Jumat, 28 Juli 2017

DI DALAM MENGHADAPI MASA YANG SULIT MENURUT PERJANJIAN LAMA BAG. VIII

SEBENARNYA TUHAN ADA DI SITU
"Oleh karena dalam hatimu terpendam rasa permusuhan  yang turun temurun dan engkau menjadikan Israel menjadi makanan pedang pada hari sial mereka , waktu saatnya tiba untuk penghakiman terakhir"

Di dalam Yeheskiel pemusnahan Edom sudah sangat jelas:
1. Di dalam hatimu  terpendam rasa permusuhan yang turun temurun
2. Menjadikan Israel sebagai makanan pedang.

Dendam kesumat yang turun temurun (mengakar) dalam hati dan pikiran  Edom yang merusak kehidupanya dari generasi ke generasi, hal diatas juga berlaku sampai sekarang,  banyak orang yang kehidupan rohaninya dirusak oleh keinginan daging semata. "Sebab pemisah antara manusia dengan ALLAH adalah segala kejahatan  dan yang membuat DIA menyembunyikan  diri adalah segala dosa." Pada hal dendam dan saling menumpahkan darah bagiNYA adalah penggaran (dosa), Bagi DIA memelihara dendam dan permusuhan adalah pelanggaran dan dosa, apa lagi dendam Edom terhadap Israel  sudah turun temurun sejak Esau dan sudah mendarah daging. Mental budak yang melekat kuat  pada hati dan pikiran  Israel membuat mereka tidak mempunyai wawasan hidup ke depan.

Hal senada juga dialami oleh bangsa Indonesia saat ini yang mengalami penjajahan selama 360 tahun dari bangsa Eropa- dibawah kekuasaan orde baru dan pengaruh globalisme begitu kuat dan mengakar dalam hati sanubari sehingga memunculkan  watak-watak veodal dan masih dipegang teguh sampai sekartang ini. Sedangkan globalisme mencetak bangsa Indonesia menjadi prakmatis sehingga menggerus budaya dan prilaku bangsa Indonesia yang berpancasila yang berketuhanan, berprikemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan dan pri keadilan sosial, Sedangkan berketuhanan sudah ditarik-tarik ke dalam ranah politik kekuasaan, karena sistim  negara yang dibangun para penguasanya  terpengaruh hal diatas maka dasar Negara Pancasila hanya sekedar jargon dan bunyi-bunyian  di dalam acara-acara seremonial di istansi-istansi terkait.

Karena hilangnya idiologi pancasila inilah yang menjadikan kondisi Bangsa Indonesia rentan dengan perpecahan (perang suku, agama dan kepercayaan), dan itu sungguh-sungguh menguntungkan negara-negara imperialis Eropa dan Amerika Serikat dan Asia yang ingin menguasai ekonomi, sosial polituk Bangsa Indonesia. Untuk mengembalikan Indonesia menjadi negara dan bangsa yang berdaulat harus mau kembali kepada dasar Begara Pancasila yang asli (sebelum diamandemen) secara murni dan konsekwen. Oleh karenanya pendidikan politik dan pembangunan ekonomi sosial harus tegak lurus dengan Pancasila, tanpa hal diatas rasanya mustahil, dan perpecahan dan kehancuran NKRI tinggal menunggu waktu.

32 tahun dibawah pemerintahan orde baru menyebabkan traumatik bagi masyarakat untuk berpikir kritis serta menyuaran keadilan dan kebenaran, ditengah-tengah Bangsa Indonesia yang seperti inilah, kita berani  menyuarakan kenabian untuk suatu kebenaran. Sebagai anak-anak TUHAN yang mendasarkan hidupnya pada kasih harus mampu mewujudnyatakan  kehidupan berbangsa dan berbegara yang penuh dengan damai sejahtera. Karena Indonesia juga punya potensi perang saudara antar suku bangsa dan agama  sama seperti Edom dan Israel yang tidak mau akur sejak zaman nenek moyang mereka. Hanya kasih dan kerukunan  yang bisa meyatukan  manusia karena  pada dasarnya TUHAN lebih suka  kehidupan yang  penuh kasih  persaudaraan . Sebab dengan persaudaraan yang rukun itu akan kelihatan  lebih indah  dan persaudaraan yang rukun itu yang sanggup mendatangkan  berkat ALLAH  tercurah diatas umat manusia untuk selama-lamanya. Berkat dan kutuk  adalah seperti keping mata uang , sedangkan manusia  harus memilih  diantara keduanya dengan segala konsekwensinya masing-masing.

"Dan mereka akan memperlakukan Edom  selaras dengan  murkaKU dan marahKU dan mereka akan mengetaui bahwa AKUlah yang membalas, demikianlah firman ALLAH"

Ayat diatas menunjukan  bahwa segala seseuatu itu harus selaras dan segaris lurus dengan ALLAH sendiri, karena DIA yang menciptakan semuanya sehingga tidak ada yang boleh melakukan pembangkangan, jika ada yang melakukan itu maka ALLAH yang berhak untuk menghakiminya, manusia itu hanya alat ditangan-NYA, sebagai alat tanpa digerakan tidak  bisa bergerak sendiri (menunggu komando). Oleh karenanya sebagai umat pilihan ALLAH harus sadar dan menyerah penuh kepadaNYA, niscaya kita akan berkenan kepada DIA. Edom menjadi destinasi bagi Bangsa-Bangsa yang berani melawan DIA akan dimusnahkan dan daerahnya akan menjadi ketandusan.

"Oleh sebab itu demi AKU yang hidup, demikianlah Firman ALLAH, AKU akan menjadikan engkau darah dan darah akan mengejar engkau"
Nats ini sangat menegaskan bahwa seseorang itu sangat berharga dimataNYA sehingga IA selalu menjaga. Kata AKU akan menjadikan engkau darah, hal itu berbicara masalah kehidupan dan yang berhak atas kehidupan itu hanya pemberi kehidupan itu sendiri yaitu DIA, oleh karena itu manusia tidak boleh menumpahkan darah orang lain karena ia bukan yang memilikinya.

"Maka darah akan mengejar engkau"
Darah adalah kehidupan seseorang, karena manusia hidup terdiri dari darah dan daging, seandainya manusia  tidak ada darahnya pasti akan mati, kata darah mengejar engkau disini adalah: Setiap orang yang menumpahkan darah  atau membunuh sesamanya pasti dia akan dikerjar perasaan bersalah atau perasaan tidak tenang, takut dihukum,  baik, hukum sosial, hukum negara dan hukum ALLAH. Hal ini menegaskan bahwa satu dengan yang lain jangan sampai saling menumpahkan darah. Sebab DIA yang mempunyai ototitas untuk melakukan hal itu. Kata TUHAN YESUS bahwa jangan sampai menyimpan kesalahan orang lain  dalam diri kita sampai matahari terbenam, artinya saling memberikan pengampunan antara yang satu dengan yang lain karena hal itu adalah wujud kasih kepada ALLAH dan sesama.

"Oleh sebab itu ENGKAU mengatakan: Kedua bangsa  dan kedua negeri itu akan menjadi miliku dan kita memilikinya-sebenarnya. TUHAN adalah satu oleh sebab itu demi AKU yang hidup, demikianlah Firman RUHAN ALLAH." AKU akan memperlakukan engkau seperti engkau memperlakukan mereka dalam murkamu dan cemburumu yang timbul dari kebencianmu terhadap mereka; dan AKU akan menyatakan diri kepadamu pada saat AKU menghakimi engkau."
Kesrakahan dan ketamakan  serta keinginan untuk  menindas  Bangsa Israel menyebabkan ALLAH murka  dan ingin memusnahkan pegunungan Seir, raja ingin memiliki apa yang bukan menjadi haknya. Itulah yang menjadi kontradiktif dengan kehendakNYA yang senantiasa mengasihi dan menabur kedamaian  keadilan dan kebenaran. Sedangkan rasa ingin memiliki atas hak orang lain adalah tindakan sewenang-wenang yang merugikan sesama. dan itu membuat Edom (pegunungan Seir) menjadi musuhnya ALLAH.

Pegunungan Seir sudah merasa bahwa mereka adalah bangsa yang paling kuat sehingga menjadikan kecongkakan dan merasa menjadi bangsa yang nomor satu, sehingga keberadaan dan eksistensiNYA ALLAH diacuhkanya, ini juga menjadi salah satu indikator mengapa DIA murka dan ingin memusnahkanya. Edom sangat meremehkan-NYA dan tidak menyadari bahwa tindakanya itu menjadi bumerang bagi dirinya sendiri, bangsa lain boleh mereka remehkan dan acuhkan tetapi kalau eksistensi ALLAH diacuhkan  itu awal dari bencana.
Pegunungan Seir bisa menjadi pembelajaran bagi kita umat pilihan ALLAH jangan sampai menganggap bahwa TUHAN tidak berada di sekeliling kita dan bisa berbuat sesuka hati dan semaunya sendiri, seolah- olah tidak ada yang mengawasi, jika itu kita lakukan maka murka DIA hanya tinggal menunggu waktu saja. Yang kita lakukan orang lain tidak mengetaui tetapi jangan sampai lupa bahwa ALLAH adalah yang maha kuasa dan mampu melihat dan membaca pikiran dan tindakan kita. Gerakan apapun yang ada dibumi ini ada dalam pengawasan dan pantauan radarNYA. Radarnya manusia bisa rusak tetapi radar milikNYA ALLAH tidak bisa rusak dan selalu memantau setiap saat dan setiap waktu walaupun hanya sedetik. Ini membuktikan bahwa sebenarnya TUHAN ada di situ, eksis dari dahulu, sekarang sampai selama-laanya.

