Selasa, 31 Juli 2018

YESUS MENAMPAKAN DIRI DI DALAM INJIL LUKAS BAG 1

Karena terlalu sedih dan sangat berduka serta bingung paska ditangkap, lalu disalibkan dan mati turun dalam kerajaan maut menyebabkan banyak hal, salah satunya kehilangan fokus dan konsentrasi sehingga sangat sulit untuk mengenal orang lain. Hal ini dialami oleh dua orang yang sedang berjalan menuju sebuah kampung di Emaus.

"Pada hari itu juga dua orang dari murid YESUS pergi ke sebuah kampung bernama Emas yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka bercakap-cakap dan bertukar pikiran datanglah YESUS sendiri mendekati mereka."

Bercakap-cakap dalam menempuh perjalanan sudah menjadi hal yang biasa bagi manusia karena dengan bercakap-cakap walaupun lelah tidak terasa karena terlalu asiknya bercakap-cakap kususnya dua orang murid YESUS ini. Mereka mendiskusikan kejadian-kejadian yang dialami oleh guru mereka KRISTUS yang ditangkap, disalibkan, lalu mati. Di dalam Injil Lukas kampung Emaus tidak pernah disinggung keberadaanya sehingga tidak terlalu banyak mendapatkan informasi  tentang kampung itu, dan apa tujuan mereka datang ke kampung itu juga tidak dijelaskan, pada hal yang lain memilih tetap tinggal di Yerusalem. "Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran datanglah YESUS mendekati mereka, berjalan dengan mereka tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka tidak dapat mengenal DIA"

YESUS berkata kepada mereka: "Apakah yang engkau percakapkan sementara kamu berjalan, maka berhentilah dengan muka muram"

Mata muram disebabkan oleh karena menangis yang terlalu lama dan air mata yang keluar terlalu banyak. Mata sembab yang dialami oleh murid YESUS yang berjalan menuju Emaus adalah bentuk kesedihan yang mendalam setelah kematian dan hilangnya mayatNYA  dari kuburNYA. Dan itu sangat mempengaruhi jiwa, pikiran sehingga tidak mengenali kedatangan DIA, jika penalaran mereka baik tentunya mereka bisa berpikir dan mampu mengenaliNYA dari suara dan cara DIA berbicara. Sesat pikir yang mereka alami sudah terlampau akut sehingga menjadikan mereka pergi ke kampung yang bernama Emasus, pada hal sebelum IA mati sudahdikatakan, sebelum ROH KUDUS turun harus tetap tinggal di Yerusalem, tetapi entah alasanya apa di dalam perikup ini tidak dijelaskan, tetapi apakah ada hubunganya mengapa mereka tidak bisa mengenali YESUS dan IA menampakan diri di kampung Emaus.

Lalu Ia berkata: "Hai kamu orang bodoh betapa lambatnya hatimu sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu yang telah dikatakan para Nabi!" Bukankah MESIAS harus menderita, semuanya itu untuk masuk dalam kemuliaan-NYA, lalu IA menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang DIA dalam seluruh kitab Suci mulai dan kitab-kitab Musa dan segala kitab Nabi-Nabi. Apa yang terjadi dengan YESUS orang Nazaret,

"DIA adalah seorang Nabi yang berkuasa dalam pekerjaan, dan perkataan dan diseluruh bangsa kami"

Kata DIA adalah seorang Nabi menjadi salah satu penyebab mengapa mereka tidak dapat mengenali YESUS dan menjadi penghalang untuk mengenalNYA saat IA menampakan diri kepada dua orang murid yang pergi ke kampung Emaus belum mengakui DIA sebagai TUHAN. "Pada hal kami terdahulu mengharapkan bahwa DIA datang membebaskan Bangsa Israel" Para murid masih berpikir seperti masyarakat Yahudi yang lain yang membebaskan mereka dari belenggu penjajahan dari bangsa Romawi bukan dari dosa mereka. Mengapa mereka tidak mengenal KRISTUS ketika IA menampakan diri di Emaus karena pikiran,ucapan dan tindakan masih bersifat duniawi dan pandangan yang kliru tentang DIA yang membuat mereka mengalami penderitaan dan kehilangan damai sejahtera.

