Minggu, 30 Agustus 2015

KASIH ALLAH TIDAK DIBATASI RUANG DAN WAKTU

"AKU mengucap syukur kepada ALLAHku setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku, karena aku mendengar tentang kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada TUHAN YESUS dan aku berdoa agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetauanmu akan yang baik diantara kita untuk KRISTUS. Dari kasihmu sudah ku peroleh kegembiraan besar dan kekuatan sebab hati orang kudus telah kau hiburkan, saudaraku" 
Mengapa Rasul Paulus dalam pokok pikiran suratnya kepada Filemon juga berbicara tentang kasih karena kasih adalah dasar dari kehidupan umat manusia, dengan kita mengutamakan kasih maka kerajaan Surga akan ada di bumi. Ia menulis surat kepada Filemon  juga didasari dengan kasih, hanya oleh karena kasih manusia itu bisa hidup dan eksistensinya bisa dilihat dan di rasakan. Dengan kasih segala permusuhan dapat diakiri dalam hal ini perang dingin antara Filemon dan onisimus dapat diakiri karena kasih.

Dengan perbuatan kasihdapat menutupi dosa dan semua kekurangan yang ada seperti yang dilakukan YESUS kepada dunia ini, dengan kasihNYA Ia berkorban untuk menyelamatkan dosa manusia, hal senada juga yang harus dilakukan umatNYA di bumi ini, yaitu belajar mengasihi, belajar untuk saling mengampuni sesama karena kasih itu pula yang menggerakan untuk sanggup mengampuni semua musuh, namun yang terpenting kita harus belajar mengasihi TUHAN YESUS.

Iman kepada ALLAH yang menumbuhkan kasih  itu di dalam diri Filemon sehingga kehidupanya sebagai seseorang yang kaya dan banyak memiliki budak dan iman kepada YESUS yang mengubah paradikma baik pribadi maupun kepada orang lain. Karena kasih itu konsentrasi hidupnya bukan lagi kepada mengejar harta kekayaan duniawi tetapi beralih mengejar harta Surgawi dengan terlibat langsung dalam pekerjaan pelayanan di Kolose dan rumahnya dijadikan tempat untuk ibadah, dengan kekayaanya itu ia gunakan untuk pekerjaan TUHAN dan mau berbagi kepada sesama.
Bahwa kasih kepada ALLAH itu telah muncul berbagai-bagai kebaikan baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri, kasih Rasul Paulus itu selalu mengingat orang lain dalam setiap doanya kepada ALLAH. Kasih akan selalu bergema sampai jauh sehingga ia yang jauh di penjara kota Roma tetap mendengarnya karena kasih itu tidak dibatasi oleh Ruang dan waktu serta teretorial, sebab Surat paulus kepada Filemon ini di tulis manakala dia sedang ada di penjara karena iman dan kasihnya kepada KRISTUS

Kasih menjadikan daya ingat seseorang  akan semakin tajam dan luas, semakin manusia itu mengasihi dengan tanpa pamprih seperti yang ditunjukan oleh Rasul Paulus kepada saudara-saudaranya seiman kususnya Filemon. Ia sangat berarti bagi Rasul Paulus sehingga dia sangat berati baginya sehingga Paulus menyebutnya Filemon yang kekasih teman sekerja kami. Mengapa Filemon sangat berarti bagi Rasul Paulus? Karena ia adalah seorang yang takut akan Tuhan, buah kerja dari pemberitaan Injil, ternya dalam Tulisan  surat Paulus kepada Filrmon  dalam pendahuluanya ia menyinggung jemaat yang ada di rumanya.

Setelah menjadi percaya dan mengenal KRISTUS secara pribadi Filemon ada perubahan di dalam hidupnya, perubahan yang sangat kelihatan adalah mengijinkan rumahnya sebagai tempat beribadah kepada ALLAH, hal ini menjadi salah satu indikator mengapa Rasul Paulus menyebutnya Rekan sekerja kami. Filemon berperan besar terhadap berdirinya Jemaat di Kolose yang ada di rumahnya. Dengan kata lasin dia sangat aktif di dalam pekerjaan TUHAN yang ada di Kolose.

Dampak yang nyata atas pertobatan Filemon adalah dapat dirasakan orang lain sehingga Rasul Paulus mengatakan, " karena aku mendengar tentang kasihmu terhadap orang kudus dan imanmu kepada TUHAN YESUS". Pada umumnya orang kaya itu sangat sulit untuk untuk menggunakan harta yang dimiliki untuk pekerjaan TUHAN dan membantu sesama. Hal ini seperti yang disampaikan Tuhan YESUS, "Guru perbuatan baik apakah yang harus ku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal? jawab Yesus: "Apa sebabnya engkau bertanya kepadaKu tentang hal yang baik? Hanya satu yang baik, tetapi jika engkau ingin masauk ke dalam hidup, turutilah segala perintah ALLAH! Kata orang itu kepadaNYA&itu perintah yang mana? Kata YESUS kepadanya: jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah manusia seperti dirimu sendiri. Kata orang muda itu kepadaNya: "Semuanya itu telah ku turuti, apa lagi yang masih kurang", kata YESUS kepadanya,jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, jualah segala milikmu dan berikanlah kepada orang miskin maka engkau akan beroleh harta di surga dan kemudian datanglah kemari dan ikutlah AKU". Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu pergilah ia dengan sedih sebab banyak hartanya.

Jumat, 07 Agustus 2015

PAHLAWAN YANG SEJATI 10

"Dirikanlah bagimu rambu-rambu jalan, pasanglah bagimu tanda-tanda jalan, perhatikanlah jalan raya baik-baik, yakni jalan-jalan yang telah kau tempuh"

"Dirikanlah bagimu rambu-rambu jalan", adalah alat yang berfungsi untuk mengatur para pengguna jalan  supaya tertip dan tidak saling berebut dengan yang lain, dengan didirikanya rambu-rambu jalan harapanya tidak akan ada lagi tabrakan atau kecelakaan yang mengakibatkan nyawa melayang atau cacat fisik baik ringan atau cacat fisik yang berat dampaknya mengalami penderitaan seumur hidup.

Rambu-rambu jalan mengajarkan kepada manusia sebagai pengguna jalan untuk dapat menghargai satu dengan yang lainya, karena merasa besar tidak menghargai yang kecil, dengan kita saling menghormati maka akan terjadi kedamaian dan ketentraman hidup. Dengan adanya saling menghargai itu tidak ada lagi permusuhan dan tidak ada lagi dendam, kalau suasananya damai itu dalam berkerja mencari nafkah pun juga tenang dan hasilnya akan maksimal.

Mengapa terjadi kecelakaan  sampai terjadi kematian atau cacat fisik karena mereka hanya mementingkan keinginan dan kebutuhanya sendiri, tidak ada yang saling mengalah antara yang satu dengan yang lain. Semua orang ingin cepat sampai tujuanya masing-masing walaupun nyawa melayang. Hanya dengan kasih kepada ALLAH dan sesama yang sanggup meredam hal-hal diatas, hanya dengan taat dan kasih kepada DIA mereka mampu melakukan semua itu.

"Pasanglah bagimu tanda-tanda jalan"
Tanda-tanda jalan dipasang untuk pengingat supaya kita tidak tersesat dalam perjalanan dan memberi tahu jalan yang benar bagi mereka yang belum pernah melewati jalan tersebut. Yang membuat mereka tersesat dan salah melewati jalan karena tidak ada tanda-tanda jalan yang menujukan arah tujuan, disamping itu jalan-jalan tersebut tidak ada lampu penerangan jalan khususnya mereka yang berjalan pada malam hari.

"Semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan ALLAH"
Sejak Adam dan Hawa makan buah pengetahuan baik dan jahat dunia ini telah menjadi rusak termasuk di dalamnya jalan yang dibangun atas usaha manusia menjadi rusak juga, hal itu yang menjadikan kehidupan manusia pertama dan keturunanya menjadi sulit. Semua yang ada di bumi telah merima imbasnya, karena kutuk yang diberikan ALLAH telah menyebabkan terjadi permusuhan antara keturunan ular dan keturunan manusia. Ular dan keturunanya akan bisa meremukan tumitnya perempuan dan keturunanya perempuan itu akan meremukan kepala ularnya dan keturunanya. Firman-NYA kepada perempuan itu " susah payahmu waktu mengandung akan KUbuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; engkau akan  birahi dan ia akan berkuasa atasmu."
Lalu firman-NYA kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan istrimu dan memakan dari buah  pohon yang telah KU perintahkan kepadamu: jangan makan dari padanya, terkutuklah tanah karena engkau;dengan susah payah engkau akan mencari rejekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri akan dihasilkanya bagimu dan tumbuh-tumbuhan dipadang yang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu sampai engkau kembali lagi menjadi tanah".

Dengan alasan diatas sudah wajar kalau untuk menghadapi pengalaman hidup yang begitu berat supaya tidak tersesat dan mempermudah perjalanan hidupnya maka memasang tanda-tanda jalan itu sangat penting supaya manusia terus berjalan dalam iman yang teguh kepada ALLAH. Apa yang disebut tanda-tanda jalan yang dimaksut disini adalah Firman TUHAN dan segala sesuatu yang datangnya dari ALLAH. Kalau iman kepada DIA mau terus bertumbuh dan berkembang, hidup senantiasa diberkati dan hidup senantiasa ada dalam kendali dan bingkai kasih karunia TUHAN maka hanya dekat ALLAH saja hidup kita menjadi tenang sebab dari padaNYA keselamatan, DIA adalah gunung batu dan kota benteng yang teguh dan kokoh, dengan demikian iman kita tidak akan goyah untuk selama-lanya.

Perhatikanlah jalan raya baik-baik, yakni jalan raya yang telah engkau tempuh
Dunia ini sejak manusia jatuh ke dalam dosa ada di dalam kegelapan karena itu kita harus memperhatikan jalan-jalan yang mau kita lewati dan jalan-jalan yang sudah kita lewati supaya tidak salah dalam memilih nya. Mengapa kita harusa selalu memperhatikan jalan  ? Karena di jalan ada banyak sekali benda atau yang lain yang dapat mengganggu perjalanan kita baik langsung maupun tidak langsung. Jalan yang akan kita lewati tidak semuanya jalan yang lurus dan baik tetapi dalam perjalanan kita sebagai pengguna jalan akan menemui jalan berkelok-kelok, tikungan dan jalan berlubang kalau tidak waspada dan memperhatikan jalan tersebut bisa saja terjadi kecelakaan yang berdampak buruk pada diri kita dan orang lain.

Memperhatikan jalan dengan baik itu bisa diartikan kewaspadaan, ketika menempuh perjalanan baik jarak jauh maupun jaraknya pendek kondisi tubuh belum tentu bugar tetapi saat kita berjalan bisa saja kondisi tubuh kita menurun maka dari itu kalau nekat atau memaksakan diri tetap melanjutkan perjalanan bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Jalan yang dibuat manusia semahal apapun tidak bisa menjamin keselamatan para pengguna jalan sekalipun mereka telah memakai perlengkapan atau pakan yang bersertipikat dan bersetandart keselamatan maka dari itu firman TUHAN melalui Nabi Yermia mengatakan: "Perhatikanlah jalan raya dengan baik".

Yang membuat jalan-jalan dunia buatan manusia banyak sekali memakan korban kecelakaan yang beujung maut adalah: mereka lebih mementingkan keinginan dan kebutuhan daging atau kebutuhan diri sendiri dari pada orang lain. Manusia berpikir, berucap dan bertindak dimulai dari kata "aku atau saya", selama manusia masih mendahulukan kepentingan diri sendiri ancaman dalam perjalan hidup akan terus mengikuti dan menghantuinya. Pada dasarnya jalan jalan di dunia ini memang ujungnya kepada kematian kekal karena tidak ada jaminan keselamatan  di dalamnya, yang tidak habis pikir jalan yang tidak ada kepastian keselamatanya oleh para penggunanya namun yang melalui sangat banyak. Begitu juga sebaliknya jalan yang sudah ada jaminan keselamatan dan berujung damai sejahtera yang melaluinya sangat sesdikit.

Jalan-jalan dunia ini penuh dengan kegelapan karena memang sudah dikuasai oleh keinginan daging yang bermuara pada hawa napsu yang memperhatikan jalan-jalan dengan kaca mata duniawi atau kacamata daging maka perjalanan hidup manusia tidak akan sampai kepada tujuanya. Supaya perjalanya dapat sampai tujuan dengan baik manusia harus memperhatikan dan melihat jalan-jalan itu dengan kaca mata rohami atau kacamata iman yang bermuara pada Allah dan sesama. Sedangkan orang yang bisa menggunakan kacamata rohani hanya orang-orang yang bisa dibenarkan oleh ALLAH sehingga di dalam berjalanpun juga akan memilih jalan yang benar. Sebab jalan yang benar telah diterangi oleh lampu-lampu jalan yaitu Firman TUHAN, mereka yang berjalan tidak akan jatuh dan apa bila ia sampai terjatuh tidak sampai tergeletak seba TUHAN menopang tanganya.

"Yaitu jalan-jalan yang telah mereka lalui"
Mengapa jalan-jalan yang mereka lewati harus diperhatikan, apa Tujuanya? Jalan-jalan yang kita lewati itu tidak semuanya baik, ada yang berlubang, bergelombang atau pun jalan yang masih jalan tanah. Kalau dalam perjalanan yang telah kita lalui bisa saja kita jatuh sekalipun sudah berulang kali melalui jalan itu apa bila kita tidak memperhatikan jalan tersebut. Dengan kita memperhatikan jalan yang sudah dilalui kita bisa membuat rekomendasi atau mengusulkan kepada pengambil kebijakan atau sekelompok masyarakat untuk memperbaikinya.

Manusia terdiri dari  kehidupan jasmani maupun kehidupan rohani, perjalanan kehidupan rohani juga  mengalami pasang surut karena tidak sanggup menolak keinginan daging yang terlalu kuat sehingga kehidupan sepiritualitas kita juga menemui lubang dan tanah yang bergelombang sehingga kehidupan menjadi sangat sulit. Kehidupan rohani juga mempunyai dinamika tersendiri karena sekalipun kehidupan kerohanian juga mempunyai kontradiksi antara satu dengan yang lain maupun dengan kontradiksi dengan diri sendiri. Sepiritualitas manusia yang beragam dan tingkatan rohaninya yang tidak sama itu menjadi alat untuk menguji tingkat iman seseorang. Kehidupan iman seseorang tidak bisa diukur dari usia, karena dalam realita manusia itu secara usia sudah dewasa tetapi realitanya dalam realita iman masih seperti anak-anak. Rasul Paulus dalam kehidupan sepiritualitasnya mengatakan: " Saudara-saudara  pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti manusia rohani tetapi hanya hanya dengan manusia duniawi yang belum dewasa dalam KRISTUS, "susulah yang kau berikan kepadamu bukanlah makanan keras sebab kamu belum menerimanya",Untuk menunjukan tentang dewasa atau belum dewasa atau belum  dalam iman, Rasul Paulus  menggunakan kata susu dan bukan makanan keras. Dalam Alkitab pertumbuhan iman yang idial harus seiring sejalan dengan pertambahan usia seseorang, namun  penghalang pertumbuhan rohani adalah kehidupan jamani (kehidupan daging) salah satunya iri hati, seseorang yang sedang iri hati tidak bisa diketahui orang lain. Hal ini sangat mengganggu pertumbuhan dan kedewasaan rohani, karena iri hati sangat mengganggu hubungan dengan Allah dan dengan manusia yang lain. Iri hati akan mempengaruhi kinerja iman seseorang untuk bertumbuh dan berkembang maka dari itu iri hati masuk dalam kehidupan menurut daging yang sangat dibenci TUHAN.