"AKU akan memperlakukan engkau  seperti engkau memperlakukan mereka dalam murkamu dan cemburumu yang timbul dari kebencianmu terhada mereka"
Di dunia ini ada yang namanya hukum sebab akibat (tabur tuai) dan hal itu kurang disadari dan tidak dipedulikan dalam kehidupan manusia sehari hari sehingga berpikir, berucap dan bertindak sekehendak hatinya. Semua manusia tanpa kecuali sering melakukan tindakan  yang tidak dipikir terlebih dahulu sehingga sering merasakan akibat dan dampaknya. Manusia baru menyadari jika akibat dari perbuatan kita sebelumnya sudah menimpanya atau muncul. TUHAN akan memperlakukan  sama seperti kita sama  kita memperlakukan orang lain, inilah pentingnya:
Firman TUHAN- pentingnya ROH KUSUS-Pentingnya berdoa dan persekutuhan dengan TUHAN, "FirmanMU pelita bagi kakiku terang bagi jalanku." Saat kita berjalan dalam kegelapan Firman TUHAN yang menerangi. Saat kita dalam kesusahan , dukacita  ROH KUDUS sang parakletos akan memberi penghiburan bagi kita.

Bersekutu dan berdoa adalah bentuk komunikasi dengan DIA untuk mengadukan semua persoalan yang mendera dan DIA adalah tempat meminta perlindungan  dan memohon berkat-berkatNYA tercurah kepada kita. Oleh karena itu melalui hari hari dengan berdoa,  mengawali dan mengakhiri aktifitas dengan berdoa supaya TUHAN memberikan berkat-berkatNYA kepada kita. Hendaknya ucapan dan tindakan itu membuat orang lain menjadi damai, menyejukan  tetapi jangan lupa tegas juga, jika sudah berhadapan dengan dosa dan ketidak adilan serta ketidak benaran. Ketika mamusia murka dan cemburu kepada orang lain  dengan berbagai alasan, entah karena harta-tahta dan wanita karena pada dasarnya sumber dari cemburu dan murka karena hal tersebut. Untuk itu jangan memelihara rasa benci, cemburu dalam kehidupan kita karena hanya akan mengganggu hubungan antara diri sendiri dengan TUHAN dan sesama dari dahulu sekarang dan sampai selama-lamanya. Semua keluhan, semua masalah serahkan saja kepada TUHAN  karena DIA yang mempunyai otoritas. Kita harus membersihkan diri dari rasa benci, cemburu, murka terhadap orang lain  diganti kasih  kepada mereka yang menjadi musuh, niscaya  kehidupan ini akan penuh dengan arti dan penuh makna. Siapa lagi yang memaknai hidup kita kalau bukan kita sendiri, semua bisa terlaksana  apa bila Firman TUHAN  dan ROH KUDUS ada dalam diri kita.











  

Selasa, 18 Juli 2017

DI DALAM MENGHADAPI MASA YANG SULIT MENURUT PERJANJIAN LAMA BAG VII

YeheskhIel menuliskan  tentang Edom  dalam hal ini berkaitan dengan dendam, apa yang dimaksud dendam, Dendam menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah:Berkeinginan keras untuk membalas kejahatan, mengapa seseorang membalas dendam karena ia tidak bisa menerima perlakuaan dari orang lain kepada dirinya. Timbul dendam karena dia merasa mendapat perlakuan  perlakuan yang tidak adil atau sebagaimana mestinya.

Berkenaan dengan Edom, mengapa ia dendam dan ingin membalasnya, sebab Edom berasal dari garis keturunan  Esau saudara tua Yusuf, jika muncul dendam  hal ini berkenaan dengan  hak kesulungan  atau hak warisan  dari orang tuanya Yakub. Lazimnya seseorang yang menerima hak kesulungan adalah anak yang pertama tetapi oleh ALLAH untuk Esau dan Yusuf berbeda karena hak kesulungan diserahkan kepada Yusuf adikmya. Berawal dari sinilah muncul dendam terhadap Yusuf dan keturunanya. Rasa dendam yang sudah mendatah daging (secara turun temurun) yang membuat ALLAH murka terhadapnya dan bermaksud menghukumnya.

 "AKU akan mengacungkan tanganKU melawan Edom dan melenyapkan dari padanya manusia dan binatang dan AKU membuatnya menjadi reruntuhan."
Jikalau tulisan Yeheskhiel tentang penghukuman Edom melibatkan umat Israel sebagai umat pilihan ALLAH, untuk berpartisipasi dan ikut terlibat dalam kerja-kerjaNYA tersebut. Karena pada dasarnya manusia itu tidak boleh melakukan sesuatu hal  kepada yang lain dan  mengakibatkan orang lain celaka, baik secara fisik maupun mental (jasmani dan rohani) karena pembalasan itu hak TUHAN. Tugas  dari manusia terhadap yang lain adalah menasehati dan saling mengingatkan. Tugas dari manusia saling mengasihi satu dengan yang lainya, apabila kita sudah mengungatkan tetapi mau, serahkanlahkan padaNYA karena DIA yang berhak melakukan hukuman.

Manusia itu tugasnya hanya mengasihi ALLAH dan sesama, memuji namaNYA serta memulyakan DIA, kasih dan ketaatan menjadi kunci hubungan manusia dengan ALLAH sehingga hubungan dengan sesama menjadi harmonis. Sebagai umat ALLAH kita harus menerima segala sesuatu yang telah TUHAN beri kepada kita dan tidak perlu melihat berkat orang lain yang ia terima sehingga tidak timbul iri hati dan dendam. Supaya manusia tidak muncul dendam dalam hati, dan pikiranya hendaknya selalu dekat dengan TUHAN, Firman dan ROH KUDUS karena hanya DIA yang sanggup dan mampu membuat manusia tetap berada dalam kasih, sukacita dan damai sejahtera. Sebagai manusia yang bisa dilakukan hanya pasrah dan menyerah kepada TUHAN untuk mau dibentuk seperti yang DIA suka. Dalam hal ini ALLAH  menghendaki manusia menjadi alat ditangan-NYA  bumi yang sudah rusak kembali seperti di Surga.

 "AKU akan melakukan pembalasan terhadap Edom dengan tangan umatKU"
Tujuan ALLAH menciptakan manusia  adalah menjadi mandatarisNYA untuk mengelola bumi  ini agar tetap lestari, maka dari itu wajar ketika Edom berani melawan DIA dan dendam terhadap Israel serta menunggang balikan Edom sampai dia tidak berdaya. Yang ada di bumi ini siapa yang sanggup melawan dan bertahan dengan DIA. Sebab dendam kesumat akan sangat merugikan baik bagi dirinya maupun bagi orang lain, dendam itu akan mengganggu kehidupan rohani, mengapa demikian karena sangat bertentangan dengan kehendak ALLAH. Sebab dendam bersumber dari keinginan daging, percabulan kecemaran, hawa napsu, penyembahan berhala, suhir perseteruan perselisihan iri hati amarah kepentingan diri sendiri, percideraan  roh pemecah kedengkian kemabukan pestapora dan sebagainya. Barang siapa memelihara dendam  di dalam dirinya maka nasipnya akan bisa seperti Edom yang mendapatkan pembalasan dari ALLAH. Dendam juga sangat merugikan orang lain, karena jika dendam terlalu dalam seseorang juga bisa melukai orang lain bahkan sampai pada pembunuhan. Dendam bukan hanya dilakukan antara pribadi dengan pribadi, kelompok dengan kelompok atau kampung satu dengan kampung yang lain, suku yang satu dengan suku yang lain. Penyebab dari dendam  dari masalah yang kecil hingga masalah yang besar, dendam terjadi jika sudah menyangkut wilayah perbatasan karena itu yang paling berbahaya, mulai batas tanah kepemilikan satu dengan yang lainya, perbatasan kampung satu dengan kampung yang lain dan seterusnya. Oleh karena hanya berpegang pada Firman TUHAN,ROH KUDUS, satu kasih kepada ALLAH dan sesama yang akan mampu menghindarkan  dari hal- hal diatas.

