akan mengakibatkan kematian, oleh karena itu sudah sewajarnya apabila dalam pemenuhanya ada rasa kekawatiran karena rasa itu adalah manusiawi. Kekawatiran manusia akan makanan dan minuman jika disandingkan dengan kehidupan burung-burung di udara yang tidak melakukan pekerjaan namun Dia pelihara"bukankah kamu melebihi burung-burung itu". Sebenarnya Yesus ingin menunjukan bahwa manusia mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari pada semua ciptaan yang lain termasuk burung-burung di udara, kelebihan manusia dibandingkan ciptaan yang lain adalah:
  1. Semua ciptaan-Nya kecuali manusia diciptakan hanya dengan perkataan Allah sedangkan manusia memakai bahan baku yaitu debu tanah Ia menjadikan manusia segambar dengan Dia. 
  2. Manusia diciptakan disertai akal budi sedangkan hewan hanya disertai naluri saja. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa untuk memenuhi kebutuhan hidup harus: 
  3. a. Memenuhi kebutuhanya dengan bekerja keras membanting tulang b. Semak duri dan rumput yang bisa dihasilkanya
  4. tumbuh-tumbuhan dipadang yang akan menjadi makananmu
  5. Dengan berpeluh semua manusia di dalam mengusahakan makananya.
 Empat hal diatas merupakan konsekwensi dari Allah atas kehidupan manusia paska jatuh ke dalam dosa berkenaan dengan kebutuhan pokoknya. Mau tidak mau suka tidak suka  Adam dan Hawa beserta keturunanya sampai kesudahan jaman harus menjadi manusia kerja, Makanya Tuhan Yesus mengingatkan kepada kita soal keistimewaan manusia dibandingkan dengan burung-burung diudara, bahwa manusia berakal budi sehingga dalam mengusahakan kebutuhan hidupnya harus bekerja keras, membanting tulang sampai berpeluh. Dia juga mengingatkan"bahwa hidup lebih penting dari pada makanan", mari kita belajar dari Tuhan Yesus ketika Ia ada dalam pencobaan dipadang gurun ketika Dia baru menyelelesaikan puasa empat puluh hari empat puluh malam sebagai manusia sejati juga akan merasakan lapar yang sangat hebat, makanya iblis menghampiri-Nya lalu menawarka:"Jika Engkau anak Allah ubahlah batu ini menjadi Roti, namun jawab Yesus kepadanya:"Manusia hidup bukan dengan roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah". Secara manusiawi Yesus juga membutuhkan makanan untuk mengusir rasa lapar namun kealahan-Nya sadar bahwa semua yang dilakukan adalah kehendak Bapa dan yang dikatakan-Nya adalah sifat keallahan-Nya. Makanan sebagai sarana untuk hidup bagi manusia kenyang menjadi ukuranya. Seumpama dalam kehidupan kita kurang terpenuhi dalam hal makanan maka kehidupan kita juga akan terganggu begitu juga sebaliknya apabila kita dalam hal makan selalu kekenyangan atau kelebihan juga tidak baik bagi tubuh kita karena akan menimbulkan banyak penyakit. Apa yang menjadi tujuan para pengikut Kristus, makan untuk hidup atau hidup untuk maskan, kalau hidup kita hanya menuruti keinginan tidak akan ada habisnya karena manusia tidak akan pernah puas, bertolak dari pristiwa-pristiwa yang sangat memilukan dalam kehidupan sehari-hari demi sesuap nasi mau melakukan tidakan-tindakan yang melanggar baik hukum Allah, hukum negara dan norma masyarakat. Kesenjangan ekonomi yang sangat tajam antara yang kaya dan yang miskin yang menyebabkan hal ini terjadi, dalam situasi inilah seharusnya pengikut Kristus menyatakan kasih dan kepedulianya terhadap sesama yang dalam penderitaan.