Rasul paulus mengatakan: orang yang tidak bertumbuh dalam iman kepada KRISTUS disebut manusia duniawi dan juga disebut bayi rohani yang masih butuh susu dan makanan lunak, ia juga menganggap manusia duniawi apa bila dalam satu persekutuan muncul golongan-golongan atau kelompok-kelompok yang bersaing mempertahankan pengaruh di dalamnya. Golongan-golongan yang mengatasnamakan diri seseorang selain nama KRISTUS adalah manusia duniawi walaupun aktifitasnya bekerja di wilayah rohani maka dari itu perhatikanlah jalan raya baik-baik yakni jalan-jalan yang telah kau tempuh. Apakah jalan-jalan yang telah ditempuh itu adalah jalan yang salah atau jalan yang benar sesuai dengan tujuan maka dari itu perhatikanlah jalan baik-baik. Jalan-jalan yang baik itu bukan  bentuk dan jenis jalan seperti jalan beraspal, jalan beton atau jalan yang masih bertanah yang sering kita lewati yang kelihatanya baik tetapi ujungnya menju maut.

Jalan yang baik itu yang walupun kecil atau jalan setapak tetapi kalau jalan itu membawa kita kepada tujuan yang benar itulah jalan yang baik"Akulah jalan kebenaran dan hidup", kalau kita mau berjalan sampai kepada jalan kebenaran hanya melalui YESUS KRISTUS, inilah pahlawan yang sejati bagi manusia, Ia rela berkorban bagi dan untuk keselamatan umat manusia berdosa, Amin


Jumat, 31 Juli 2015

PAHLAWAN YANG SEJATI 9

"Kamulah bangsa yang terpilih imamat yang rajani bangsa yang kudus umat kepunyaan Allah sendiri"
"Kamulah bangsa yang terpilih"
Ishak sebagai anak dari janji ketika menurunkan keturunanya tentunya juga menjadi anak yang perjanjian juga. Keturunanya akan melahirkan YESUS sang juru selamat manusia, dia adalah manusia yang maka akan menurunkan manusia terpilih juga. Seseorang yang terpilih untuk menurunkan  manusianya terpilih juga akan menurunkan bangsa yang terpilih pula yaitu Israel dan dari antara mereka akan melirkan MESIAS yang telah di janjikan dalam Perjanjian Lama. Bagi barang siapa yang percaya dan mengaku  bahwa KKRISTUS adalah TUHAN dan juru selamatnya akan menjadi umat pilihanNYA meskipun bukan keturunan Israel. Orang yang percaya kepadaNYA akan diangkat menjadi anak ALLAH dan berhak mendapatkan warisan kerajaan ALLAH (menjadi ahli waris kerajaan-NYA).

"Imamat yang rajani"
Sebagai orang percaya kepada KRISTUS kita disebut juga imamat atau imam (pemimpin umat) orang yang diutus untuk memberitakan kabar suka-cita dari DIA di dunia yang gelap ini, disamping anak Allah juga sebagai keturunan imam besar Agung yang dapat secara langsung berkomunikasi kepada ALLAH tanpa melalui perantara seorang imam seperti dalam PL. Berangkat dari kedudukan dan setatus itulah makanya jangan sampai ragu untuk mengikut dan menyerahkan diri berlindung kepada-NYA.

Yesus dikatakan dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru juga disebut Raja damai, mengapa demikian?
  1. Karena bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang besar
  2. Mereka yang diam di negeri kekelaman atasnya terang telah bersinar
  3. Sebab kuk yang menekanya dan gandar yang diatasnya baunya serta tongkat si penindas telah KAU patahkan seperti pada hari kekalahan Median
  4. Sebab seorang anak telahir untuk kita
  5. Seorang Putra diberikan untuk kita
  6. Lambang pemerintahan  ada diatas bahunya
  7. Namanya Disebut orang ; penasehat ajaib, ALLAH yang perkasa, bapa yang kekal dan raja damai
DIA adalah  dari garis keturunan Daud raja Israel yang besar itu, disamping itu firman TUHAN juga mengatakan "Dan TUHAN ALLAH telah mengaruniakan kepadaNYA tahta Daud bapa leluhurNYA, dan Ia akan menjadi raja  atas kaum keturunan Yakub sampai selamanya". Disebut raja damai karena DIA memerintah dan berkuasa tidak menggunakan tangan besi, karena IA memerintah dan berkuasa tidak menggunakan tangan besi yaitu  tidak menindas rakyat dengan berbagai pajak, berbagai pungutan untuk kehidupan kerajaan-NYA. YESUS sebagai raja tidak dibatasi teretorial dan wilayah tertentu karena kerajaan-NYA tidak dibatasi ruang dan waktu.

Kristus disebut imam besar Perjanjian baru
1. Karena Ia duduk disebelah kanan tahta yang maha Besar di Surga
2. dan yang melayani ibadah di tempat kudus di dalam kemah sejati karena didirikan oleh TUHAN oleh manusia
Tugas dan Fungsi Imam Besar
Imam besar ditetapkan untuk untuk mempersembahkan korban dan persembahan, tetapi mengapa ketika di bumi YESUS  bukanlah imam? Karen di dunia  telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut Hukum Taurat. Seandainya YESUS di dunia ini menjadi imam di maka akan banyak sekali kontradiksai-kontradiksi yang akan dimunculkan oleh para pemimpin agama Yahudi. Disamping itu pelayanan imam di dunia ini adalah gambaran-gambaran dan bayangan yang ada di Surga. Contohnya Musa: Ingatlah, demikianlah firman-Nya "bahwa engkau membuat semua ini menurut contoh yang ditunjukan kepadamu diatas gunung itu".

YESUS menjadi pengantara  dari perjanjian yang lebih mulia yang didasarkan atas janjiNya yang lebih tinggi, Ia mendapat  kasih kasih karunia yang  di padang gurun, bangsa yang terluput dari pedang itu, dari jauh TUHAN menampakan diri dari padanya.
  • AKU mengasihi dengan kasih yang kekal sebab itu, Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu
  • AKU akan membangun engkau kembali sehingga engkau dibangun hai anak dara Israel!
  • ENGKAU mengasihi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian yang bersukaria
  • ENGKAU akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya  orang-orang membuatnya akan memetik hasilnya pula
  • Sungguh akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efrayim
  • Ayo marilah  kita naik ke Sion kepada TUHAN ALLAH kita.
  • Sesungguhnya aku akan membawa mereka dari tanah utara
  • dan mengumpulkan mereka dari ujung bumi dari antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan-perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkanya
  • Dengan menangis mereka akan datang dengan hiburan, Aku akan membawa mereka;
  • AKU akan memimpin mereka ke sungai-sungai di jalan yang rata dimana mereka tidak tersandung
  • Sebab AKU telah menjadi Bapa Israel, Efraim adalah anak sulungKU
  • Dengarlah Firman TUHAN hai bangsa-bangsa, beritaukanlah itu  ditanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah:Dia yang telah  menyerahkan Israel akan mengumpulkannya kembali dan menjaganya seperti gembala  terhadap kawanan dombanya!
  • Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub telah menebusnya dari tangan yang lebih kuat dari padanya
  • Mereka akan datang bersorak sorai diatas bukit Sion
  • muka mereka akan berseri-seri karena kabajikan TUHAN
  • Karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi;
  •  hidup mereka akan seperti tanaman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali merana