Pembalasan atas dendam Edom kepada Bangsa Israel, yang dimusnahkan ALLAH bukan hanya manusia tetapi  makluk hidup yang laun seperti binatang dan tumbuhan  yang ada di wilayah Edom. Pertanyaanya, mengapa Edom dijadikan tanah yang tandus? ALLAH tidak ingin paska pembalasan atas Edom didiami kembali oleh kelompok-kelompok yang lain, di wilayah yang tandus sangat sedikit dihuni manusia sebab sangat sulit mengusahakan bahan makanan baik saat ini maupun ke depan.Sebenarnya bukan hanya  pada saat zamanya Yeheskhiel saja ALLAH melakukan hal diatas namun IA selalu memerintahkan pada umatNYA pada generasi-generasi sebelumnya seperti pada zaman Bangsa Israel menuju tanah perjanjian , setiap orang besar kecil dan binatang yang menghalangi perjalananya harus dimusnahkan. Sebab jika tidak dimusnahkan  akan mengganggu setabilitas hubungan  antara ALLAH dan umat Istael, mereka akan bisa terpengaruh kebiasaan buruk dan kepercayaan kepercayaan bangsa-bangsa dimana ia lalui menuju tanah Kanaan. Di dalam perjalanan Bangsa Israel  ke tanah perjanjian  mereka selalu mengeluh karena harus berjalan siang malam  melewati daerah-daerah yang berbahaya yaitu daerah padang gurun. Di tengah-tengah perjalanan mereka mengeluh lebih enak hidup di Mesir dan mereka ingin kembali ke Mesir dari pada melanjutkan perjalanan.

Pernyataan-pernyataan itu disampaikan kepada Musa, hal ini menujukan bahwa mereka adalah Bangsa yang tegar tengkuk yang tidak punya pendirian, disamping itu mempunyai egoisme yang tinggi. Mengapa bisa demikian, Bangsa Israel kala itu bukan tipe bangsa pejuang (petarung) disebabkan, apa yang dilakukan bukan semata-mata kemasyuran prinadi dan golongan tetapi karena kebenaran dan keadilan

Senin, 19 Juni 2017

DI DALAM MENGHADAPI MASA YANG SULIT MENURUT PERJANJIAN LAMA BAG. VI

MEMUTUS GERNERASI JAHAT

"Sudah tidak ada lagi kebijaksanaan , sudah kehilangan pertimbangan seseoeang yang berakal budi"
Begitu luar biasanya Nabi Yermia menggambarkan dan mengeluhkan tentang Edom:
- Sudah tidak ada lagi kebijaksanaan di teman
- Sudah hilangkah  dari orang-orang berakal budi, sudah busukah pertimbangan mereka
Orang yang sudah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan ALLAH akal budinya sudah ditutupi kesombongan dan kecongkakan, Edom merasa diri menjadi bangsa yang paling kuat dan hebat banyak tentara dan sekutunya sehingga tidak ada bangsa yang sanggup melawanya. Karena sudah merasa paling kuat karenanya tidak melindungi yang lemah tetapi bertindak sebaliknya dengan melakukan penindasan terhadap yang lemah, termasuk umat pilihan ALLAH bangsa Israel. Dengan dasar itulah DIA murka terhadap Edom, ia sudah kehilangan pertimbangan dan akal budi, yang ada hanya pemenuhan untuk menguasai orang lain (memperbudaknya) dan melakukan perampasan atas hak orang lain, pemenuhan keinginan daging yang dilakukan oleh Edom membuat DIA jijik.

"Tinggalkanlah anak-anak yatimu, AKU akan memhadapi mereka;biarlah janda-jandamu menaruh kepercayaan kepadaKU"
Apa yang dilakukan ALLAH diatas kepada Edom adalah tindakan pemutusan generasi yang jahat, DIA berharap dengan hukuman ini generasi selanjutnya akan menjadi baik, "Tinggalkanlah anak-anak yatimu, AKU akan menghidupi mereka". Mengapa DIA mengusir dan membinasakan, jika generasi tua dibiarkan terus hidup maka generasi muda akan terkontaminasi kehidupan mereka yang jahat.

"Biarlah janda-janda menaruh kepercayaan kepadaKU"
Janda adalah  perempuan yang telah ditinggal mati suaminya atau karena proses perceraian, kebanyakan mereka menghadapi banyak masalah baik yang berkaitan dengan jasmani maupun rohani. Orang yang sudah menyandang setatus janda mendapat pandangan dan prilaku yang negatif dari masyatakat yang lainya, hal itu yang menjadi alasan mengapa Nabi Yermia menulis: "biarlah janda-janda menaruh kepercayaan  kepadaKU." Kalau dihadapan masyarakat para janda itu tidak punya pengharapan dan mau berharap kepada siapa lagi selain kepada TUHAN karena DIA satu-satinya sumber pengharapan yang sejati.

Hendaknya di dalam kehidupan kita sebagai umatNYA, jangan pernah berharap kepada yang lain selain DIA, jika demikian, hidup kita pasti akan kecewa karena yang lain tidak sanggup untuk melakukanya, Pertolongan  dan melepaskan diri dari pengaruh dari pikiran jahat. Bukan hanya itu saja jika prilaku kita sama engan  Edom, seperti yang dikatakan Firman TUHAN: "sebab sesungguhnya  AKU membuat engkau kecil diantara bangsa-bangsa, dihinakan diantara manusia.".Sikapmu yang menggemetarkan orang dan memerdayakan engkau dan keangkuhan hatimu, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu yang menduduki tempat-tempat tinggi di bukit!"
"Sekalipun engkau membuat sarangmu  tinggi seperti burung rajawali, AKU akan menurunkan engkau dari sana, demikianlah Firman TUHAN."

Edom sebagai suatu bangsa yang sangat kuat, baik pasukan (tentaranya) ataupun sekutunya tetapi karena kegemaranya untuk berbuat dosa dan melawan kehendak ALLAH maka kekuatan Edom diambilNYA sehingga apa yang menjadi kebanggaanya menjadi hilang. "Sebab sesungguhnya, AKU membuat engkau  kecil diantara bangsa, dihinakan diantara  manusia." Edom menggunakan kekuatanya untuk menindas sesamanya, termasuk bangsa Israel dan bangsa lain yang lemah dari dia, sehingga wajar jika ALLAH murka terhadapnya. Yang kuat menjadi lemah (kekuatanya sudah menjadi lemah). Sekutunya banyak yang meninggalkanya bahkan ada yang menjadi musuhnya.

Hal ini menjadi pembelajaran bagi kita, kususnya umat ALLAH, jangan menggunakan kekuasaan itu untuk menindas dan memperkaya diri sendiri dan golonganya, kejadian Edom dimasa yang lalu menjadi contoh serta alat untuk mengevaluasi diri supaya bekerja sesuai dengan kehendak TUHAN dan Firmanya. Yang harus dihilangkan dari diri kita adalah sikap dan sifat angkuh terhadap sesama karena kita tidak dapat hidup  tanpa kehadiran mereka di dalam perjalan hidup dari dulu sekarang dan selamanya.

"Sikapmu yang menggemetarkan orang memperdayakan engkau"
Sikap yang sombong dan congkak kepada sesama  karena mereka merasa paling kuat, paling hebat, paling kaya dan paling yang laimya serta kesombongan serta kecongkakan menjadi senjata makan tuan. Bagi bangsa yang lain maupun sekelompok lainya sangat takut terhadap Edom, tetapi bagi ALLAH tidak takut dan gemetar. "Sekalipun engkau membuat sarangmu tinggi seperti burung rajawali AKU akan menurunkan engkau dari sana demikianlah Firman TUHAN." Melihat kekuatan pasukan, kekuatan sekutu dan kekuatan-kekuatan yang lainya yang ia miliki mustahil  bangsa-bangsa dan suku-suku sanggup melawanya tetapi bagi ALLAH tidak ada yang mustahil karena tidak ada kekuatan dan kekuasaan  sehebat dan secanggih apapun di dunia ini yang sanggup melawan DIA. Justru kesombongan dan kecongkakanyalah yang akan berbalik menghancurkan dirinya sendiri.

Hal diatas bisa menjadi kaca buat kita bagi para pengikut KRISTUS untuk mengevaluasi dan mengoreksi diri, apakah sikap, sifat dan prilaku kita seperti Edom atau sebaliknya sudah memiliki hati untuk mengasihi seperti KRISTUS atau belum. Jangan bangga dan membanggakan diri dengan segala sesuatu yang kita miliki dalam bentuk apapun, jangan merasa paling hebat, kaya dan paling-paling yang lainya. Sebab segala sesuatu yang kita miliki dapat diambilNYA sewaktu-waktu oleh karenanya kita harus belajar kepada semut.