KERJA BUAT TUHAN SELALU MANISE BAG. 2

 Orang yang diberi banyak berkat oleh Tuhan tetapi takut berbagi dengan saudaranya seiman apa lagi dengan sesamanya yang lain yang tidak seiman. Dalam kekinian masih sangat relevan apabila kita meneladani cara hidup jemaat mula-mula yang selalu bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, persekutuan, memecah-mecahkan roti dan berdoa, inilah contoh hidup dalam kebersamaan dengan tidak memandang suku bangsa, bahasa, agamanya dan setatus sosialnya. Mereka sehati, sepikir dalam satu kasih satu jiwa satu tujuan bagi kemuliaan Bapa, kehidupan yang demikian yang membuat pertumbuhan iman, solidaritas dan kepedulian dengan sesama dan banyak orang menjadi tetarik terhadap pengajaran Kristus. Begitu juga dengan hidup kita saat ini jika bisa sehati sejiwa dalam satu kasih satu tujuan kita juga mampu mendatangkan kerajaan-Nya di dunia ini. Hidup penuh dengan kekawatiran itu manusiawi, yang perlu diingat jangan menjadikan kekawatiran itu suatu  alasan untuk kita tidak semakin semangat untuk selalu dekat dengan Allah dan mengerjakan semua yang telah Ia tetapkan. Kita harus selalu menyelaraskan antara iman dan dalam bekerja untuk meneruskan hidup pemberian-Nya, Iman dan perbuatan harus selalu seiring sejalan sehingga rasa takut dan kawatir yang sering mengganggu dan membayangi langkah hidup, kita serahkan kepada Dia. Apabila hidup kita itu hidup penuh dengan kasih maka akan terasa ringan karena berat sama dipikul ringan sama dijinjing, kasih adalah hidup yang saling memberi saling mempedulikan sesama, namun liberalisasi dan kapitalisasi yang mengedepankan keuntungan pribadi juga telah merasuki jemaat sehingga tugas-tugas pelayanan itu dihitung dengan untung rugi, kalau pelayanan itu menguntungkan kehidupan kita baru dijalani tetapi kalau pelayanan itu tidak menguntungkan bahkan harus keluar  uang untuk bahan bakar dari kantong kita sendiri maka tugas tersebut kita abaikan. Untuk saat ini siapa yang mengatur proses-proses dan kerja pelayan adalah kekuatan uang. karena liberalisasi dan kapitalisasi tidak mengenal kepedulian kepada sesama, tetapi siapa yang mendatangkan keuntungan yang ia pedulikan, begitu juga sebaliknya mereka hanya mau melakukan dengan modal sedikit tetapi untungnya banyak (prinsip dan motif ekononomi). Yang menjadi pertanyaan apakah kita mau dan sehati sepikir, dalam satu kasih satu jiwa dan satu tujuan dengan orang orang miskin yang tidak mempunyai alat produksi. Para kapital tentunya makanan lebih pokok dan penting dari pada hidup oleh karena itu bagaimana supaya kita dapat menghargai hidup, tetap fokus pada hidup benar dihadapanNya. Jangan sampai berhenti untuk berharap dan bekerja bagi Dia, seperti perkataan Rasul Paulus"" sebab aku yakin bahwa penderitaan yang kita alami tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan diberikan kepada kita". 
Sekarang bagaimana cara  dalam hidup kita, mampu mempertahankan kekudusan dan kebenaran Allah, begitu juga dengan tubuh kita: Tuhan Yesus berkata"tubuh lebih penting dari pakaian". 
Tubuh adalah bait Allah sebagai representasi dari jiwa dan roh, selama masih ada dan tinggal di dunia tubuh tidak bisa dipisahkan dari jiwa dan roh untuk itu ketiga komponen itu harus seiring sejalan dan harus menjadi pribadi yang utuh. Demikian pula dalam memenuhi kebutuhan hidup juga harus berjalan bersama-sama, pribadi yang utuh harus mampu memfungsikan semua, kalau salah satu bagian dari manusia itu ada yang sakit maka semua pasti merasakan sakit juga. 