Allah memberikan pengharapan kepada umatNya
  • Di Rama terdengar ratapan yang pait pedih
  • Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi
  • Cegahlah suaramu dari menangis dan umatmu dari mencucurkan air mata
  • Sebab untuk jerih payahmu ada ganjaran, mereka akan kembali dari negeri musuh.
  • Masih ada harapan untuk hari depanmu, anak-anak akan kembali ke daerah mereka

Mengevaluasi diri
  • Telah terdengar sungguh-sungguh Eprayim meratap:  Engkau telah menghajar aku dan aku telah menerima hajaran, Seperti anak lembu yang tidak terlatih
  • Bawalah aku supaya aku berbalik sebab berbalik sebab Engkaulah Tuhan Allah, sungguh sesudah aku berbalik aku menyesal, aku merasa malu dan ternoda, sebab aku menanggung aib masa mudaku


Minggu, 05 Juli 2015

PAHLAWAN YANG SEJATI 8

PIKIRAN IMAN DAN PIKIRAN DAGING
Setelah Gidion kembali ke Israel dari medan peperangan dan membawa kemenangan sudah barang tentu ia mendapatkan apresiasi yang luar biasa daru rakyat Israel. Bentuk apresiasi yang diberikan kepada Gidion adalah: Dia dan keturunanya diminta rakyat untuk memerintah (menjadi pemimpin atau raja)tetapi Gidion menolaknya.

Mengapa Gidion tidak mau menerima tawaran rakyat Israel untuk memerintahnya? Karena Gidion ingin pemerintahan Theokrasi "Biarlah Tuhan yang memerintah kamu", ia adalah utusan-NYA, segala titah dan kuasa diberikan kepada yang telah memberikan dia mandat. Gidion hanya diutus untuk memimpin pasukan berperang melawan Orang-orang Median dan itu sudah dilaksanakan dengan baik olehnya dan Gidion diutus bukan untuk memerintah bangsa Israel. Hanya satu hal yang diminta oleh Gidion kepada rakyat Israel, ia hanya ingin minta anting-anting dari hasil jarahan perang karena musuh beranting-anting emas, jumlah anting-anting yang bisa berjumlah 1.700,00 sikal emas. Sikal adalah ukuran timbangan, satu zikal 11,4 gram dan biasanya digunakan untuk ukuran jumlah uang. Oleh Gidion emas-emas yang terkumpul itu untuk membuat efod; apa itu efod, efod adalah baju imam yang di dalam dadanya ditaruh urim dan tumim (batu-batu pernyataan keputusan), baju itu dipakai untuk mencari kehendak TUHAN, efod  juga berfungsi sebagai tanda peringatan yang tetap dihadapan TUHAN.

Setelah efod ini selesai dibuat oleh Gidion ditaruhnya  di kota opra, apa tujuan dia membuat efod itu sebagai suatu peringatan  kepada bangsa Israel agar selalu mencari kehendak TUHAN yang sudah menolong Israel mengusir  musuh yang telah melakukan penindasan orang-orang Israel. Namun yang terjadi justru sebaliknya Bangsa Israel salah dalam mengiterprestasikan efod itu sebab setelah melihat efod tersebut Israel bukan mencari kehendak TUHAN dan takut dan kasih kepadaNYA tetapi bangsa Israel menyembahnya dan menganggapnya sebagai dewa. Dengan adanya baju efod ini menjadikan jerat baginya dan sisi rumahnya. Hal ini menjadi awal bencana bagi masa depan bangsa Israel. Mereka tidak pernah belajar dari nenek moyangnya bagaimana ketika takut dan kasih kepada ALLAH mengalami kedamaian dan kesejahteraan hidup, musuh tidak berani mendekati wilayah kekuasaanya. Tetapi sebaliknya ketika bangsa Israel melanggar titah dan ketetapan-NYA maka petaka akan muncul menghampiri, mulai dari kehidupan keluarga, masyarakat sampai kepada pertanian dan peternakan serta usaha-usaha yang lain akan dibuat tidak berhasil. Penyakit pada manusia, ternak dan tanaman silih berganti menyerangnya, sudah gagal panen ditambah penjarahan atas mereka tehadap penyimpanan-penyimpanan persediaan bahan makanan memperparah kondisi kehidupanya. Ketika Gidion masih hidup saja mereka sudah lupa akan kasih dan pertolongan ALLAH pada mereka apa lagi paska Gidion mati maka kondisinya akan lebih parah lagi. Bangsa Israel lebih suka menyembah simbul-simbul dan benda-benda buatan manusia itu sendiri yang tidak mempunyai kuasa untuk menolong dirinya sendiri, mereka selalu membandingkan ALLAH yang telah terbukti berkuasa dan menolong dalam setiap kesulitan yang dihadapinya sejak nenek moyang mereka dahulu dengan para dewa bangsa lain yang tidak mempunyai kuasa apapun.

Pada zaman ini kondisinya tidak jauh berbeda dengan zaman Gidion, para pengikut Kristus selalu mendewakan simbul-simbul yang mereka buat sendiri melebihi Allah pada hal jelas tidak punya kuasa untuk menolong setiap kesulitan yang dihadapinya. Seharusnya simbul itu hanya sebagai peringatan dan prasasti supaya lebih mengingat dan lebih mendekat kepadaNYA. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya mereka mengambil kemuliaan TUHAN itu untuk kebanggaan dan kemuliaan sendiri. Para pengikut KRISTUS kurang atau tidak lagi mengingat betapa  IA telah rela merendahkan diri menjadi sama dengan manusia, mengorbankan diri demi keselamatan manusia, tetapi manusia sering lupa dan berpaling kepada allah yang lain.

yang harus kita garis bawahi adalah: "Sebab mereka orang Ismail'. Ada apa dengan Ismail, siapakah dia?Ia adalah putra tertua Abraham yang lahir dari istri ke duanya Hagar yang berasal dari Mesir hamba perempuan dari Sara istrinya, ia lahir ketika Abraham beumur 86 tahun dan meninggal pada umur 137 tahun. Karena sudah usia lanjut belum mempunyai seorang anak, saat ia masih bernama Sarai dia mengambil Hagar hambanya perempuan diberikanya kepada Abraham suaminya untuk dijadikan istri. Kala itu Abraham masih bernama Abram yang telah selama 10 tahun mendiami tanah Kanaan dan ia pada waktu itu berusia 85 tahun. Menurut adat waktu itu anak Hagar akan menjadi anak Sarai dan Abraham, hal ini adalah usahanya untuk memenuhi janji TUHAN mengenai putranya. "Setelah Abraham menghampiri Hagar mengandunglah perempuan itu, ketika Hagar tahu bahwa ia sedang mengandung maka dia memandang rendah Sarah nyonyanya itu". "Penghinaan yang ku derita ini tanggung-jawabmu; aku yang memberikan hambaku itu kepadamu, baru saja tahu bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku. Kiranya TUHAN yang menjadi hakim antara aku dan engkau, hambamu itu dibawah kekuasaanmu;berbuatlah kepadanya apa yang kau pandang baik. Lalu Sara menindas Hagar sehingga ia lari meninggalkanya."