"Hai pemalas pergilah krpada semut perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: Biar tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau pengurusnya ia menyediakan rotinya dimusim panas dan mengumpulkan makananya pada owaktu panen." Penilis Amsal mencatat kerja-kerja semut yang bagus untuk memperkuat dan mendorong kita para pengikut DIA untuk memperhatikan prilakunya. Mrngapa yang diperhatikan harus semut Mengapa yang kita perhatikan harus semut yang adalah binatang yang bentuknya sangat kecil, bukan gajah harimau dan hewan besar  lainya. Sejatinya Amsal mengajarkan manusia untuk tidak dengan mudahnya meremehkan sesamanya, sekalipun mereka berasal dari setatus sosial yang yang paling rendah dari kita sekalipun.

bagaimana prilaku semut dalam keseharianya: Biarpun tidak ada pemimpinya, pengaturnya atau penguasanya mereka menyediakan rotimya dimusim panas pada waktu panas mengumpulkan makananta pada waktu panen.
Yang kita pelajari dari semut adalah cara mereka bekerja yaitu dengan bekerja-sama, yaitu  dengan bekerja sama (goton royong) bekerja dengan hati  dan tau tugas dan kewajipanya sehingga sekalipun tidak ada pemimpinya, pengaturnya dan penguasanya tetap rajin (mengumpulkan makanan dan roti pada waktunya) berbeda dengan pemalas  bekerja hanya pada saat ada pengaturnya, pemimpinya dan penguasasanya saja. Jika tidak ada mereka lebih sibuk dengan pekerjaan yang ada kaitanya dengan kepentinganya sendiri hal itu sangat kontradiktif dengan tugas dan tanggung-jawabnya. Mengapa manusia tidak bisa seperti semut dalam hal ini karena manusia kecenderungan untuk hidup indifidualistis, berpikir dan bertindak prakmatis. Selama manusia tidak memiliki kasih dan ROH KUDUS tidak tinggal dalam diri manusia maka watak dan karakter Edom yang brtetangan dengan kasih ALLAH mudah tertranfer dan dan menjadi virus dlm kehidupan kita

"Sekalipun engkau membuat tinggi seperti burung rajawali AKU akan menueunkan engkau dari sana"
Serapat atau sehebat apapun Edom menyembunyikan diri dan menghindar dari kejaran TUHAN tetapi DIA akan tetap bisa menemukanya. Dan manusia yang lain boleh tidak tau tentang keberadaanya Edom tetapi bagi DIA tidak ada yang tersembunyi bagiNYA, mau ke kolong langit dibawah bumi IA tetap tau keberadaan manusia. Tangan ALLAH tidak kurang panjang dan kuasanya cukup kuat untuk mampu menjangkau untuk mengambil paksa Edom dari tempat persembunyian karena Dia tidak dibatasi ruang dan waktu. Oleh sebab itu sebagai pengikut KRISTUS jangan sombong dan congkak karena  apa yang telah diberikan TUHAN pada kita, karena apa yang saat ini dimiliki bisa diambil sewaktu-waktu oleh karena itu harus tau dan sadar  bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak kekal, harta benda itu hanya sarana bukan tujuan  sehingga di dalam mencarinyapun dan menggunakanya pun harus didasari dengan kasih persaudaraan bahkan harus dicari bersama  dan digunakan bersama (kerja-sama).
Jangan merasa diri paling hebat dan kuat atau menganggap orang lain lemah dan tidak mampu, jangan keakuan atau kata aku yang dipakai  tetapi harus memakai kata kita sebab semua itu terjadi atas seijin TUHAN karena DIA adalah sumber dari segala sumber yang kita harapkan dan berasal dari sana.

"Kondisinya menjadi ketandusan"

" Kondisinya akan menjadi ketandusan  setiap orang yang melewatinya akan merasa ngeri dan bersuwit karena segala pukulan yang dideritanya"
Edom akan menjadi keyandusan: Paska dihancurkan ALLAH karena murka kepadanya apabila dilihat dari ilmu pertanahan  tidak akan bisa ditanami apapun, karena tanahnya keras tidak bisa diolah dan berbatu-batu serta berpasir seperti padang gurun. Karena sudah demikian  maka secara otomatis  sridak ada lagi penghuninya atau tidak ada satu orangpun yang mau  tinggal menetap sebab tidak ada lagi pengharapan , karena manusia hidup butuh makan dan minum sedangkan tanahnya tandus dan tidak bisa ditanami lagi.

"Setiap orang yang melewatinya akan merasa ngeri"
Yang menjadi pertanyaan, mengapa  setiap orang yang melewatinya akan merasa ngeri?
1. Karena Edom menjadi sunyi sepi
2. Ngeri karena banyak dihuni  nimatang berbisa seperti ular, kalajengking dan kelabang serta binatang berbisa yang lainya.
3. Ngeri karena melewati Edom paska ALLAH murka kepadanya penuh dengan ancaman yang berasal dari binatang maupun dari alam itu sendiri.


Paska Edom dihukum ALLAH kondisinya berbanding terbalik dari sebelumnya adalah negeri yang sangat kuat baik tentara maupun sekutunya berubah menjadi negeri yang miskin dan tidak dihargai oleh yang lainya. Kata bersuwit adalah contohnya. Kata bersuwit adalah bunyi-bumyian yang bertujuan mencela Edom, ia trlah kehilangan eksistensi dan jati-diri sehingga sangat diremdahkan orang. Itu dampakmya bagi dia yang suka melawan ALLAH. Apabila kita para pengikut KRISTUS suka berbuat yang menyimpang dari ketetapan-ketetapan-NYA maka ia akan kehilangan eksistensi dan jati-diri menjadi seseorang yang tidak punya pengharapan dan selalu dipandang sebelah mata oleh yang lainya sekalipun dia mempunyai jabatan yang paling tinggi di istitusinya. Sekalipun mempuyai harta benda yang melimpah, semuanya akan menjadi sia-sia karena hal-hal diatas hanya berlaku ketika di dunia saja, tetapi jika kita mempunyai KRISTUS sekalipun di dunia ini kita tidak punya harta benda kemewahan dan kedudukan apapun dalam masyarakat maka kehidupan kita akan mengalami damai sejahtera baik di bumi seperti di Surga. Ketandusan di sini juga bisa menjadi suatu gambaran tentang hati (rohani) manusia yang mengalami ketandusan sebab tidak ada sungai yang mengalir yang menyegarkan hati dan jiwanya. Tanaman-tanaman tidak akan hidup karena tidak ada air seperti jiwa dan roh yang tidak pernah dialiri oleh air kehidupan yang dari KRISTUS akan mengalami ketakutan dan kengerian, karena bersumber dari pukulan-pukulan  permasalahan-permasalahan yang menghinggapi akibat bersekutu dengan si jahat.

"Supaya hati dan jiwa manusia tidak tandus harus disiram dengan air hidup yaitu KRISTUS sehingga hati, pikiran manusia menjadi sejuk gembur dan siap siram dengan Firman TUHAN. Firman TUHAN- Maka seorangpun tidak akan diam  lagi di sana  dan seorang manusuapun tidak akan tinggal lagi di dalamnya".
 Paska ALLAH menghancurkan Edom, kondisi wilayahnya menjadi perhatian karena tidak ada manusiapun yang tinggal di sana karena tandus dab tidak mungkin lagi ditinggali  sehingga tidak ada penharapan lagi dan jika hidup di sana akan menjadi sia-sia karena akan mengalami kematian sebab tidak ada makanan untuk bisa dimakan..


Sesungguhnya seperti singa yang bangkit  keluar dari hutan belukar sungai Yordan  mendatangi padang eumput tempat kawanan domba, demikianlah AKU akan membuat mereka lari dari negeri itu dan mengakat di dalamnya dia yang KU pilih sebab siapakah yang seperti AKU"?

Yermia  menggambarkan kekuatan TUHAN seperti sunga yang sedang mengaum yang siap menerkam mangsanya, Edom digambarkan seperti kambing domba di padang rumput yang sedang makan tiba-tiba dikejutkan oleh dan lari tunggang langgang tidak tau rimbanya.
"Sebab suapakah yang seperti AKU?
Itu pertanyaan dari DUA dalam hal:
1. Kekuatan
2. Kekuasaan
3. dan hal hal yang lain yang tidak dimiliki oleh umat manusia
Hal hal yang ada kaitanya dengan "Maha" itu dimiliki oleh ALLAH, untuk itu manusia yang penuh dengan keterbatasan keterbatasan pemikiran dan tindakan harus terus mendekat kepadaNYA yang empunya segalanya. Apabila umat manusia digambarkan sebagai domna (kawanan domba) yang tidak mempunyai kemampuan apapun untuk melindungi dirinya dari marabahaya yang akan mengancam dirinya sendiri. Ketika singa melihat kawanan domba naluri dan eksisistensinya sebagai hewan pemakan daging muncul dan siap menerkam. Tentu saja kawanan domba  yang tidak punya kemampuan  apapun untuk untuk melawan singa langsung saja lari kobar kacir menyelamatkan diri. Yang menjadi pertanyaan apakah kawanan domba itu bisa lepas dari amukan singa? Jelas tidak akan bisa.Domba-domba itu hanya tinggal menunggu giliranya untuk dimangsa singa

Kalau domb-domba itu adalah itu adalah  umat manusia  yang penuh dengan dosa dan singa itu gambaran ALLAH, apakah manusia mampu  lepas dari amukan  murkaNYA dan tidak ada tempat bagi mereka untuk bersembunyi dari DIA. Hanya ada satu kata: "Menyerah kepada ALLAH," maka hidup kita akan aman tentram dan penuh dengan damai sejahtera, sebab kesombongan yang akan mempersulit diri kita sendiri.
 "Siapakah  yang berani mendakwa AKU"
Aparat penegak hukum mana  yang ada di dunia ini yang berani melakukan dakwaan dan membuat DIA menjadi tersangka, mengapa demikian? Sebab materi KUHP, UU dan peraturan-peraturan  yang lain soko gurunya juga berasal dari Furman-NYA. Karena DIA adalah sumber dari segala sumber hukum kebenaran dan keadilan. Pengadilan di bumi ini masih bisa dibeli dengan sejumlah dengan harta benda kemewahan, Pengadilan di muka bumi ini hakimnya masih bisa disuap, melakukan barter dan gratifikasi. Hukun du dunia ini tidak hitam putih tetaou banyak daktor yang mempengaruhi:
Kebenaran dan keadilan bisa diinterfensi oleh tekanan politik kekuasaan, korporasi dan kekuatan yang launya, oleh karena itu kita harus bangga mempunyai hakim agung, hakim dari segala hakim yaitu KRISTUS.