Begitu juga dengan kita jangan sampai pengalaman para murid dan pengikutnya yang lain juga akan menimpa kita, karena keraguan dan ketidak percayaan kita kepadaNYA serta tidak mengakui YESUS sebagai TUHAN dan juru selamat. Jangan sampai kita kalah oleh penderitaan itu tetapi kalahkanlah penderitaan itu dengan iman yang kuat dan mengakar kepada KRISTUS. Sebab DIA akan menolong dan mengangkat kita apabila kita terjatuh, bahkan DIA berkata: ter"Apabila ia jatuh tak sampai geletak sebab TUHAN menopang tanganya." Lalu IA berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh betapa lambatnya hatimu sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu yang telah dikatakan  para Nabi!" Bodoh adalah lawan kata dari kata pintar dan kata bodoh sangat dihindari dan dibenci oleh semua orang, mereka pasti marah apabila disebut demikian. Sebab bodoh yang membuat Adam dan Hawa bisa diperdaya oleh iblis untuk makan buah pengetauan baik dan jahat. Dan hal itu berdampak sangat besar bagi kehidupan bagi mereka berdua dan keturunanya karena terusir dari taman Eden. Orang yang bodoh pasti sangat menderita karena tidak bisa melakukan apapun juga karena pasti akan menemui kegagalan dan kegagalan. Orang bodoh yang dikerjakan segala sesuatu selalu salah sehingga hal itu juga akan mempengaruhi semua aspek kehidupan mereka baik jasnani maupun rohani salah satunya dua orang muridNYA yang pergi ke jalan Emaus.

Itulah salah satu alasan mengapa IA menggap mereka bodoh dan terlambat berpikir, sebab sudah diberi tau sebelumnya dan sudah melihat hal hal yang sepektakuler yang DIA kerjakan tetapi tetap belum bisa menggerakan untuk percaya, pada hal mereka sudah melihat kubur sudah kosong dan sudah diberi tau oleh dua orang Malaekat bahwa KRISTUS telah bangkit dari antara orang mati tetapi mereka tetap tidak percaya

Jumat, 27 Juli 2018

KEBANGKITAN YESUS DI DALAM INJIL MATIUS BAG II

KONSPIRASI
Setelah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan  lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: "Kamu harus mengatakan bahwa murid-muridNYA datang malam malam dan mencuriNYA ketika kamu sedang tidur."

Ada tiga kata kunci di dalam ayat diatas:
1. Pemufakatan jahat
Setelah gagal menahan  kebangkitan YESUS dari antara orang mati dengan menyuruh serdadu-serdadu Pontius Pilatus imam-Imam kepala dan orang Farisi mencoba menghambat dengan tindakan yang lain lagi sehingga kebangkitan DIA tidak tersebar luas dikalangan arus bawah masyarakat Yahudi. Mereka mencoba melakukan konspirasi dengan serdadu-serdadu Bangsa Romawi dengan menyuap mereka supaya berkata dusta: "Bahwa mayat YESUS dicuri dari kubur pada malam harinya." Imam kepala dan orang Farisi adalah ahli agama yang seharusnya bisa menjadi teladan bagi umat Israel tetapi justru berlaku sebaliknya mereka menyuap para serdadu untuk berdusta. Pada hal seharusnya melarang dan memberi tau yang belum tau dan mebenarkan yang belum benar serta meluruskan yang belum lurus, dengan demikian mereka melakukan pembohongan kepada publik.
Tetapi demi tercapainya satu keinginan untuk mempertahankan posisi(kedudukan) dan popularitas rela melakukan apa saja walupun bertentangan dengan kehendak ALLAH dengan melakukan konspirasi. Untuk berbohong dan mendustai publik dengan menyuruh para serdadu untuj berbohong dengan imbalan sejumlah uang, ternyata konspirasi itu berhasil dilakukan dan mempengaruhi banyak masyarakat Yahudi sejak saat itu sampai sekarang.
Yang menjadi pertanyaan, apakah dusta mahkamah agama mempengaruhi kinerja kehendak TUHAN untuk misi penyelamatan kepada manusia di bumi? Pekerjaan-NYA tidak bisa dihambat oleh siapapun dan kuasa manapun di dunia ini. Sebab dusta Mahkamah agama banyak Israel banyak yang mempercainya, dengan demikian akan menguntungkan bangsa di luar mereka, berita keselamatan akan tersiar ke berbagai bangsa termasuk Indonesia supaya dunia penuh dengan kemuliaan ALLAH.