KERJA BUAT TUHAN SELALU MANISE BAG. 3

Daud mengatakan " hati yang gembira adalah obat, seperti obat hati yang senang, tapi semangat yang patah keringkan tulang, hati yang gembira Tuhan senang". Dengan alasan itu bahwa tubuh lebih penting dari pada pakaian karena tubuh mewakili kehidupan manusia karena: 1. Manusia adalah ciptaan Allah 2. Tubuh bagian dari tujuan hidup manusia dalam memuliakan-Nya 3. Tubuh adalah bait Allah sedangkan pakaian adalah buatan manusia 4. Pakaian itu hanya alat atau sarana hidup sehari-hari yang tidak menyentuh pada kehidupan setelah kematian 5. Pakaian itu berkenaan dengan etika sosial kemasyarakatan karena jika seseorang tidak berpakaian itu dianggap tidak etis namun manusia tetap bisa hidup tanpa mengenakan pakaian. Pakaian adalah sarana dan prasarana yang ada kaitanya  dengan etika dan moral dalam kehidupan bermayarakat, kalau kita mau kembali kepada kehidupan manusia Adam dan Hawa di taman Eden mereka dalam keadaan telanjang, mereka tidak menyadari jika mereka dalam keadaan telanjang. Mereka baru menyadari dan tahu bahwa mereka telanjang setelah mereka melanggar perintahNya untuk tidak memakan buah pengetahuan baik dan jahat ditengah taman Eden. Paska peristiwa pelanggaran itu mereka punya rasa malu dan masing-masing dari mereka saling menyembunyikan diri dan saling menutupi auratnya. Perasaan malu yang awalnya sangat natural dengan hanya  ditup dengan dedaunan, selanjutnya mereka membuat tutup aurat dengan kulit binatang, namun seiring dengan bertambahnya jumlah manusia seiring mereka beranak cucu, bersamaan dengan itu pula mereka juga berkreasi berkenaan dengan penutup aurat yang namanya pakaian. Bahkan sekarang ini berpakaian/ berbusana semakin berpareasi dan berlomba-lomba membuat desain model busana, dalam perkembanganya berpakaian tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan hidup manusia. Apa lagi di era globalisasi penampilan dalam berbusana sangat menunjang popularitas dan setatus sosial seseorang di hadapan masyarakat. Cara berpakaian, mewahnya berpakaian dan modelnya untuk sekarang ini bisa menjadi ukuran seseorang itu kaya atau miskin, oleh karena itu demi penampilan yang menarik seseorang mau melakukan apa saja termasuk menjual sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya dalam hal ini menjual iman kepada Kristus demi menjaga penampilan di depan orang banyak. Dalam situasi dunia yang demikian peranan iman bagi para pengikut Kristus sungguh amatlah besar, disinilah ujian iman yang sesungguhnya, mampukah kita menjadi pembeda di zaman neoliberalisme ini karena manusia untuk mencapai tujuanya rela menghalalkan segala cara untuk tidak mau kalah dengan yang lain soal berpakaian. Sekarang ini pikiran dan tindakanya sangat hedonis, pada hal kehidupanya sangat jauh dari prinsip-prinsip iman Kristen yang bersumber dari kekuatan dan kebenaran Firman Tuhan. Yang terutama di dalam hidup ini adalah"carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu", kalau di dalam kehidupan yang kita kejar adalah kebenaran Allah dengan sendirinya kebutuhan hidup akan terpenuhi untuk itu jangan sampai terjerat oleh harta, tahta dan wanita atau pria tetapi hendaklah di dalam hidup setiap orang percaya meneladani Kristus.
KERJA BUAT TUHAN SELALU MANISE BAG IV
 Berkaitan dengan pakaian Ia membandingkan dengan bunga bakung yang dihiasi olehNya dengan keindahan yang luar biasa bahkan Dia sendiri berkata "Salomo seorang raja besar Israel dengan kekayaan dan kemewahan tidak berpakaian seindah bunga bakung di ladang. Pakaian adalah gambaran keindahan dan perlengkapan tubuh karena berpakaian manusia bisa kelihatan gagah dan cantik dalam pemandangan orang lain. Hal ini sungguh menjadi peringatan bagi kehidupan manusia bahwa bunga bakung yang ada di ladang yang tidak melakukan aktifitas apapun dalam kehidupanya dipelihara oleh Allah, apa lagi manusia sebagai umat yang sangat dikasihiNya tentunya lebih dari itu. Kalau manusia itu menyadari bahwa dirinya itu adalah makluk yang istimewa dibandingkan dengan ciptaan-Nya yang lain maka dari itu harus selalu mengucap syukur dalam segala hal, selalu sadar akan eksistensinya sebagai ciptaan yang segambar dengan Dia. Kekawatiran yang sering melanda dalam kehidupan manusia dengan kekuatan iman harus kita kikis habis karena kekawatiran itu yang melumpuhkan sendi-sendi iman yang kita miliki kepada Tuhan dan menjatuhkan semangat dan mental dalam bekerja. Kekawatiran yang berlebihan sebagai pertanda masih adanya keraguan iman kepadaNya,"siapa diantara kamu yang karena kekawatiranya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya". Kekawatiran itu bukanya menambah hidup kita menjadi dinamis untuk mampu menatap kedepan. Rasa kekawatiran itu menimbulkan rasa pesimistis dan takut gagal, iblis sangat senang dengan kehidupan orang-orang yang demikian karena biasanya selalu berpikir prakmatis, selalu bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri namun hidupnya penuh dengan keragu-raguan. Orang yang hidupnya demikian selalu kehilangan momentum dan hidupnya penuh dengan penyesalan di belakang hari. Semua orang berpikir tentang makan, minum dan pakaian sehingga hidupnya berfokus pada pemenuhan kebutuhan sendiri pada hal hidup itu homo homini lupus atau tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu hendaklah hidup saling memberi, bersosialisasi dengan lingkungan, itu semua dasarnya adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan dan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri itu hukumnya wajib.