"Siapakah gerangan gembala-gembala yang tahan menghadapi AKU"
Tugas gembala adalah: Disamping menyediakan padang rumput (makanan), menyediakan minuman tetapi juga melindungi domba  dari kawanan perampok dan serangan binatang buas. Tetapi jika gembala-gembala harus menghadapiNYA, apakah dia sanggup? Tentunya tidak mungkin sanggup. Yermia menggambarkan begitu dasyatnya kejatuhan Edom, bagaimana tidak-Edom yang begitu kuat, perkasa, ditakuti dan disegani kawan maupun lawan karena bala tentaranya berserta sekutunya.

Kata bumi akan goncang, goncang disini bukan gempa bumi tetapi bangsa-bangsa yang lain menjadi terkejut dan bertanyatanya-tanya tentang penyebab kejatuhanya-siapa atau bangsa mana yang menjatuhkanya. Setinggi-tingginya kekuasaan manusia dihadapan ALLAH tidak akan berpengaruh apapun, Edom digambarkan di sini digambarkan seperti rajawali yang kuat terbang diudara tetapi sehebat dan sekuat apapun manusia jika sudah berhadapan dengan kuasa dan kehendakNYA ia tidak akan sanggup. Edom yang sombong dan congkak merasa paling hebat dan kuat harus segera dikikis habis sampai keakarakarnya sehingga tidak akan bertumbuh Edom-edom yang baru.

Hanya dengan Firman dan ROH KUDUS yang menyanggupkan  manusia untuk melakukan semuanya itu, tanpa peransertaNYA ALLAH manusia tidak dapat berdaya menghadapi keinginan daging dan kekuatan iblis.





















;

















;












Senin, 12 Juni 2017

DI DALAM MENGHADAPI MASA YANG SULIT MENURUT PERJANJIAN LAMA BAG. V

"ENGKAU menyongsong mereka yang melakukan yang benar dan mengingat jalan yang ENGKAU tunjukan"
Kata menyongsong di sini ALLAH berinisiatif menghampiri umatNYA bagi mereka yang bertindak benar dan mengingat jalan yang IA tunjukan. Dalam perikup ini juga menjelaskan mengapa DIA murka sebab umatNYA berdosa dan melakukan pembrontakan terhadap ALLAH.

"Pembrontakan sejak dahulu kala"
Pembrontakan yang dilakukan manusia itu terjadi sudah sejak  manusia zaman Adam dan Hawa yang turun temurun sampai dengan saat ini, artinya pembrotakan itu dampakmya bagi kehidupan manusia ke depan menjadi kehilangan pengharapan untuk hidup kekal. Pembrontakan yang dilakukan manusia pertama ini disamping berdampak pada kehidupany mereka sendiri dan keturunanya ke depan, tetapi juga makluk ciptaan TUHAN yang lainya. Eksistensi bumi menjadi terancam karena ketidak taatan manusia terhadap ALLAH. Kerusakan bumi yang disebagkan bencana alam baik tanah longsor maupun banjir karena ulah manusia yang hanya memenuhi kepentingan daging, pikiran dan tindatakn indifidualitis semata.

ALLAH murka terhadap manusia karena manusia najis oleh sebab dosa, sekalipun manusia berbuat baik, saleh tetapi dihadapan-NYA ibarat kain kotor yang tidak akan dipakai oleh siapapun, apabila dipakai  akan muncul bau busuk dan menimbulkan banyak penyakit. Bahwa dosa yang telah mendarah daging yang melekat pada diri manusia tidak bisa dibasuh oleh harta benda kemewahan , amal kebaikan dan tidak ada artinya sama sekali. Manusia ibarat  daun yang sudah kering dan apa bila ada angin berterbangan tertiup dan diombang-ambingkan oleh nya, daun tersut tidak lagi mempunyai pengharapan : Manusia dilenyapkan  oleh dosa dan pelanggaran terhadap ALLAH.

"Tidak ada yang memanggil namamu atau  yang bangkit berpegang padamu sebab ENGKAU menyembuyikan wajahMU terhadap kami dan menyerahkan kami kepada kekuasaan dosa kami"

"Tidak ada yang memanggil namaMU"
Mereka sudah dibutakan dan dibisukan oleh dosa sehingga mereka lupa akan ALLAH yang sanggup untuk melepaskan dari kuasa-kuasa kegelapan. Dosa yang teriplementasi  melalui keinginan daging yang membuat manusia tidak mau memanggil dan tidak mau bangkit berpegang padaNYA, pada dasarnya ALLAH tidak mau menemui manusia karena pelanggaran dan dosa-dosanya sendiri. Jikalau manusia berdosa dan yang telah kehilangan kemuliaan-NYA bertatap muka dengan DIA jelas tidak akan sanggup seperti yang dialami oleh Musa saat dia mau diutus TUHAN. "Janganlah datang dekat-dekat, tinggalkanlah kasutmu dari kakimu sebab tempat dimana engkau berdiri" Lagi IA berfirman,"AKULAH ALLAH ayahmu, ALLAH Abraham, ALLAH Ishak  dan ALLAH Yakub, lalu Musa menutupi mukanya sebab ia takut memandangNYA. Mengapa ia  nebutupi matanya dan takut meandang ALLAH karena posisinya adalah orang berdosa, dosa tidak tahan jika berdekatan dengan kebenaran dan kemuliaan-NYA.

Yesaya dalam perikup sebelumnya menjelaskan, "Tetapi yang merupakan  pemisah antara  kamu dan ALLAHmu adalah segala kejahatanmu dan yang membuat DIA menyembunyikan  diri terhadap kamu sehingga IA tidak mendengar ialah segala dosamu."

Yang selalu berinisiatif untuk mendekat dan menghampiri manusia itu adalah ALLAH sendiri bukan manusia, IA sangat aktif dan progresif tetapi manusia sangat pasif dan apatis, oleh karena itu dia harus segera menyadari bahwa ia itu hanyalah tanah liat. yang butuh dibentuk menjadi sesuatu yang bernilai oleh sang kreator. Manusia tidak membuat dirinya sendiri bernilai tanpa ada yang mengkreasi, oleh karena itu kesadaran itu penting lalu baru mendekat kepadaNYA.

 Oleh sebab itu menataplah kepada DIA supaya penganpunan,keselamatan  ada di dalam diri umat NYA disamping itu ratapilah kota-kota dan desa-desa supaya penuh dengan kemuliaan DIA dan banyak pertobatan. IA sangat butuh keterlibatatan kita untuk misi tersebut sehingga bumi penuh dengan kemuliaan ALLAH.




Kamis, 01 Juni 2017

DI DALAM MENGHADAPI MASA YANG SULIT MENURUT PERJANJIAN LAMA BAG. IV

Kata baju yang merah adalah gambaran bahwa Edom adalah bangsa keturunan Esau anak dari Ishak, kata baju yang merah  adalah, lazinya diartikan keberanian, kemegahan, kesombongan dan kekuatan.

"AKUlah yang menjanjikan keadilan  dan yang berkuasa untuk menyelamatkan"
"Mengapakah pakaianmu semerah itu dab bajunu seperti  baju pengirik buah anggur, AKU seorang dirilah yang melakukan pengirikan  dan diantara umatKU tidak ada yang menemani AKU. AKU telah mengirik bangsa-bangsa dalam murkaku dan AKU telah menginjak-injak dalam kehangatan amarahKU, semburan darah merah mereka memercik ke dalam bajuKU dan seluruh pakaianKu telah cemar sebab hari pembalasan telah KUrencanakan hari penentuan bela telah datang".
AKU melayangkan pandanganKU tidak ada yang menolong; AKU tertegun; tidak ada yang membantu lalu tanganKU memberi AKU pertolongan dalam kehangatan amarahKU.
AKU memijak-mijak bangsa-bangsa dalam murkaKU, menghancurkan mereka dalam kehangatan amarahKU dan membuat semburan darah mereka mengalir ke tanah"

Untuk memperlihatkan kekuatan dan kuasaNYA sebagai ALLAH, IA datang dengan baju yang merah, apa yang dimaksut dan apa tujuan-NYA, supaya Edom sebagai bangsa yang selalu berkontradiksi dengan TUHAN dan selalu melawan kekuasaan-NYA mendapatkan pembalasan dari ALLAH.