Kita adalah generasi yang harus melanjutkan  estafet untuk pergi, "Jadikanlah semua Bangsa MuridKU, babtiskanlah mereka dalam nama BAPA,ANAK dan ROH KUDUS." Supaya bisa berhasil dengan baik maka harus penuh dengan ROH KUDUS dan kuasa Firman TUHAN, disamping itu dengan tulus bersaksi bersekutu melayani DIA. Jangan sekali-kali melakukan pembohongan publik demi kepentingan popularitas dan demi kepentingan diri sendiri, tetapi hendaklah kemuliaan TUHAN yang diutamakan. Yang harus kita kerjakan semuanya itu hanya untuk hormat dan kemuliaan DIA semata, bukan untuk keagungan diri maka itu bisa disebut pengikut KRISTUS yang sejati dan benar-benar mengasihi DIA. Tetapi yang terjadi pada tataran realita apabila dilihat dengan kacamata jasmani melakukan pekerjaan TUHAN dan melakukan ibadah kepadaNYA tetapi pada dasarnya aktifitas yang dilakukan supaya dipuji dan dihormati orang lain.


Jumat, 06 Juli 2018

KEBANGKITAN YESUS DI DALAM INJIL MATIUS BAG I

Ayat 62 dari Injil Matius sangat lengkap dalam menuliskan karena memang menceritakan reaksi imam-imam kepala di dalam merespon kebangkitan KRISTUS sehingga mendatangi Pilatus dan berkata: "Tuan kami ingat bahwa si penyesat itu  sewaktu hidupNYA berkata: Sesudah tiga hari AKU akan bangit." Ternyata Imam kepaka dan orang Farisi juga teringat akan perkataan YESUS itu tetapi sayangnya bukan menjadikan mereka  bertobat dan percaya serta mengaku bahwa KRISTUS adalah MESIS yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama namun justru melakukan langkah langkah yang kliru yang bertentangan dengan kehendak NYA. Oleh sebab mereka selalu mengimgat perkataan YESUS membuat mereka semakin benci terhadap DIA dan melakukan tindakan antisipasi dengan meminta bantuan kepada Pontius Pilatus untuk mengirim prajurid agar menjaga kubur YESUS. Yang lebih memilukan lagi imam-imam kepala menyebut YESUS dengan seorang penyesat, dan mereka mengungatkan apa yang dikatakan-NYA sebelumnya hanya untuk berusaha menghambat pekerjaan DIA yaitu tentang rencana kebangkitan DIA dari antara orang mati.

para Imam imam kepala dan orang Farisi mengkawatirkan pekerjaan KRISTUS paska kebangkitan-NYA dari antara orang mati akan membuat kepercayaan masyarakat semakin hilang sehingga mau menggunakan segala cara untuk menghalangi kebangkitan DIA. Pilatus dan pasukanya adalah simbul dari kekuasaan pemerintah yang sangat kuat dan pekerjaan TUHAN acap kali diganggu oleh kekuasaan politik dan orang kuat. Dan itu menyebabkan pekerjaan amanat agung KRISTUS sering mendapatkan tantangan dan hambatan, pertanyaanya, apakah mereka sanggup melawan kehendak ALLAH dan pekerjaan-NYA? Tentunya tidak, pekerjaan DIA semakin dihambat semakin merambat. Walaupun dijaga oleh prajurid Pilatus namun YESUS tetap bangkit dari antara orang mati. Namun karena mereka adalah orang yang bebal bukti-bukti dan fakta yang ada tidak membuat mereka percaya dan tidak berhenti untuk menghalangi pekerjaan TUHAN dengan berbagai cara, salah satunya dengan alat kekuasaan Pontius Pilatus. Para Iman kepala dan orang Farisi menganggap YESUS adalah penyesat kususnya sebelum IA ditangkap, dan mati di kayu salip dan bangkit dari antara orang mati. Apa yang dikerjakan-NYA selama lebih kurang tigapiluh tiga tahun kusisusnya dalam kurun waktu tiga setengah tahun dianggap menyesatkan umat Israel. Mereka takut hal itu akan terulang lagi maka perkataan-NYA yang berkataan bahwa DIA akan bangkit pada hari yang ke tiga selalu diingat dan dinanti akan terbukti atau tidak.