KERJA BUAT TUHAN SELALU MANISE BAG. V
Dalam menyediakan makan, minum, rumah, pakaian antara orang yang sudah percaya Kristus maupun yang belum itu sama, yaitu sama-sama di dalam membanting tulang dalam bekerja atau bersusah-susah di dalam mengusahakanya. Namun kala kita mau teliti dan cermati perbedaanya juga tetap ada: 1. Orang percaya kepada Kristus memiliki Roh Kudus sedangkan yang belum percaya Kristus tidak memiliki Roh Kudus. 2. Orang-orang yang sudah percaya Kristus mempunyai jaminan keselamatan kekal, lain halnya dengan mereka yang tidak percaya jelas tidak punya jaminan keselamatan kekal itu. Kata kunci dari pada kehidupan dibawah kasih karunia Kristus adalah: "Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu", kata mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya adalah bicara antara pemerintah dan rakyat, antara pemimpin dengan mereka yang dipimpinya. Bicara masalah kerajaan Allah adalah bicara masalah pemerintahan Theokrasi yaitu kerajaan yang dipimpin langsung oleh Allah sendiri sedangkan bagi kita orang percaya adalah warga kerajaan Allah, bicara masalah kerajaan Allah juga berbicara masalah aturan main (Undang_Undang) Di dalam pemerintahan-Nya yang disebut sebagai Undang-Undang adalah kitab perjanjian lama dan perjanjian baru yang kita akui dan kita imani sebagi firman Tuhan yang akan mampu menolong dan menyatukan kita warga kerajaan Allah. Firman Allah adalah sumber-dari segala sumber hukum warga kerajaan Allah. Sebagai warga kerajaan yang harus kita cari adalah kerajaan dan kebenaranya, dengan kata lain, kerajaan Allah itu adalah Kristus sedangkan kebenaran-Nya adalah Firman-Nya, maka Rasul Paulus berkata:" kita harus mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, disini kata kuncinya adalah percaya. Di dalam Injil juga nyata kebenaran Allah yang bertolak dari iman memimpin kepada iman yang benar akan hidup oleh iman. Supaya tetap hidup dan terus hidup harus dengan mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, kebutuhan hidup itu bukan hanya makanan, minuman dan pakaian (kebutuhan jasmani)namun orang hidup juga membutuhkan kerohanian juga. Kata Yesus: "manusia hidup bukan hanya dari roti saja melainkan dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah", untuk itu setiap orang harus terus mencari dan mencari kerjaan dan kebenaran-Nya. Selama kita masih terdiri dari darah dan daging serta hidup kita masih dalam dunia ini kita akan terus mengusahaakan kerajaan dan kebenaraDia supaya hidup kita berkenan kepada Allah. DINAMIKA HIDUP DAN ROMANTIKA HIDUP "Semua akan ditambahkan kepadamu" Tambahan yang diberikan kepada kita oleh Tuhan itu adalah apa yang kita butuhkan sebagai manusia hal ini untuk menunjang kehidupan saat ini maupun kehidupan yang akan datang, Apa yang akan ditambahkan Tuhan akan selalu baru setiap hari dengan didasarkan pada dinamika hidup dan romantika kehidupan yang dijalani setiap orang dan manusia satu dengan yang lain selalu berbeda "sebab itu janganlah kamu kuwatir akan hari besuk karena hari besuk mempunyai kesusahanya sendiri kesusahan sehari cukup untuk sehari".