"AKUlah yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan"
Edom sebagai bangsa yang besar nempunyai sekutu yang banyak selalu menindas dan selalu membuat bangsa tersebut penuh dengan ketakutan dan merasa terganggu keamananya. Yang bisa memberikan keadilan hanya DIA, yang menjadi benteng yang sejati hanya ALLAH yang menciptakan langit dan bumi serta isinya, tanpa campur tangan-NYA Israel tidak bisa lepas dari penderitaan.

"Yang berkuasa untuk menyelamatkan"
Yang sanggup menyelamatkan dan yang berkuasa hanya ALLAH tanpa DIA turun tangan maka dia tidak bisa lepas cengkraman kekuasaan Edom. Israel harus kembali kepada tangan kasihNYA yang kuat sebab jika tanpa perlindungan TUHAN jelas ia akan tetap ada dalam penderitaan untuk selama-lamanya.

"Mengapakah pakaianMU semerah itu"
Pakaian adalah alat untuk menutupi tubuh manusia tetapi juga bisa menjadi satu identitas,pribadi, golongan, suku bangsa, apakah pakaianmu semerah itu yang berarti berani, siapa yang berani melawan kekuasaan ALLAH, pasti akan dimusnahkan-NYA. "Dan bajuMU seperti pengirik buah anggur" Pengirik buah anggur adalah seseorang yang pekerjaanya merubah buah anggur yang sudah masak menjadi anggur yang siap diminum. Mengapakah ALLAH menggambarkan diriNYA sebagai pengirik nuah anggur, karena DIA akan mengubah Edom  yang arogan dan sombong serta melawan ALLAH akan menjadi Bangsa yang tidak mempunyai segalanya. Karena yang berkaitan dengan sumber kehidupan dan kekuatan mereka akan dihancurkan  oleh ALLAH.
Anggur adalah sumber penghidupan  dari bangsa Israel selain dari gandum, apabila sumber-simber penghidupan sudah dihancurkan tentunya mereka tidak lagi mempunyai pengharapan lagi.

Yesaya di dalam tulisanya menggambarkan kehancuran Edom, "AKU telah menginjak-injak Edom dalam kehangatan murkaKU", kata menginjak-injak adalah gambaran umum khususnya orang Indonesia. IA akan jatuh tersungkur rebah karena terinjak-injak oleh DIA.

"Semburan darah mereka memercik pada bajuku"
Percikan darah itu muncul akibat dari terinjak injakmya orang-prang Edom dan memercik ke pakaian ALLAH dan seluruh pakaianku telah cemar. Dan cemar di sini ada benang merahnya dengan terinjak-injak dan darah yang menyembur dan memercik  kepakaian TUHAN. Kata cemar juga berkonotasi kotor atau mengotori juga bisa diartikan perbuatan-perbuatan Edom sebelum sebelumnya yang melawan kehendak ALLAH sehingga membuat DIA murka terhadapnya.

Yang menarik di sini adalah: "AKU seorang dirilah yang melakukan pengirikan dan dari antara amatKU tidak ada yang menemani AKU"
Tujuan DIA menciptakan manusia adalah sebagai mandatarisNYA di bumi ini, mengelola dan memenuhi bumi supaya bisa lestari, namun semuanya berubah seiring dengan ketidak taatan manusia Adam dan Hawa yang terkena tipu muslihatnya iblis dengan memakan buah pengetauan baik dan jahat. Setelah mereka memakan buah tersebut berubahlah prilaku keduanya dan keterunanya, yang awalnya baik berubah menjadi jahat sehingga kemuliaan ALLAH yang bernaung dalam diri mereka masing masing menjadi hilang dan berubah menjadi laknat. Manusia cenderung berprilaku jahat karena hanya ingin memenuhi keiginan daging yang sangat konradiktif dengan keinginan ROH. Ucapan ALLAH,'AKU seorang dirilah yang melakukan pengirikan dan diantara umatKU tidak ada yang menemani AKU. Manusia yang kehilangan kemulyaan-NYA tidak mengerti tugas-tugas dan kerja-kerjaNYA ALLAH sehingga DIA bekerja sendiri. IA menciptakan manusia dengan tujuan menjadi mandatarisNYA di dalam mengelola bumi ini sehingga bumi ini dapat lestari (mewujutkan suasana bumi seperti di Surga).
Namun semua berubah seiring dengan ketidak taatan manusia Adam dan Hawa yang terbujuk rayuan maut iblis dengan makan buah pengetauan baik dan jahat. Pohon lartangan itu telah mengubah pola pikir dan pola laku mereka sampai dengan keturunanya yang awalmya baik berubah menjadi jahat sehingga membuat kemuliaan ALLAH yang menaungi manusia menjadi hilang dan berubah menjadi laknat. Manusia cenderung berprilaku jahat karena hanya berfokus untuk memenuhi keinginan daging saja yang sangat kontradiktif dengan  keinginan ROH. Ucapan ALLAH AKU seorang dirilah yang mekukan  pengirikan dan diantara umatKU tidak ada yang menemani AKU. Manusia yang kehilangan kemuliaan ALLAH, tidak punya kasih dan hidup indifidualistis.

"AKU melayangkan pandanganKU tidak ada yang menolong, AKU tertegun tidak ada yang membantu"
Perbuatan Adam dan Hawa serta keturunanya sampai sekarang menjadikan mereka kehilangan jati diri, tolong menolong menjadi hilang berganti kehidupan yang indifidualisme yang berpusat pada dirinya sendiri. ALLAH dalam kerja-kerjaNYA tidak ada yang menolong dan membantu, umatNYA yang diharapkam membantu dan menolong kerja-kerja DIA, pada hal hakekat dari manusia diciptakan  dan beranak cucu dan bertambah banyak seperti bintang dilangit dan pasir dilaut untuk memuji dan memuliyakan DIA serta melayaniNYA. JIka umat Pilihan ALLAH (para pengikut KRISTUS serta yang mengaku muridNYA tidak memuliakan nama TUHAN, memuji nama, DIA dan taat kepadaNYA, tidak melayani DIA maka kehidupanya juga akan sama seperti Edom. DIA akan murka dan menghancurkan kehidupan kita sehingga tidak memiliki pengharapan lagi

Sabtu, 27 Mei 2017

DI DALAM MENGHADAPI MASASA YANG SULIT MENURUT PERJANJIAN LAMA BAG. III

"IA turun menghakimi Edom bangsa yang KUkususkan untuk ditumpas"
ayat diatas adalah hari pembalasan, "Sebab TUHAN  mendatangkan hari pembalasan dan pengajaran karena perkara Sion"

 "Apakah ada yang melakukan keadilan, maka aku akan mengampuni kota itu, sekalipun mereka berkata demi TUHAN yang hidup namun mereka bersumpah palsu. Mereka mengeraskan hati, mataMU terarah kepada kebenaran, ENGKAU memukul mereka, tetapi mereka tidak kesakitan, ENGKAU meremukan mereka tetapi mereka tidak menerima hajaran. Mereka mengeraskan kepalanya lebih dari pada batu dan mereka tidak mau bertobat, lalu aku berpikir ; mereka hanya orang-orang kecil; mereka hanya orang-orang bodoh sebab mereka tidak tau jalan TUHAN hukum ALLAH mereka. Baiklah aku pergi kepada orang-orang besar dan berbicara kepada mereka sebab mereka yang menetahui jalan TUHAN hukum ALLAH mereka. Tetapi mereka semuanya telah mematahkan kuk, telah mematahkan tali-tali pengikat"

Kata khusus dari ayat satu (1) sampai ayat (5) sudah ditulis dua kali berarti kata "khusus" ini harus kita perhatikan dan cermati benar-benar dan dibahas lebih lanjut. ALLAH sangat mengkususkan Edom uintuk dihakimi, apabila DIA sudah menghususkan dan berkehendak untuk menghakimi berarti kesalahanya sangat besar dan tidak mungkin lagi untuk diampuni. Dalam penghukuman ini bukan hanya manusia tetapi ada makluk ciptaan yang lain yang terkena dampaknya yaitu tumbuhan dan binatang.

Kambing domba  menjadi gambaran dari semua orang Edom dan banteng adalah pemerintahan (para pemimpin Edom). Hal diatas adalah bentuk pembalasan  yang diberikan oleh TUHAN, apabila Bangsa Edom melawan DIA. Bangsa Edom bisa menjadi pembelajaran bagi bangsa-bangsa lain yang mau melawan kehendak dan kuasanNYA pasti akan dibuat seperti Edom yaitu dibumi hanguskan.

Hal diatas juga sebagai pembalajaran bagi barang siapa yang berusaha ingin berperkara dengan TUHAN dan bermaksud menguasai  Israel yang adalah umat pilihan ALLAH. Dan bukan hanya itu saja yang perlu duketahui bahwa DIA juga membuat alat produksi bagi Edom yang tidak dapat lagi dipakai untuk berproduksi . Sumber-sumber penghidupanyang ada di sana dihancurkan-NYA.
- Sungai berubah menjadi ter
- Tanah menjadi belerang yang menyala-nuala
- Negeri itu akan menjadi reruntuhan turun-tenurun
-Tidak ada yang melintasinya
- Edom hanya akan akan dihuni burung hantu-landak dan jin-jin

Semua ini sebagai pembelajaran  dan pembalasan TUHAN terhadap bangsa-bangsa yang berani melawan  DIA, tidak ada satu makluk hidup yang dibiarkan hidup bertumbuh dan berkembang.