Hagar adalah pribadi perempuan yang tidak tahu diri, bagaimana tidak, dia adalah seorang asing di tanah Kanaan dan seorang hamba dari Sara istri Abraham, karena mengetahui dia mandul dan usianya sudah lanjut sehingga belum  dikaruniai seorang putra. Atas dasar itu sehingga ia memberikan hambanya perempuan  yang bernama Hagar. Sebagai seorang hamba dia diangkat derajatnya oleh Sarah nyonyanya itu menjadi madunya,  "setelah Abraham  menghampiri dia mengandunglah perempuan itu." Inilah awal malapetaka bagi Hagar karena setelah ia tau kalau  mengandung lalu ia menghina atau merendahkan Sara sehingga ia mengusirnya. Sebagai hamba Hagar mempunyai watak dan karakter yang sombong dan tinggi hati, dia tidak menyadari bahwa ia hanya seorang hamba yang diangkat menjadi terhormat dan memiliki setatus sosial yang tinggi oleh Sara sebagai istri Abraham. Penghinaan terhadap Nyonyanya itu menjadi senjata makan tuan baginya karena akibat kelakuanya sendiri setatus sosialnya menjadi rendah lagi, dari menjadi istri seorang yang terpandang di Kanaan karena kesombonganya ia bersetatus hamba yang rendah lagi. Hagar di usir membawa beban yang sangat berat karena di dalam rahimnya ada bayi hasil hubunganya dengan Abraham.

Apa bila dipikir dengan akal sehat dan sosial kemasyarakat saja apa yang dilakukan oleh Sara itu sangat baik karena mengkat derajat, harkat dan martabat seseorang dari hanya seorang hamba perempuan diangkat menjadi madunya namun tujuan mulia dan baik tidak selalu mendapatkan respon yang baik dari orang lain. Yang terjadi dalam realita bertolak belakang karena harapanya dengan menyerahkan Hagar hambanya kepada Abraham untuk diperistri itu untuk menutupi rasa malu karena belum diberikan anak Oleh Tuhan. Tetapi oleh Hagar air susu dibalas air tuba, setelah ia tahu kalau dirinya mengandung ia merendahkan diri nyonyanya itu, perbuatan baik Sara menjadi jerat bagi dirinya sendiri. Demikian pula dengan Gidion ia mengalami perkara yang sama dengan Sara soal berbuat baik dengan membuatkan efot untuk prasasti atau peringatan bagi bangsa Israel karena kebaikan ALLAH kepada mereka. Tetapi perbuatan baik yang dilakukan Gidion dimaknai berbeda oleh bangsa Israel, dengan adanya efod  bangsa Israel bukan semakin sadar dan mendekat kepada ALLAH tetapi efod yang dibuat Gidion disembahnya dan didewakanya. Kita semua sebagai manusia boleh mempunyai angan-angan, dan melakukan ini dan itu tetapi manusia tidak mempunyai kuasa untuk menentukan hasil akkir, inilah perbedaan antara manusia dengan TUHAN. semua yang TUHAN telah rencanakan dan firmankan pasti akan terjadi, tetapi manusia boleh merencakan tetapi hasilnya TUHAN yang menentukan. Dalam fakta kehidupan sehari-hari orang yang tinggi hati, sombong yang suka merendahkan diri yang suka merendahkan orang lain yang merasa dirinya lebih mampu dari pada orang lain akan berdampak buruk bagi dirinya sendiri baik saat itu juga maupun dimasa yang akan datang. Seandainya Hagar sebagai seorang budak mempunyai watak yang rendah hati dan taat kepada Sara mungkin cerita kehidupanya akan lain, setatus sosialnya yang tinggi sebagai istri Abraham akan tetap berlanjut sampai ia mati. Tetapi karena karakter dan sifat yang buruk yang melekat pada dirinya posisi sosial yang sudah diatas kembali melorot ke bawah.

Selanjutnya  kata malaekat Tuhan kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan  seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael sebab TUHAN  mendengar tentang penindasan atasmu itu. Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu tanganya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia dan tempat kediamanya ia akan menentang  semua saudaranya."
Keledai sudah menemaninya sudah sejak 5000 tahun yang lalu, nenek moyang mereka adalah keledai liar yang ada di Aprika. Keledai saat itu sudah menjadi hewan pekerja yang kusus membawa barang, sehingga penulis Yunani kuno  menuliskan dengan menghubungkan dengan prilaku bodoh, budak dan keras kepala.
Keledai adalah salah satu alat tranportasi yang berkelas, karena sering dipergunakan oleh  kalangan menengah keatas atau dengan kata lain mereka yang mempunyai jabatan pada zaman itu. Mengapa keledai disebut alat tranportasi yang aman dan nyaman karena prilaku keledai yang santai dan tidak tergesa-gesa dalam berjalan tetapi cukup kuat tenaganya dan sanggup berjalan jauh. Disamping itu keledai adalah binatang yang tidak pernah terjerembab ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya, itulah alasanya mengapa ia sangat nyaman dan aman untuk digunakan sebagai alat transportasi.

Kalau melihat hal diatas sudah terang benderang mengapa Ismael lakunya seperti keledai liar karena melihat dari ibunya Hagar sebagai seorang hamba atau budak dari Sara, ia telah melakukan hal yang bodoh dengan merendahkan nyonyanya karena tidak bisa mengandung, sehingga di diusir dari rumah Abraham. demian nanti
  • tanganya akan melawan tiap-tiap orang
  • dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia
  • dan di tempat kediamanya ia akan menentang semua saudaranya
ketiga alasan diatas kenapa Ismael disebut lakunya seperti keledai liar yang dihubungkan dengan prilaku bodoh dan keras kepala walaupun itu masih menjadi perdebatan yang sengit sampai dengan saat ini oleh para theolog Kristiani. Kita lebih percaya yang mana hal ini tergantung pada iman kita masing-masing percaya yang mana karena itu bukan yang pokok, jangan sampai hal itu mengkaburkan sesuatu yang terpenting dalam hidup kita yaitu percaya kepada KRISTUS sebagai TUHAN dan juru selamat dalam kehidupan kita.

Pada usia 13 tahun Ismail disunat  bersama dengan pria di rumah Abraham, pada waktu itu ia beumur 99 tahun, bersamaan dengan itu Abram berganti nama menjadi Abraham sedangkan Sarai berganti nama menjadi Sara. Allah berjanji akan memberkati Sara dan dari padanya Ia akan memberikan anak laki-laki bagi Abraham sehingga Sara menjadi ibu bangsa-bangsa, raja dari bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.

"Ah sekiranya Ismail diperkenankan hidup dari padaMu", tidak melainkan Sara yang akan melahirkan  anak laki-laki bagimu, engkau akan menamai dia Ishak dan AKU akan mengadakan perjanjian dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunanya. Tentang Ismail : AKU telah mendengarkan permintaanmu,ia akan KU berkati, KU buat beranak cucu dan sangat banyak, ia akan memperanakan dua belas raja, Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar. Tetapi perjanjianKU akan KUadakan dengan Ishak yang akan dilahirkan Sara bagimu".

Firman TUHAN yang sudah keluar dari mulut-NYA pasti akan di genapi dan tidak bisa ditukar dengan apapun juga yang ada di dunia ini, sebagai anak Abraham Ismael dan Ishak dan keturunanya pasti akan diberkati dengan menjadikan keturunan mereka menjadi bangsa yang besar. Tetapi yang membedakan antara keturunan Ismail dan Ishak adalah : Ishak adalah anak perjanjian karena melalui garis keturunanyalah akan melahirkan sang juru selamat dunia yaitu YESUS KRISTUS yang juga disebut MESIAS yang sangat dirindukan rakyat Israel. Kelahiran Ishak dari ibu Sara ada hal yang tidak umum bagi kebanyakan orang karena:
1. Saat melahirkan Ishak Sara berumur 90 tahun karena memang ia adalah perempuan yang mandul.
2. Kelahiran Ishak baginya mampu menghapus citra negatif bagi dia karena dari tidak punya keturunan menjadi punya keturunan, menurut pandangan bangsa Israel bagi perempuan yang sudah bersuami tidak bisa melahirkan anak disebut manusia dosa dan hina.