Sedangkan upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi  dengan meminta bantuan pontius pilatus dengan menempatkan prajuritnya untuk berjaga di mulut goa yang dijadikan kubur YESUS supaya tidak bisa bangkit atau takut mayatnya dicuri para muridNYA lalu membuat berita dan cerita bahwa DIA telah bangkit. Imam kepala dan orang Farisi  selalu berprsangka buruk dan melakukan tuduhan kepada para murid KRISTUS bahwa mereka akan mencuri mayatNYA. Para petinggi agama Yahudi tau tetapi tidak mau percaya dan tidak mau memenihi kehendak DIA. Yang terpenting para imam kepala dan orang Farisi tidak percaya bahwa YESUS dan juru selamat dalam hidupnya, apabila dipikir dengan akal sehat seharusnya yang mempunyai iman yang kuat bahwa YESUS itu MESIAS TUHAN  juru selamat Imam kepala dan orang Farisi terlebih dahulu, sebab mereka adalah para ahli kitab taurat dan kitab para Nabi. Tetapi sejak awal memang sudah dikatakan oleh DIA yang terpanggil dan terpilihlah yang bisa mengikutuNYA, pada hal Bangsa Israel yang di dalamnya ada Imam kepal dan orang Farisi adalah menjadi bangian bangsa yang terpilih tersebut. Oleh karena kebebalan  dan ketegar tengkukan merekalah yang membuat ALLAH mengalihkan  pandangan-NYA kepada Bangsa lain di luar Yahudi. Namun hal itu menjadi keuntungan  bagi Nangsa -Bangsa di luar Yahudi dengan kata lain, amanat agung KRISTUS segera tersebar ke seluruh bumi.

Imam dan orang Farisi telah menganggap YESUS sebagai penyesat maka kata DIA bahwa Setelah tiga hari IA akan bangkit lagi dari antra orang mati dianggap ancaman ke dua akan datang kembali sehingga dengan cara apapun mereka berusaha untuk menghalangi kebangkitan-NYA. Jangan sombong dengan posisi dan habatan yang dimiliki sehingga berbuat semena-mena dengan yang lain kususnya mereka yang bersetatus sosial rendah dengan menggunakan jabatanya menindas orang lain yang kemah.

Jangan suka berpikir dan bertindak  negatif, mereka sebagai pemimpin dan ahli agama merasa benar, merasa yang paling pintar sehingga menganggap yang lain tidak berguna dan salah. Mereka itu menganggap YESUS itu sebagai penyesat umat Israel sehingga harus dimusnahkan sehingga pucaknya IA ditangkap, disalipkan. Tetapi sebelum mati DIA berkata: "Akan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga dan hal itu sangat diingat dan menjadikan kekawatiran  dan berpikiran bahwa kuvurNYA harus dijaga oleh prajurid Pontius Pilatus. Karena sesat pikir yang dialami oleh Imam kepala dan orang Farisi sehingga mereka menyangka bahwa kedatangan KRISTUS itu untuk menggeser posisi mereka dari pemimpin agama Yahudi. Pada hal di dalam lima Kitab Tairat Musa sudah ada tertulis dan sudah mereka baca dutelaah berulang-ulang tetapi karena kebebalan dan ketegar tengkukan sehingga mereka menggunakan pikiran duniawi untuk memahaminya sehingga tidak bisa mengungkapkan rahasia ALLAH sekalipun sudah disebut ahli.