Jumat, 28 April 2017

DI DALAM MENGHADAPI MASA YANG SULIT MENURUT PERJANJIAN LAMA BAG II

BAYAR HARGA
"Dan IA telah mengutus aku"
Dan untuk visi misinya ALLAH Yesaya bin bani Amon diutus untuk meluruskan kehidupan bangsa Israel yang menyimpang dari kehendakNYA, dengan hadirnya nabi Yesaya umat Israel kembali kepangkuan kasihNYA untuk memuji, memulyakan dan menyembah DIA.

"Untuk  memberitakan  pembebasan  kepada orang-orang tawanan "
Disini jelas peranan seorang Nabi dihadapan umat Israel yaitu:
Memberitakan pembebasan  kepada para tawanan;siapakah yang disebut seorang tawanan itu, dia adalah seseorang yang telah melakukan perbuatan melawan hukum tetapi dalam arti rohani adalah mereka yang telah  berbuat dosa dan yang telah kehilangan kemuliaan-NYA sehingga menjadi salah satu obyek pemberitaan yang dilakukan oleh Yesaya. Mengapa demikian, karena menjadi tawanan hidupnya sangat menderita dan tidak punya pengharapan lagi. Hadirnya pemberitaan  tentang pembebasan yang datang dari TUHAN bagi para tawanan menjadikan mereka berpengharapan lagi dan putus asa menjadi hilang. Para tawanan hanya punya satu pengharapan lagi yaitu DIA yang menciptakan langit dan bumi, para tawanan tidak bisa mengharapkan belaskasihan dari sesamanya, tidak bisa berharap kepada harta benda kemewahan karena tidak akan bisa dijadikan alat barter pembebasan mereka. Oleh karena itu di dalam hidup kita jangan pernah berharap selain kepada TUHAN karena hanya DIA yang sanggup menolong membebaskan manusia dari pelenggu kelaliman dan sanggup membebaskan dari tawanan iblis.

"Dan pengklihatan kepada orang buta"
IA juga sanggup mencelikan mata yang buta sehingga mereka bisa melihat seperti yang lain sehingga  mempunyai pengharapan seperti yang lainya karena hal itu ada benang merahnya dengan eksistensi (harga diri) dihadapan banyak orang.

"Untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN"
Orang yang tidak mau mengenal KRISTUS atau mengaku bahwa DIA adalah TUHAN dan juruselamat mereka akan mengalami penindasan kekal, di dunia ini mereka akan di tindas oleh keinginan daging dan rohanonya ditindas oleh iblis sampai pada puncaknya masuk ke dalam api neraka untuk selamanya. Sekalipun saat masih di dunia mereka bisa menindas sesamanya tetapi nanti mereka akan menerima pembalasan bersama dengan penguasa kegelapan di kerajaan neraka si iblis.

"Kemudian IA menutup kitab itu memberikanya kembali kepada pejabat lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat tertuju kepadaNYA: "Genaplah nas ini"

Namun yang aneh di sini adalah:
1. Dan semua orang  membenarkan  DIA
2. Kata-kata yang indah yang diucapkan-NYA
Lalu kata mereka "Benarkahkah IA ini anak Yusuf", mereka  mendengar DIA membaca kitab Nabi Yesaya dilanjutkan dengan mengajar mereka, semua orang membenarkan-NYA dan membuat mereka terpukau serta terheran-heran tetapi mereka ragu-ragu dan berkata: "Benarkah IA ini anak Yusuf", pikiran-pikiran yang belum diterangi oleh Firman ALLAH dan ROH KUDUS yang membuat mereka tetap berpikiran model duniawi (manusiawi). Benarkah ini anak Yusuf adalah bentuk keraguan dan ketidak percayaan terhadap ALLAH yang telah menjilma menjadi manusia untuk menyelamatkan yang berdosa. Rahim Maria itu hanya dipinjamNYA untuk berproses menjadi seorang manusia yang sejati. Mengapa demikian?Karena Yusuf sebagai suaminya Maria tidak ikut mempros kelahiran YESUS. Dia hamil saat ia masih bertunangan dengan dia. Kerugian karena menggunakan nalar manusiawinya yang membuat orang-orang Nasaret sulit percaya YESUS sebagai ALLAH yang datang sebagai penyelamat.

DIA tahu keraguan mereka tehadap eksistensiNYA sebagai ALLAH sehingga IA berkata:"Tentunya kamu akan mengatakan pepatah ini kepadaKU: hai tabib sembuhkanlah dirimu sendiri, bernbatlah disimi juga, di rempat asalmu ini, segala yang kami dengat yang telah terjadi di Kapernaum." "Dan kataNYA lagi: "AKU berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya". Dan AKU berkata kepadaMU dan kataKU ini benar, dizaman Elia terdapat nanyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan, ketika bahaya kelaparan  yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka melainkan kepada perempuan janda di Sarfat di tanah Sidon. Dan pada zaman Elia  banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan selain dari pada Nak Aman seorang  Siria itu. Mendengar itu sangat marahlah semua orang  yang ada di rumah ibadat itu, mereka bangun lalu menghalau YESUS ke luar kota dan membawa DIA ke tebing gunung tempat kota itu terletak untuk melemparkan DIA dari trmpat itu tetapi IA berjalan lewat tengah-tengah mereka lalu pergi.

"Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepadaKU: Hai tabib sembuhkanlah dirimu sendiri, perbuatlah di sini juga dirmpat asalMU ini.

YESUS tau jika pengajaran yang disampaikan di tempat ibadah di Nasaret sangat sedikit orang  yang mendengarkan karena mereka sangat meremehkan DIA -  karena YESUS mereka pandang sebagai anak Yusuf dan Maria yang miskin, Pandangan orang Nasaret terhadapnya masih dilakukan banyak orang sampai saat ini. Orang-orang yang mempunyai setatus sosial yang tinggi (banyak harta benda kemewahan dan derajat pangkat yang tinggi) banyak mereka yang acuh tak acuh dan tidak mempedulikanya. Bahkan dikalangan gerejapun antara yang kaya dan yang miskin perbedaan cukup dalam dan yang mempunyai kepedulian  tergadap kaum yang miskin  sangat sedikit. Pemilihan-pemilihan  majelis gereja - pengurus pengurus didominasi kaum elit: hal ini sebagai gambaran bahwa kaum miskin dimanapun keberadaanya selalu terpinggirkan. YESUS saja sebagai manusia sejati dan ALLAH sejati nendapatkan perlakuan yang tidak adil di Nasaret apa lagi kita manusia yang penuh dengan keterbatasan dan tidak sempurna ini.

Otang Nasaret hanya sebatas kagum dan takjub  akan ceruta-cerita baik baik di Kapernaum, Galilea, Yudea dan Samaria sangat kagum terhadapNYA sebagai pribadi manusia yang mempunyai kemampuan yang lebih dibandingkan dengan manusia yang lain. Kata bukankah ini adalah anak Yusuf dan ungkapan: Hai tabib sembuhkanlah dirimu sendori." Hal ini menunjukan bahwa orang-orang nazaret tidak memandang DIA sebagai ALLAH tetapi hanya memandang sebagai manusia.

"Sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya"
Dosa yang diperbuat Adam dan Hawa waktu itu membawa dampak yang sangat kompleks bukan hanya bagu mereka berdua tetapi sampai kepada keturunanya dampai sekarang. Mereka tidak lagi berpikir tentang TUHAN dengan kacamata iman dan kebenaran-NYA tetapi mereka berpikir tentang keinginan daging, demikian dengan orang-irang Nasaret hanya melihat YESUS dari kacamata kedagingan saja, IA selalu dipandang sebagai anak Yusuf yang miskin , seorang berprofesi sebagai anak pencari kayu bakar. Karena pandangan yang demikian dan apapun yang orang-orang Nazaret dengar tentang apa yang telah diperbuat YESUS di Lapernaum dan di tempat-tempat lain tidak akan mempengaruhi dan menggoyahkan pandangan dan pendapat terhadap DIA.

Hal diatas yang membuat YESUS mengatakan" Hai tabib sembuhkanlah dirimu sendiri, perbuatlah di sini  juga di tempat asalmu." Peranan subyektifitas orang Nasaretv  tehadap DIA yang membuat pandangan-NYA: "Hai tabib semnuhkanlah dirimu sendiri." Di sini IA ingin menunjukan bahwa fakta sehebat dan sekuat apapun seseorang tidak akan dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, sebagai peibadi orang lain. Sebagai pengikut KRISTUS harus melepaskan ego, jangan merasa bisa tetapi harus bisa merasa. Manusia harus sadar bahwa ia dibatasi ruang dan waktu sehingga kemampuan kerjanya juga terbatas sehingga kerja-sama - mengasihi satu dengan yang lain terus dipupuk dan dikerjakan sampai kapanpun.