Kata "Ah sekiranya Ismael diperkenankan hidup dari padaMu", Abraham sedang melakukan tawar menawar dengan ALLAH soal setatus Ismael dihadapan-NYA, karena ia hanya anak dari istrinya Hagar yang berlatar belakang seorang hamba istrinya sendiri Sara. Apa yang dilakukan Abraham adalah sangat manusiawi, ia sebagai orang tua sangat memikirkan masa depan anaknya. Disamping itu Abraham masih berpikr sangat manusiwi dengan melihat kemandulan Sara dan usianya yang sudah menginjak 90 tahun, namun Allah mengatakan: "tidak, melainkan Sara yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, engkau akan menamai dia Ishak dan Aku akan mengadakan perjanjian dengan dia menjadi perjanjian yang kekal. Inilah perkataan dan tindakan yang selaras dan disini Tuhan juga menandaskan bahwa Firman-Nya itu ya dan amin, Ia juga konsisten dengan janji yang telah diucapkan sebelumnya kepada mereka ketika mereka masih di Ur-Kasdim.

Kata "diperkenankan hidup dari padaMU", juga terkandung maksut berkenaan dengan persamaan hak antara Ismael dan Ishak karena keduanya adalah anak Abraham dan  ia memintakan hak kekekalan kepada Ismael dan keturunanya atau kehidupan dahulu, sekarang dan selamanya. Dengan kata lain  kata: "Diperkenankan hidup dihadapanMU"  artinya sama dengan AKU akan mengadakan perjanjianKu dengan dia menjadi perjanjian yang kekal". Abraham masih ragu terhadap perkataan ALLAH yang mengatakan, "Sara yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu engkau akan menamai dia Ishak dan AKU akan mengadakan perjanjian dengan dia menjadi perjanjian yang kekal". Inilah bentuk-bentuk pikiran daging yaitu berpikir dengan kemampuanya sendiri dengan melihat realitas hidup manusia yang lain dan kondisi usia Sara dan kemandulanya. Abraham mau bernegosiasi suapaya Ismael menjadi anak perjanjian untuk menurunkan sang MESIAS yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama. Kalau dia berpikiran iman tentunya Abraham sangat percaya kepada perkataan ALLAH dan janji-NYA sebelum mereka berangkat ke Kanaan, inilah akal sehat manusia yang acap-kali muncul mewarnai dinamika hidup sepiritualitas manusia, kondisi iman yang menurun dalam diri Abraham dan Sarah ketika ia menyerahkan hambanya perempuan Hagar untuk dijadikan istri untuk mendapatkan keturunan dan Abraham mau menerima tawaran Sara untuk mau menerima Hagar sebagai Istri ke dua. Mengapa keduanya melakukan hal itu karena mereka berpikiran daging (menggunakan logikanya sendiri) dan melupakan janji ALLAH. Karena mereka berpikir secara daging buah pemikiranya pun hasilnya juga daging yaitu anak yang dilahirkan Hagar dari benih Abraham yang namanya Ismael. Apa yang diberikan oleh ALLAH kepada keturunanya sifatnya hanya untuk memenuhi kebutuhan daging saja selama masih di bumi.

Sebagai anak seorang hamba yang diperanakan menurut daging sedangkan hal itu identik dengan perbuatan: percabulan, kecemaran, hawa napsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri,percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Sehingga wajar apa bila Ismael dikatakan oleh firman TUHAN "lakunya seperti keledai liar", karena dilahirkan oleh daging, pikiran, ucapan dan tindakanya pun menuruti keinginan daging. Pada faktanya kerja-kerja kedagingan itu cenderung merusak karena landasan berpikir mereka adalah napsu untuk berkuasa dalam segala hal. Yang perlu diingat kedagingan itu tumbuh dan berkembang hanya di bumi dan akan berlalu bersama dengan hilangnya bumi.  Untuk memenuhi kebutuhan kedagingan manusia melakukan dengan segala cara termasuk cara-cara jahat. Sudah wajar kalau firman TUHAN mengatakan bahwa lakunya Ismael seperti keledai liar ini adalah kiasan karena kata Rasul Paulus" yang diperanakan menurut daging menganiaya yang diperanakan menurut ROH", karena antara keduanya saling berkontradiksi.
Antara keduanya mempunyai konsep hidup yang berbeda, Ismael yang dilahirkan dari perempuan yang berlatar belakang seorang hamba dilahirkan dari daging sehingga konsep hidupnya dari keinginan daging. Konsep kehidupan daging bermuara pada kehidupan yang mementingkan diri sendiri baik dalam pikiran, dalam ucapan dan dalam tindakanya untuk diri sendiri dan golonganya. Mereka selalu haus akan kekuasaan dan demi memuaskan hasrat kekuasaan rela melakukan kekerasan (penganiayaan, apa bila perlu tega membunuh sesamanya).

Hidup menurut daging intinya kerja-kerja hanya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan daging semata pada hal telah kita ketahui bersama bahwa kedagingan itu hanya ketika hidup didunia saja (sifatnya tidak kekal). Untuk saat ini banyak sekali orang yang mengaku umat pilihan ALLAH namun kehidupanya berkontradiksi dengan kepentingan-NYA DIA karena mereka mengejar kepentingan dan memenuhi keinginan duniawi saja. Contohnya dengan melakukan korupsi, nepotisme dan melakukan kolusi untuk derajat, pangkat dan bergelimang harta kemewahan, mereka selalu berpikir, berucap dan bertindak prakmatisme atau kepentingan sesaat saja dan tidak memikirkan sesuatu yang ada hubunganya dengan hari depan (anak cucu). Prakmatisme atau kepentingan sesaat itu sifatnya merusak mental, sepiritual dan merusak keseimbangan alam ini, demi kekuasaan, demi harta rela melakukan perampasan hak orang lain dan menindas orang lain. Orang yang dilahirkan dari daging tidak akan mendapatkan warisan kerajaan ALLAH karena memang bukan haknya. Yang mendapatkan warisan kerajaan ALLAH adalah Ishak dan keturunanya karena dia dilahirkan dari sebuah janji.

KRISTUS dilahirkan di bumi karena janji ALLAH kepada umat manusia untuk membebaskan dari penderitaan dosa-dosa, paska kelahiran, kematian, kebangkitan dan kenaikan TUHAN YESUS siapakah yang disebut anak janji? Yang disebut anak janji ialah semua orang yang mengaku KRISTUS TUHAN dan juru selamatnya, pengakuan itu dibuktikan dengan pembabtisan.     

Senin, 29 Juni 2015

PAHLAWAN YANG SEJATI 7

KONSISTENSI
Sekalipun Gidion dan pasukanya sangat lelah, lapar dan haus namun mereka tetap melakukan pengejaran terhadap musuh, dalam perjalananya bertemu dengan orang Sukot dan Gidion berkata:


 "Tolong berikan beberapa roti untuk rakyat yang mengikuti aku ini, sebab mereka telah lelah dan aku sedang mengejar Zebah dan Salmuna raja-raja Median".

Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada dalam tanganmu sehingga kami harus memberikan roti kepada tentaramu"

Perkataan orang Sukot adalah perkatan yang penuh dengan kesombongan dan tidak punya kasih terhadap sesamanya, makanya Allah sangat benci terhadap manusia yang mempunyai karakter dan sifat yang demikian makanya Dia melalui Gidion berkata: "Kalau begitu apa bila Tuhan menyerahkan Zebah dan Salmuna ke dalam tanganku, aku akan menggaruk tubuhmu dengan duri padang gurun dan onak". Tuhan sebagai YHWH bangsa Israel tidak ingin umat-Nya dihina sedemikian rupa oleh orang Sukot yang sombong dan tidak punya belas kasihan.Dalam perjalanan selanjutnya Gidion dan pasukanya bertemu dengan orang Penuel, ia juga mengajukan permintaan yang sama seperti sebelumnya, sedangkan jawaban orang Penuel terhadap permintaanya tetap sama. Yang berbeda jawaban Gidion selanjutnya yaitu: "Apa bila aku kembali dengan selamat maka aku akan merobohkan menara itu."

Yang menjadi pertanyaan, permintaanya sama kepada Sukot dan Penuel tetapi mengapa jawabannya kepada keduanya berbeda? Orang Sukot akan dibalas dengan menggaruk tubuh mereka dengan duri padang gurun dan onak, yaitu dengan mentuh langsung tubuhnya, luka dan rasa sakit juga bisa diketahui oleh orang lain saat itu juga. Luka ditubuh bisa disembuhkan dengan obat-obatan dari tabib dokter dan orang pinter dalam pengobatan yang lainya. Sedangkan balasan untuk orang Penuel adalah: hanya dengan merobohkan menara itu, mengapa balasan Gidion terhadap Orang Penuel hanya merobohkan menara dan kalau dilihat seakan-akan balasanya sangat ringan karena tidak bisa dilihat langsung  tetapi kalau dirasakan hal itu lebih berat.Menara itu lambang atau simbul kebanggaan dan kecongkakan seseorang atau sebuah  kelompok, menara itu monumental. Menara itu sama dengan harga diri, kalau menaranya jatuh maka harga dirinya akan jatuh dan tidak lagi mempunyai harga diri. Kalau yang sakit itu hatinya akan sangat sulit untuk disembuhkan dengan obat dan tabib. Setelah Gidion berkata kepada orang Penuel lalu pergi melanjutkan pengejaran kepada orang Median, Geografis daerah timur tengah begitu berat karena disamping pegunungan yang tandus juga juga padang gurun. Hal itu menjadikan tingkat kesulitan yang luar biasa dan membutuhkan fisik dan tenaga esktra untuk mampu melaluinya. Sementara Zebah dan Salmuna berada di daerah Karkor bersama dengan kira-kira lima belas ribu tentara sementara yang telah tewas berjumlah seratus duapuluh ribu.

"Gidion maju jalan orang-orang yang diam di kemah di sebelah timur Nobah dan Yogbelia lalu memukul kalah tentara tersebut ketika mereka itu merasa aman."

Yang menjadi pertanyaan, apakah di dunia ini ada wilayah yang aman untuk bertempat tinggal dan aman untuk bersembunyi? Yesus berkata: "Manusia itu seumpama domba yang ada di tengah-tengah kawanan srigala". Orang boleh merasa aman karena ada dalam persembunyian dan jauh dari kejaran musuh. Zebah dan Salmuna bisa bersembunyi dari kejaran manusia tetapi tidak akan bisa bersembunyi dari pengejaran Allah. Pada hal saat ini Gidion sedang bergerak sebagai tangan panjang Allah untuk mengejar mereka, yang jelas mereka tidak paham bahwa YHWH Israel itu maha mengetahui segalanya sehingga kalau menganggap dan merasa sudah aman itu sangat kliru besar.

Yang harus diketahui bersama adalah mereka dapat bersembunyi dari kejaran manusia yang lain tetapi karena manusia tidak bisa menembus ruang dan waktu karena pandangan jasmaninya terbatas, tetapi masnusia tidak lepas dari radar pantauan dan kontrolnya Tuhan. Manusia tidak dapat tersembunyi dan menyembunyikan diri dari hadapan Allah. Karena sudah merasa aman mereka kurang wapada terhadap ancaman musuh yang mengejarnya, karena dudah percaya diri kalau sudah aman dalam persembunyian maka mereka kurang menyadari kalau Gidion dan pasukanya sudah mendekat dan mengancamnya sehingga Zebah dan Salmuna dapat ditangkap Gidion

Dunia yang penuh dengan dosa dan manusia telah kehilangan kemuliaan-NYA yang menjadikan dunia ini tidak aman, apa yang dialami Zebah dan Salmuna, juga bisa dialami oleh generasi sekarang ini, napsu kekuasaan dan dan napsu untuk memuaskan keinginan daging juga yang menjadikan dunia ini tidak aman. Seperti Median yang merasa lebih kuat dan hebat dalam berperang melebihi bangsa Israel sehingga mereka melakukan penindasan dan penjajahan dengan menguasai semua hasil panen dan menguasai alat-alat produksi dan sumber-sumber produksi sehingga Israel mengalami kelaparan dan hidup dalam acaman

Demikian juga dengan iman kita kepada Allah bisa terancam apa bila sebagai pengikut Kristus tidak menjaga kewaspadaan dan sudah merasa aman, iblis sebagai penguasa kegelapan  jelas tidak akan tinggal diam dan akan terus menggoda manusia untuk tetap menjadi pengikutnya. Faktanya  dalam kehidupan sehari-hari banyak pengkut Kkristus karena tidak punya kewaspadaan atau sudah merasa aman justru mereka tergoda untuk kembali kepada kehidupan yang lama dan dikalahkan si jahat. Tetapi iman yang teguh kepada Allah yang akan mempunyai kemenangan dan hidup yang gilang-gemilang hidup memerintah bersama dengan Dia dari sekarang sampasi maranata.

Gidion dengan semangat yang tidak kenal lelah teus mengejar musuh dan berkat usaha yang keras musuh dapat dikalahkan  dan rajanya bisa ditangkap karena seorang pahlawan sejati itu adalah seorang yang konsisten dalam perkataan dan tindakan, demikian juga dengan Gidion. Konsistensinya ditunjukan dalam perkataan dan dan tidakan. Dalam perjalana pulang ia bertemu dengan pemuda dari penduduk Sukot dan bertanya tentang nama  pemuka dan tua-tua orang-orang Sukot yang berjumlah tujuh puluh tujuh orang, lalu dia mendatanginya dan bahwa ia telah menangkap Zebah dan Salmuna

 " Inilah Zebah dan Salmuna yang karenanya kamu telah mencela aku dengan berkata: Sudahlah Zebah dan Salmuna itu ada dalam tanganmu sehingga kami harus memberikan roti kepada kepada orang-orangmu yang lelah itu?"
Gidion melakukan  apa yang telah dikatakan  sebelumnya kepada orang Sokot yang telah menghinanya dengan mengambil duri padang guru dan menghajarnya dengan dengan itu, kata menghajar itu menjelaskan bahwa Gidion telah melaksanakan ucapanya dengan sungguh-sungguh dalam rangka memberikan pembelajaran dan membuat mereka jera supaya tidak melakukan penghinaan lagi terhadap umat pilihan Allah Israel. Kata menghajar mengindikasikan  bahwa tujuh-puluh tujuh orang pemuka dan tua-tua Sukot dibuat Gidion luka parah sebelum dibunuhnya. Demikian juga dengan di tempat orang-orang Penuel, Gidion juga merealisasikan untuk merobohkan menara dan membunuh orangorang yang ada Penuel.