Sampai kapanpun selama selama mereka masih berpikir dengan akal sehat manusia daging tidak akan bisa menembus pikiran-pikiran ALLAH karena tidak akan sanggup melawan kehendakNYA sehingga menggunakan segala cara tetapi tidak bisa, walaupun telah menggunakan alat kekuasaan Pontius Pilatus namun pergerakan-NYA tidak bisa dibendung. Dengan menggunakan segala cara mereka nekat menggunakan kekuasaan Wali Negeri Pontius Pilatus, yang menjadi pertanyaan, apakah prajurit-prajurit itu sanggup menghambat kebangkitan KRISTUS dari antara orang mati? Dibawah kuasa apapun, seskuat apapun, sesehat apapun tidak akan mampu melawan kehendak ALLAH sebab kekuasaan-NYA tidak terbatas dan tidak akan mungkin bisa membatasi kuasa DIA.

Sekarang apakah kita sebagai pengikut KRISTUS, masih bimbang dan ragu utuk setia pada DIA dan menjadi pengikutNYA, sebab tidak ada ALLAH yang lain yang kuasaNYA seperti DIA, kuasa siapapun  dan manapun tidak akan bisa melawan DIA termasuk Imam-Imam kepa dan orang Farisi. Kuasa dan kehendak ALLAH tidak akan mungkin bisa di hambat oleh pribadi, kelompok dan negara manapun dan sekuat apapun pasti akan malu karena akan menemui kegagalan. Apabila kita masih Ragu dan bimbang maka  kita akan rugi sebab kita akan kehilangan keselamatan kekal.

Selasa, 19 Juni 2018

KEBANGKITAN YESUS DI DALAM INJIL MARKUS


Di dalam Injil Markus menceritakan percakapan Perempuan-perempuan pengikut YESUS yang ingin ke kuburNYA untuk meminyaki DIA. Mereka berbincang-bincang siapa yang akan menggulingkan batu itu dari pintu kubur sebab batu yang digunakan untuk menutup adalah lempengan batu besar, untuk para perempuan sangat berat karena memang tenaganya berbeda dari para pria. Mengapa penulis Injil Markus sangat perlu untuk menuliskan percakapan-percakapan mereka tentang siapa yang akan membukakan kuburNYA, karena Injil Markus dituliskan kepada orang-orang dari kalangan bukan  bangsa Yahudi. Terbukanya kubur YESUS ada tiga  misi utama:
1. Menyatakan bahwa YESUS sudah bangkit dari antara orang mati
2. Menunjukan bahwa DIA itu adalah MESIAS yang akan datang yang telah dijanjikan dalam kitab-kitab Perjanjian lama
3. Terbukanya pintu kuburNYA menujukan kuasa YESUS.

IA mendahului kamu ke Galilea di sana kamu akan melihat DIA seperti yang sudah dikatakan-NYA kepada kamu, sedangkan Galilea adalah bagian utara dari Palistina. Galilea adalah daerah tempat tinggal dan kegiatan pertama dari YESUS, pendudukmya merupakan campuran orang Yahudi dan bukan orang Yahudi (Matt 4:15). Danau Galilea sama dengan danau  Genazaret (Lukas 5:1) atau daerah Tiberias (Yohanes 6:1;21:1). Dalam Perjanjian Lama  terdapat nama kuno yaitu danau Kineret (Bil 34:11; Yos 12:3;  atau danau Kineret (Yos 13:27).