"Perbuatlah  di sini juga di tempat asalMU"
Kesembuhan orang lumpuh berjalan -orang tuli bisa mendengar -, hal ini dilakukan YESUS dikapernaum dan di tempat yang lainya, ini berhubungan dengan iman dan percaya kepadaNYA sebagai ALLAH dan juru selamat (mempercayai bahwa DIA itu ALLAH yang telah menjilma menjadi manusia) yang berkuasa atas segala di bumi dibwah dan di langit di atas termasuk berkuasa atas sakit penyakit nahwa hanya dengan bilur-bilurmya dapat disembuhkan.
"AKU berkata kepadamu sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai ditempat asalnya"
Yang membuat YESUS berkata demikian, hal itu fakta bahwa dirinya sendiri hanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat Nasaret karena hanya anak dari Yusuf dan Maria yang berprofesi sebagai pencari kayu bakar yang miskin. Ketika mereka memandang rendah keluarga pasti akan mempengaruhi opyektitasnya dalam menilai dan memandang DIA. Masyarakat Israel meragukan  bahkan tidak percaya karena mereka mengagungkan akal sehat dan yang mereka lihat hanya dari satu  sisi keluargaNYA yang miskin dan tidak memandang kerja-kerja DIA di luar Nasaret. Untuk menjelaskan bahwa tidak ada Nabi yang yang dihargai di daerahnya sendiri IA mencontohkan Nabi Elia. SEmua hidup dan pelayananya banyak perempuan  janda di Israel  ketika langit tertutup dan tidak ada hujan selama tiga tahun dan enam bulan serta bahaya hebat menimpa seluruh negeri, dia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat di tanah Sidon.

Mengapa demikian?
"Kita tau sekarang bahwa ALLAH turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana ALLAH"
Kata kita tau sekarang bahwa ALLAH turut bekerja bagi  orang yang  percaya akan DIA menjukan bahwa penyataan TUHAN atas diri kita tidak akan berhenti sampai kapanpun dan dimanapun sehingga keberhasilan sehingga keberhasilan akan senantiasa menaungi. Kerja kerjaNYA dalam kehidupan orang percaya menjadi faktor penting dan sangat krusial karena tanpa DIA ikut campur tangan dalam setiap pekerjaan kita maka sia-sialah karena jerih lelah yang kita lakukan tidak ada yang menhitung dan menggantinya (tidak akan ada gunanya)

"Dalam segala sesuatu"
Dalam segala sesuatu itu menunjukan  bahwa kerja-kerjanya meliputi segala aspek kehidupan manusia baik jasmani maupun rohani baik kebutuhan yang besat sampai dengan yang kecil selalu dalam perhatian ALLAH. Dalam segala sesuatu juga menujukan cakupan kerja, disamping itu menjukan waktu kerja-kerjaNYA tidak dibatasi ruang dan waktu serta tidak akan berhenti walau sedetikpun.

"Untuk mendatangkan kebaikan"
Bahwa rencana TUHAN itu bukan remcana kecelakaan tetapi rencana damai sejahtera, itu menjadi sesuatu yang apsolut dan tidak bisa ditawar-tawar lagi dengan besaran harga mata uang dan kemewahan dunia ini, oleh karena iti segala sesuatu yang ada pada DIA adalah kebaikan, karena DIA adalah yang maha baik sehingga yang diucapkan dan yang dikerjakan  pasti untuk kebaikan dan kebaikanya sangat berbeda dengan yang dilakukan manusia.

Kebaikan manusia terkadang bersyarat ada agenda lain dibalik kebaikan tersebut dehingga tidak hakiki (semu) atau berpura-pura, tetapi kebaikan ALLAH itu jelas dan terukur dam tidak ada segala sesuatu yang disembunyikan. Kebaikan manusia mengharapkan balasan sedangkan ALLAH tidak. Kebaikan adalah salah satu dari bagian dari buah ROH KUDUS sehingga wajib dan harus kita lakukan bahkan kebaikan harus menjadi budaya yang harus dukembangkan dalam kehidupan manusia khususnya para murid dan pengikutNYA. Apabila kebaikan sudah menjadi budaya maka harapan kehidupan di bumi seperti di Surga akan terealisasikan dengan baik. Supaya AL:LAH mau mendatangkan kebaikan ada syarat yang harus dipenuhi yaitu:

"Bagi mereka yang mengasihi DIA," Men
gasihi DIA menjadi kata kunci kebaikan-NYA akan datang, kebaikan tidak bisa dipisahkan dari kasih dan memang seseorang melakukan kebenaran karena kasih dan seseorang yang penuh dengan kasih pasti penuh dengan kebaikan, kasih dan kebaikan ibarat keping mata uang. Sebab kasih adalah yang pertama dan yang utama dalam hidup, jika kasih sudah dijadikan pedoman hidup dan dijadikan yang utama dan yang terutama maka berkat kebaikan ALLAH akan mengalir dalam kehidupan kita. Yaitu:

"bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana ALLAH"
Ayat diatas selaras dengan "Bukan kamu yang memilih AKU tetapi AKU yang memilih kamu" Sebab manusia adalah mandatarisNYA bukan kreator dan bukan pemilik seluruhnya yang ada di langit dan di bumi, oleh karenanya ia harus melaksanakan segala sesuatu yang menjadi perintah DIA. Jika melaksanakan tidak sesuai dengan anjuran, itu yang disebut melanggar dan harus menanggung konsekwensinya.

Yang menjadi pertanyaan: Mengapa Elia diutus menolong janda Sarfat di tanah Sidon dari pada menolong Israel yang sedang mengalami kemarau tiga taun enam bulan sehingga menimbulkan kelaparan hebat. Israel adalah umat pilihan-NYA yang tegar tengkuk serta bebal dan sudah berulang kali melanggar perintah TUHAN. Pada zaman nabi Elia bangsa Israel terpengaruh untuk menyembah dewa baal, pada waktu itu Israel diperintah oleh raja Ahab, selama dalam pemerintahanya ia melakukan yang jahat menurut pemandangan-NYA, puncaknya dia mendirikan  mesnah dan kuwil untuk baal, sesudah itu ua membuat patung asyera. Dengan latar belakang yang demikian  sangat wajar  jika ALLAH berpaling dari mereka dan mengutus Elia  menolong janda Sarfat di tanah Sidon, walaupun hanya satu orang  janda  tetapi sangat berharga dimataNYA.DIA menghargai satu orang yang sungguh sungguh berharap dan menyerahkan hidup  kepadaNYA darip pada banyak orang yang selalu menyakiti hati TUHAN.

Dengan satu orang bertobat dan percaya kepada ALLAH akan lebih berguna dibandingkan dengan banyak orang atau satu negeri yang melanggar perintahNYA, DIA dengan kuasaNYA bisa memakai satu orang yang telah bertobat dan terpanggul menjadi alat ditangan-NYA untuk kemuliaan DIA. Begitu juga sebalikmya IA juga sanggup  menggerakan bangsa-bangsa untuk menghukum umat pilihan-NYA yang selalu tidak taat dan melanggar. Bangsa Israel sebagai umat pilihan ALLAH tidak pernah belajar dari sejarah masa lalu dari nenek moyangnya, ketika mereka taat kepadaNYA, IA selalu mempedulikan, mengasihi dan memberkati, mamun begitu melanggar juga tidak segan-segan menghukum dan membuat hidup mereka terpuruk dan tidak berdaya.

Pada zaman Elia banyak mengalami penyakit kusta namun tidak ada yang ditahirkan selain Nakaman  orang yang berasal dari Ziria. Perkataan YESUS membuat orang-orang di Nazaret yang ada di tempat ibadah emosional dan ingin menghalaunya keluar kota dan membawanya ketebing gunung untuk dilemparkan tetapi DIA berhasil lolos dari krumunan orang itu. YESUS sebagai ALLAH adalah pribadi yang tegas dan tidak mau kompromi dan tidak mau berkompromi DIA tau apa yangt harus IA katakan sekalipun pait bagi yang mendengarkan dan penuh dengan resiko yang mengancam nyawaNA. Dalam kehidupan sekarang ini apakah seseorang berani menyuarakan kebenaran walaupun resikonya culup tinggi. Di zaman ini sangat sedikit bahkan nyaris tidak ada yang berani menyuarakan kebenaran. Mereka lebih memilih harta bendas, derajat pangkat tetap tersemat dalam dirinya, mereka rela menjal apa saja termasuk iman mereka demi harta benda, tahta dan wanita atau priya. Mereka tidak berani membayar harga untuk sebuh kebenaran dan mengikut KRISTUS pada hal DIA rela menderita disalipkan sampai mati demi kita semua. Sekarang bagaimana dengan umat ALLAH atau pengukut KRISTUS pada zaman ini beranikah menyuarakan kebenaran itu walaupun berkorban jiwa dan raga. Hal ini tergantung dari keberanian  iman yang dimilikinya terhadap DIA. Sebab hanya dengan iman kita sanggup menghadapi semua ancaman yang menghadang diri kita.