KERJA BUAT TUHAN SELALU MANISE BAG. VI

 Disini Allah ingin membuka hati dan pikiran tentang bagaimana menyelesaikan masalah dan persoalan hidup yang sedang mendera, karena kebiasaan kita selalu menunda persoalan itu, Jangan sampai kita menyimpan kemarahan sampai matahari tenggelam; persoalan pribadi dengan pribadi, pribadi dengan kelompok harus diselesaikan dalam hari ini juga, jangan sampai persoalan itu menumpuk menjadi amunisi atau bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak dan menimpa kita dan orang lain juga. Seiring dengan perjalanan hidup,  masalah datang silih berganti, apa bila masalah yang datang tidak segera diselesaikan maka akan berdampak pada eksistensi kita maupun orang lain juga. Untuk itu kasih Allah harus melingkupi kita dari sekarang sampai selama-lamanya, karena kasihNya membuat kita tidak goyah sebab Dia selalu sanggup menolong kita. Karena kita tidak bisa hidup tanpa kasih Allah  mengangkat kita dan menghibur kita serta menyelamatkan kita. Masmur Daud mengatakan" bahwa aku terindas itu baik bagiku supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu". Kalau kita mau mencari kerajaan dan kebenaran Allah rasa kekawatiran akan makananan, minuman dan pakaian akan hilang dengan sendirinya, karena segala macam bentuk penindasan yang datang dari manapun sebagai alat pembelajaran hidup dan pendewasaan iman, pola pikir dan pola kerja. Firman Tuhan juga mengatakan:"besi menajamkan besi manusia menajamkan sesamanya". Allah menggunakan lingkungan untuk menempa kita seperti bejana yang siap dipakai olehNya, tanpa pembentukan dan tempaan yang kuat kita akan tetap menjadi bayi rohani, berpikir seperti anak-anak dan berperilaku seperti anak anak. Kita harus sadar bahwa hidup kita bukanya kita lagi tetapi Kristus ada dalam hidup kita, segala pencobaan-ujian yang datang akan memurnikan komitmen iman, pikiran dan kerja-kerja kita. "Sebab aku yakin bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak bisa dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita", untuk itu jangan sampai berhenti berharap sampai Tuhan datang yang ke dua kalinya. "Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya"Tidak ada pemerintahan yang tidak mempunyai aturan dan peraturan termasuk dalam hal ini adalah kerajaan Allah, karena aturan itu berfunsi untuk membingkai semua unsur yang ada di dalamnya. Dengan peraturan dan aturan tersebut diharapkan akan membawa setabilitas kerajaan-Nya, dengan peraturan di dalam berkehidupan warga akan terarah. Kerajaan dan kebenaranya adalah sebagai haluan hidup rakyat, dengan hidup benar di dalam kerajaan itu akan memancar suatu kebaikan dan akan membawa perubahan hidup. Kebenaran dalam kerajaan Allah menjadi dasar kehidupan, menjadi pedoman hidup,  menjadi sumber dari segala sumber dalam mengarungi bahtera kehidupan serta menjadi barometernya. Semakin kita hidup benar dihadapan-Nya kita semakin berkenan kepada Dia maka berkat-berkat Allah akan mengalir, bagaimana supaya kita mampu mempertahankan kerajaan Allah dan kebenaran-Nya hanya selalu menyirami iman dan kebenaran itu dengan Firman Tuhan dan hidup seturut dengan kehendakNya. Kebenaran dan kerajaan itu harus kita cari dan kita usahakan terus, semakin kita mengusahakan kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semua itu akan ditambahkan kepada kita. Kata semua itu artinya.: yang menjadi kebutuhan kita akan selalu dicukupi oleh Dia baik pribadi maupun keluarga. amin

Senin, 06 Januari 2014

KHOTBAH DI BUKIT DI ATAS BUKIT PART. VII

HARTA ITU ALAT BUKAN TUJUAN
  Dalam kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari harta, karena harta (uang) alat untuk barter kebutuhan hidup, baik kebutuhan primer atau sekunder oleh karena semua manusia mencarinya, sampai sampai untuk mengejar harta rela melakukan dan mengorbankan harga dirinya. Melihat dari fenomena hidup manusia pertama Adam dan Hawa sampai kepada kedatangan Kristus di bumi bahwa harta adalah salah satu penyebab terjrumusnya manusia kedalam dosa, untuk itu Yesus berkata: "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi", di bumi ngengat dan karat merusaknya, membongkarnya serta mencurinya". Disini ada dua hal yang dapat menghilangkan harta:
Ngengat : melubangi uang yang berbentuk kertas atau berbahan plastik sehingga harta itu menjadi tidak laku untuk bertransaksi Sedangkan karat proses merusak uang tersebut adalah: Cara merusaknya dimulai dari tempat penyimpananya, khususnya apabila tempat tersebut dibuat dari besi, sedangkan uang yang bisa kena karat apa bila uang tersebut dibuat dari logam.