Mengapa Galilea  dijadikan tempat yang pertama dari YESUS karena memang daerah yang setrategis dan penduduknya campuran kususnya Injil Markus ini ditulis dan ditujukan kepada mereka yang bukan Yahudi yang ekonominya menengah ke bawah. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan karena memang daerah tersebut terdapat danau, yang di dalam Injil banyak disebut salah satunya di Injil Lukas yang menyebut danau di Galilea  adalah dana Genasaret sedangkan Injil Yohanes menyebutnya danau Tiberias. Daerah Galilea memang punya sejarah bagi kehidupan YESUS sebab IA tumbuh sejak dari bayi sampai dengan dewasa tinggal tetap di situ. Itu alasan mengapa YESUS setelah kebangkitan dari antara orangt mati menampakan diri kepada para murid yang ada di sana. Dengan demikian sangat mudah diingat oleh mereka dan mudah diceritakan kepada orang lain dari generasi ke generasi tentang YESUS. Hal ini seperti yang dikatakan Rasul Paulus kepada jemaat di Roma: "Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil karena Injil adalah kekuatan ALLAH yang menyelamatkan setiap orang yang pertama kepada orang Yahudi tetapi juga orang Yunani." Sebab di dalamnya memang nyata kebenaran ALLAH yang bertolak dari iman  dan memimpin kepada iman seperti ada tertulis: "orang benar akan hidup oleh iman."
1. Injil adalah kekuatan ALLAH yang menyelamatkan pertama-tama kepada orang Yahudi tetapi juga orang Yunani." Yang ditekankan di sini adalah orang Yahudi tetapi juga orang Yunani karena mereka adalah umat pilihan ALLAH sehingga wajar apabila segala sesuatu termasuk datangnya MESIAS berasal dari bangsa mereka dan ditawarkan kepada mereka terlebih dahulu. DIA mengharapkan  sebagai umat pilihan-NYA mereka mampu menjadi ujung tombak  dan soko guru untuk memberitakan kabar baik yang berasal dari TUHAN. Tetapi dalam kenyataanya bangsa Yahudi gagal mengemban misi itu karena egoisme menjadikan mereka kehilangan  kepekaan rohani, kepekaan sosial budaya dan ekonomi. Terbukti ketika MESIAS datang mereka tidak merasakanya dan menolaknya.
  Kata "Tetapi juga orang Yunani"
Oleh sebab orang Yahudi tidak taat dan selalu melanggar perintah ALLAH dan tidak mau menerima kedatangan MESIAS yang ada dalam YESUS KRISTUS. Dan itu menjadi satu jalan bahwa berita keselamatan itu akan cepat tersiar kepada segala bangsa di luar Yahudi. Kata Yunani mewakili bangsa-bangsa kafir yang akan mendapatkan kasih karunia ALLAH berupa keselamatan dari DIA melalui YESUS KRISTUS.

2. Sebab di dalamnya nyata Kebenaran ALLAH yang bertolak dari iman  dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman"
Keselamatan yang diberikan TUHAN kepada orang Yahudi sebagai umat pilihan ALLAH yang ada di dalam YESUS KRISTUS yang mereka tolak. Hal ini mendorong para murid untuk pergi melaksanakan amanat agung KRISTUS. "Pergilah kamu ke seluruh dunia jadikanlah semua bangsa  muridKU" Sampai dengan saat ini kita juga menerima anugerah dari KRISTUS, maka dari itu kita yang telah dibenarkan-NYA harus menjaga api kebenaran itu-yaitu api iman yang telah memimpin kepada  kepada kebenaran DIA, oleh karena itu kebenaran dan iman itu tidak bisa dipsah-pisahkan. 