Setelah Gidion selesai melakukan itu ia dan pasukanya pulang dengan membawa kemenangan, inilah kisah kepahlawanan Gidion dalam mengemban amanat yang diberikan Allah kepadanya untuk memimpin bangsa Israel dalam mengalahkan musuh. Bersama ALLAH Gidion mampu melakukan  perkara besar, bersama DIA tidak ada yang sukar, bersamaNYA ada jalan keluar untuk masalah-masalah yang dihadapi oleh Israel saat ini.





Jumat, 26 Juni 2015

PAHLAWAN YANG SEJATI 6

MENJADI RULE MODEL
Gidion adalah benar-benar pahlawan yang rendah hati, hal ini ditunjukan  hal ini ditunjukan ketika menghadapi suku Eprayim yang marah dan  memprotesnya karena dia tidak menyertakan mereka saat berperang melawan Median. Dihadapan suku Efrayim ia tidak memperlihatkan keberhasilanya mengalahkan Median hanya dengan 300 orang pasukan saja tetapi yang dilakukanya justru sebaliknya yaitu memuji keberhasilan kerja-kerja mereka dalam hal panen anggur yang hasilnya lebih besar dari pada kaum Abiezer. Gidion juga memuji keberhasilan mereka dalam menangkap dua raja Oreb dan Zeeb ke dalam tangan mereka.

Apakah ada korelasinya  antara memetik anggur dan perang melawan musuh, apa bila anggur dimaknai dan bisa mewakili makanan tentunya antara perang dan pangan tidak bisa dipisahkan karena hal ini senada dan seirama dengan kebutuhan manusia akan air. Manusia tidak bisa hidup tanpa adanya sesuatu yang bisa dimakan. Yang menjadi pertanyaan, mengapa manusia yang satu dengan yang lain, kelompok satu dengan kelompok yang lain harus berperang? Karena mereka memperebutkan masalah pangan dan alat untuk memproduksi pangan. Bangsa Median, amalek dan bangsa timur yang lain menguasai bangsa Israel karena supaya mereka menguasai makanan dan alat produksinya, untuk itu siapa yang berdaulat atas pangan, mereka yang akan mempunyai kehidupan

"Apa perbuatanku  dalam hal ini jika dibandingkan dengan kamu? Bukanlah pemetikan  susulan oleh suku Eprayim lebih baik hasilnya dari panen anggur kaum Abizer?"
Ada dua hal yang sangat penting apa yang di sampaikan oleh Gidion yaitu:
Soal hasil akir (goal)
Bahwa keberhasilan dalam pekerjaan apapun didak sepenuhnya ditentukan lamanya atau panjangnya waktu yang tersedia tetapi ada kalanya hasil akir ditentukan oleh efektifitas dan komitmen dalam melakukan pekerjaan. Cepat atau lambat seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan ditentukan oleh integritas, kapabilitas dan kapabilitas seseorang.
"Kata pemetikan susulan itu identik dengan dua hal: Ada orang lain yang telah bekerja lebih dahulu di ladang yang sama dan atau dia memetik sisa-sisa buah anggur yang terlebih dahulu dipetik orang lain, dengan kata lain mereka menyelesaikan sisa yang telah dipanen oleh orang lain. Yang menarik disini dari perkataan Gidion disini sangat jelas dan tegas yaitu: hasil petikan susulan suku Eprayim  hasilnya lebih baik dari panen anggur kaum Abizer. Apa korelasinya antara hasil Petikan suku Eprayim lebih baik dengan kaum Abizer dengan keberhasilan mereka dalam menangkap dua raja Median yaitu Oreb dan Zeeb pada hal mereka kerjanya mulainya belakangan tetapi hasilnya maksimal.

Inilah yang disebut pahlawan yang sejati ia juga rendah hati dengan jujur dan berani mau mengakui keberhasilan suku epraim yang walaupun mereka kerjanya mulainya belakangan tetapi hasilnya luar biasa hebat. Hal ini menjadi bentuk reward(hadiah) dari Gidion kepada suku Epraim yang berhasil menangkap raja Median. Ia juga telah menjukan bahwa dia adalah pemimpin yang rendah hati dengan mengakui keberhasilan orang lain, apa yang dilakukan Gidion ini adalah sifat dan karakter yang harus kita teladani dalam berkehidupan. Ia  harus kita jadikan role model seorang pemimpinbaik dalam interen Gereja maupun di masyarakat dan pemerintahan. Dia mampu mengintegrasikan antara kebutuhan pokok kehidupan yaitu papan kalau dalam kontek ini teretorial atau wilayah, kedaulatan pangan, air dan kebutuhan iman. Kalau kita mampu mewujutkan tiga hal ini maka kekekalan akan senantiasa menaungi kita


Rabu, 24 Juni 2015

PAHLAWAN YANG SEJATI 5

BERDAULAT ATAS AIR

"Gidion memerintahkan  orang Israel yang berasal dari suku Nabtali, Aser  dan segenap suku Manase untuk mengejar orang Median untuk menduduki segala batang air sampai ke bet-bara dan juga Sungai Yordan"

Tuhan Allah melalui Gidion memerintahkan  menguasai batang air sampai bet bera dan sungai Yordan, Ia ingin mengajak umatNya mengerti tentang berdaulat dan kedaulatan kususnya yang berkaitan dengan air. Karena air itu menyangkut tentang hak asasi manusia, mengapa demikian? Karena air menyangkut hajat hidup orang banyak dan harus berfungsi sosial yaitu untuk memenuhi kebutuhan manusia baik dahulu, sekarang dan untuk selama-lamanya.

Apa bila fungsi air dan pengelolaanya sudah berubah maka setabilitas manusia dan alam sekitarnya pasti akan terganggu, perubahan yang dimaksud disini adalah: Air yang berfungsi sosial berubah menjadi fungsi ekonomi seperti amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 3 "."Bumi, air dan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Apa bila air sudah berubah menjadi fungsi ekonomi maka pengelolaan air diserahkan kepada suasta baik pribadi maupun sekelopok orang baik legal maupun ilegal. Ketika pengelolaan air sudah diserahkan kepada suasta (suastanisasi) maka sudah bisa dipastikan bahwa air akan dieksploitasi untuk tujuan ekonomisme dan menguntungkan bagi para pengelolanya sementara itu bagi masyarakat seperti petani, perikanan dan pengguna air untuk kebutuhan rumah tangga yang adalah orang miskin pasti akan dirugikan. Ketika sumber-sumber air sudah di suastanisai dan berubah menjadi ekonomisme yang paling dirugikan adalah para petani yang akan melakukan budidaya pertanian karena mereka membutuhkan air untuk mengairi sawahnya yang jumlahnya setiap orang memang cukup banyak. Jika kebutuhan air tidak mencukupi lagi untuk para petani mengairi sawahnya pada hal itu  yang paling pokok dan fundamental sehinggan menyebabkan perikaian berujung pembunuhan antar petani sering terjadi akibat saling berebut air.

Mengapa Gidion dan bala tentaranya  menguasai batang air sampai bet bara dan sungai Yordan karena dengan menguasai batang air dan sungai Yordan mereka secara otomatis menguasai kehidupan dari saat ini sampai kepada anak cucu mereka yang akan datang. Bagi Median dan bangsa timur yang lain apa bila mereka tidak punya akses atas air bagaimana dengan kelangsungan hidup mereka dan generasi mereka yang akan datang, hal ini tentunya menjadi ancaman yang serius bagi kehidupan mereka. Sebagai pembelajaran kehidupan kita di masa kini adalah bahwa sumber-sumber air tetap dijadikan fungsi sosial maka keberlangsungan kehidupan dari generasi kegenerasi tetap akan terjaga. Dengan berdaulat atas air maka kehidupan dan penghidupan akan berlanjut sampai maranata.