Hal yang ke dua yang dapat menghilangkan harta adalah pencuri,
Hal itu dilakukan oleh manusia dengan berbagai tujuan: Bagi orang miskin mencuri untuk menyambung hidup baik pribadi maupun seisi keluarganya, karena tidak punya alat produksi untuk sarana mencari uang maka pribadi tersebut berpikir dan bertindak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menjadi seorang pencuri. Untuk saat ini pencuri menjadi sebuah profesi sesorang untuk mengumpulkan harta. Namun yang lebih menyakitkan lagi mereka mencuri untuk modal berjudi dan untuk membeli minuman keras yang memabukan. Iblis tahu bahwa harta itu sangat setrategis sebagai alat untuk menjadikan manusia pengikutnya dengan memberikan harta benda sebagai kompensasi, banyak orang yang tergiur dengan harta yang diberikan oleh iblis, sehingga banyak orang yang rela menukarkan iman kepada Kristus dengan harta yang melimpah dan kembali kepada cengkraman penguasa kegelapan. HARTA DI SURGA Yang disebut sesuatu yang berharga dan bernilai sebenarnya bukan hanya yang bewujud harta benda yang laku di jual dan bisa dipertukarkan, disini Tuhan Yesus menunjukan kepada kita tentang harta yang tidak bisa di curi dan harta yang tidak bisa dirusak oleh ngengat dan karat yaitu "harta di Surga". Yang menarik disini adalah perkataan Tuhan Yesua berkenaan dengan harta " Karena dimana hartamu berada disitu hatimu berada", harta adalah pusat pertempuran antara kuasa kegelapan dan kuasa terang Kristus, kedua kekuatan itu berusaha saling mempengaruhi hati manusia, kalau sudah demikian hasil akhirnya tergantung manusianya itu sendiri, lebih dominan pengaruhnya Terang Kristus atau kuasa kegelapan si iblis. Itu adalah dua pilihan yang harus dipilih oleh manusia (di dalam dunia ada dua jalan, lebar dan sempit, yang lebar api jiwamu mati yang sempit itu hidup berglori. Kalau hati kita dikuasai terang Kristus makanya kita harus mampu menguasai harta tersebut untuk misi Kristus dan menjadikan harta itu hanya sebagai alat bukan tujuan yaitu Allah dipermuliakan di dunia ini sehingga cara cara memperolehnya pun sesuai yang Ia tetapkan:
  1.  Dengan bekerja sesuai dengan yang Tuhan berikan, bekerja itu kita menerima upah
  2.  Menerima hadiah atas prestasi kerja yang kita lakukan
  3.  Pemberian perorangan atau kelompok yang tidak mengikat atau tendensi tertentu
 Sebaliknya kalau kita mengikuti iblis harta itu yang menguasai hati dan pikiran kita, sedangkan cara-cara yang dipergunakan pun dengan yang disebutkan dalam perikup ini yaitu mencuri. Memang segala upaya dilakukan untuk mendapatkan harta, disini yang bisa menentukan besar kecilnya iman kita kepada Kristus, karena antara harta dan hati hanya beda tipis artinya harta bisa menguasai hati manusia. Kalau hati kita sudah dikuasai harta celakalah masa depan dan dan hidup kita karena demi mendapatkan harta seseorang bisa rela melakukan apa saja demi mewujudkanya. Namun bagaimana supaya hati kita mampu menguasai harta itu, kita harus selalu berdoa minta sama Tuhan supaya mampu menguasai diri tidak tergoda oleh harta, jangan sampai hidup kita itu hanya untuk mencari harta namun harta yang kita punyai sebagai alat dari Tuhan untuk mempertahankan hidup.