Selasa, 22 Mei 2018

KEBANGKITAN KRISTUS DI DALAM INJIL LUKAS

DARI GALILEA KEMBALI KE GALILEA

Maria Mahdalena adalah orang yang pertama kali melihat YESUS bangkit dari antara orang mati, walaupun pada awalnya dia menyangka bahwa mayatNYA hilang dari kubur, namun perempuan-perempuan dan para murid yang lain masih berpikir  keumuman bahwa mayatNYA dicuri orang. sehingga  berita yang disampaikan Maria Mahdalena tentang kebangkitan KRITUS dari antara orang mati dianggap angin lalu saja. Mengapa mereka berprilaku demikian? Karena mereka tidak memperhatikan apa yang pernah IA sampaikan sejak lama bahwa DIA akan disalibkan, mati dan bangkit lagi. Tetapi karena mereka menggunakan pikiran-pikiran duniawi jelas tidak bisa menjangkaunya karena untuk memahaminya harus menggunakan dengan pikiran Surgawi. Selama manusia tidak pernah menggunakan kacamata iman dalam bertindak maka manusia tidak bisa memahami kehendak ALLAh, walaupun mereka setiap hari  bergaul dan selalu diberitau dan melihat hal hal yang sepektakuler. Hanya ROH KUDUS dan Firman yang bisa mengubah setiap hati dan memahami kehendak ALLAH.

Kebangkitan KRISTUS sudah membuat para murid  dan perempuan Yerusalem bingung dan berasumsi bahwa mayat YESUS hilang dicuri, pada saat itu Maria Mahdalena  yang mengetahui pertama kali dan mendapati kubur sudah kosong sehingga ia langsung pergi menemui para murid dan perempuan-perempuan yang lainya. Ketika dia sudah sampai di depan mulut gua batu penutupnya sudah terguling dan pintu terbuka saat ia masuk mayatNYA sudah tidak ada dan hanya kain kavan yang terserak di situ. Untuk menggeser batu besar itu kalau hanya satu orang saja, apa lagi seorang perempuan tidak mungkin bisa. Hal ini menjadi pertanda bahwa kekuatan ALLAH di dalam KRISTUS memang sangat luar biasa dan sanggup melakukan apa saja yang DIA kehendaki. Hilangnya mayat YESUS membuat para perempuan Yerusalem dan para muridNYA menjadi semakin berduka, pertama mereka sedih katena kematian DIA sedangkan duka yang kedua karena mayat DIA hilang. Dan itu sangat mempengaruhi kehidupan mereka, semangat hidup mereka menjadi hilang dan kehilangan pengharapan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan keberadaan YESUS saat itu mereka ada sandaran hidup tetapi perubahan secara derastis terjadi dimulai dari penangkapan-NYA di Getsemani yang berujung kepada hukuman salib, sejak saat itulah sebagaian dari kehidupan mereka telah hilang. Pikiran-pliran duniawi yang diwariskan oleh nenek moyang  membuat mereka seperti itu, disamping itu ROH ALLAH belum turun atas mereka sehingga mereka tidak tahu bahwa berharap pada DIA  untuk selama lamanya itu sudah benar karena YESUS memang MESIAS yang datang menggenapi hukum Taurat dan memberi penghidupan sesudah kematian. Pemahaman yang kliru tentang YESUS dari para pengikutNYA termasuk di dalamnya para murid dan juga perempuan-perempuan Yerusalem. Mereka tidak menggunakan kacamata iman sehingga melihat DIA seperti yang lainya, walaupun setiap watu sudah berinteraksi namun pandangan -  dan pemikiran masih tertutup oleh pandangan dan pemikiran duniawi.

Lukas di dalam menulis Injilnya sangat detail (lengkap) dan tersetruktur sehingga dibaca lebih enak dan sangat jelas dan  mudah dipahami..
Ada dua orang yang berdiri di dekat mereka yang berpakaian berkemilauan yang menjelaskan bahwa ketidak adaan YESUS bukan hilang dicuri tetapi bangkit dari antara orang mati dengan mengatakan: "Mengapa kamu mencari DIA yang hidup dari antara orang mati, IA tidak ada di sini, "IA telah bangkit, Ingatlah apa yang dikatakan-NYA ketika IA masih di Galilea." Disini Malaekat juga mengingatkan kepada mereka dengan apa yang dikatakan YESUS di Galilea: "Bahwa DIA akan disalibkan, mati dan pada hari yang ke tiga akan bangkit dari antara orang mati". Malaekat mengingatkan akan hal itu supaya para murid dan pengikutNYA yang lain tidak salah sangka, tidak sedih dan tidak berduka atas pristiwa Golgota.