 MATA DAN HARTA
 Antara harta dan mata jelas tidak ada hubungan secara langsung namun kalau kita mencermati dengan benar atara mata dan harta ada hubungan yang sangat erat sekali. Dilihat dari pungsinya mata itu untuk melihat segala sesuatu termasuk melihat  harta, oleh karena itu baik buruknya prilaku manusia juga tergantung dari penglihatan yang dilakukan oleh mata, apakah mata berpungsi dengan baik atau tidak. Tuhan Yesus menggambarkan mata sebagai pelita yang mampu menerangi dan membawa anggota tubuh pergi ke mana pun, bagaimana apabila mata kita sedang sakit atau sedang tidak normal penglihatanya, apa lagi mata itu menjadi buta jelas tidak lagi melihat terangnya dunia ini. Di sini yang dikatakan Yesus bukan hanya bicara dua mata jasmani yang kita miliki namun juga berbicara tentang mata rohani. Apabila mata rohani dikuasai oleh Kristus maka harta tidak menjadi tujuan pokok dalam hidup kita namun harta menjadi alat untuk mencapai tujuan hidup yaitu kemuliaan nama Tuhan. Baik atau tidak berkenan kepada Allah atau tidak tergantung dan mampukah dalam mengatur harta yang kita miliki. Harta bisa menjadi penyebab jatuhnya manusia ke dalam dosa, karena alat yang digunakan untuk mengukurnya adalah setatus sosial dan iman seseorang di masyarakat adalah harta benda. Sesaleh dan sebaik apapun kehidupan di masyarakat kalau tidak mempunyai harta yang banyak tidak akan dipandang orang, namun sebaliknya ketika moralnya kurang, integritasnya di masyarakat juga kurang tetapi mempunyai harta benda yang melimpah ia akan di hargai orang dan mempunyai setatus sosial yang tinggi di masyarakat. Mengapa demikian karena mata rohani dan pikiranya sudah dibutakan oleh harta, dengan harta mereka bisa berkuasa dan membeli kekuasaan. Di semua lini dan semua level struktur masyarakat dan struktural di pemerintahan jual beli perkara, jual beli jabatan, merekayasa persoalan demi keinginan pribadi dan golongan sudah bukan menjadi rahasia umum lagi untuk itu Tuhan mengatakan "hati yang gelap". Untuk itu mata hati kita harus di sucikan oleh darah Kristus supaya dijauhkan dari hati yang gelap dan diisi dengan hati yang menyembah Tuhan, hati yang mengasihi dan memujiNya. Untuk itu dalam hidup kita jangan sampai ada pikiran, perkataan dan perbuatan tertuju pada harta,  namun sebaliknya pikiran perkatan dan perbuatan kita dikuasai oleh Allah ada di dalam Kristus. Di dalam kehidupan kita ada dua jalan, jalan yang lebar, jalan yang penuh kesenangan duniawi tetapi ujungnya menuju maut sedangkan jalan yang sempit adalah jalan yang penuh dengan kesengsaraanm namun ujungnya penuh dengan damai sejahtera bersama dengan Bapa di Surga. Inilah jalan yang harus kita pilih yaitu jalan yang penuh dengan suka cita dan kesenangan sesaat namun tidak berbahagia atau memilih jalan yang penuh dengan kepaitan pencobaan namun akan menemui kebahagiaan. Untuk itu jangan menjadi orang yang suam-suam kuku atau berkepala dua yang sangat dibenci oleh Tuhan maka dari itu kalau pilih mempertuankan mamon (harta) ya pilih mamon begitu juga kalau memilih mempertuankan Kristus ya harus memilih Dia dengan sepenuh hati. Kata Rasul Yohanes orang yang demikian akan dimutahkan-Nya. Jangan sampai kita salah memilih jalan. Amin