Hal diatas juga menjadi pembelajaran bagi kita pengikut KRISTUS di masa sekarang ini, ketika kita mengimani kematian dan kebangkitan DIA maka keselamatan akan didapatkanya. "Yaitu bahwa ANAK MANUSIA harus diserahkan ke tangan-tangan orang orang berdosa dan disalibkan dan akan bangkit pada hari yang ke tiga." Setelah diingatkan oleh dua orang mereka baru ingat lalu segera bercerita kepada para murid dan yang lainya. Ketika mereka ingat akan perkataan YESUS di Galilea dampaknya sangat luar biasa karena semangat dan kegembiraan  yang semula hilang bisa kembali pulih bahkan mungkin bisa bertambah berlipat kali ganda baik pribadi maupun bagi para murid. Perkataan kedua orang yang berpakaian berkemilauan  menjadi titik balik bagi para murid dan pengikut KRISTUS, itulah kuasa Firman TUHAN yang luar biasa. Semangat yang tidak boleh padam harus dijaga nyala apinya. Semakin besar seiring dengan peristiwa peristiwa kebangkitan DIA dari antara orang mati.

Ternyata apa yang dilihat oleh perempuan-perempuan Yerusalem tentang kebangkitan YESUS dari antara orang mati yang juga diteguhkan oleh dua orang yang berpakaian berkemulauan yang memberi tau tentang kebangkitan-NYA yang telah dikatakan di Galilea. Namun tidak bagi Petrus, ia tidak percaya begitu saja apa yang dikatakan oleh mereka yang telah berangkat dan telah melihat kubur YESUS terlebih dahulu. Ketika para perempuan memberi tau apa yang terjadi dengan DIA tetapi para murid kususnya Petrus tidak percaya begitu saja sehingga ia mendatangi kubur YESUS untuk memastikan apa yang telah didengarnya, baru percaya. Yang menyebabkan mereka  belum percaya kususnya Petrus jika belum melihat terlebih dahulu, karena perkataan YESUS di Galilea dianggap angin lalu saja. Apa yang dikatakan-NYA itu dianggap seperti perkataan manusia pada umumnya saja, dia belum menganggap KRISTUS sebagai TUHAN tetapi sebagai guru dan pribadi yang mempunyai kemampuan lebih dibandingkan yang lain.

Selama YESUS masih dipandang sebagai manusia biasa yang mempunyai nilai lebih dari yang lain maka kita tidak akan mendapatkan apapun terutama keselamatan dan terbebaskan dari belenggu dosa. Seperti yang dikatakan para murid dan perempuan Yerusalem dan pengikutNYA yang lainya. Sejak penangkapan sampai dengan penguburan mereka kehilangan pegangan hidup, seolah-olah hidupnya sudah tamat, pada hal apabila memahami apa yang IA katakan di Galilea itu bahwa: "ANAK MANUSIA harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan  dan akan bangkit pada hari yang ketiga." Sayangnya berita kebangkitan YESUS yang dibawa perempuan-perempuan Yerusalem itu dianggap omong kosong dan mereka tidak mempercayainya. Pandangan yang kliru dari para murid (Rasul) menyebabkan ketidak percayaan mereka terhadap kebangkitan YESUS dari antara orang mati. mata hati dan iman mereka masih tertutup oleh ketakutan-ketakutan dengan pristiwa sebelumnya yang mereka alami dan yang telah melumpuhkan jiwa dan rohnya.

Rasul Petrus adalah pribadi yang sangat reaksioner dan agresif, ia selalu bertindak dengan pikiranya sendiri tanpa dipertimbangkan dengan matang untung  ruginya, benar dan tidaknya."Sungguhpun demikian Petrus bangun lalu cepat-cepat ke kubur itu." Ketika ia menengok ke dalam hanya melihat kain kafan lalu dia pergi dan bertanya dalam hatinya, apa kiranya yang telah terjadi? Di sini sungguh aneh dengan Petrus, setelah mereka melihat ke kubur NYA YESUS dan dilihatnya sudah kosong, bukanya dia menjadi percaya terhadap kebangkitan YESUS tetapi masih tanya apa yang terjadi.

 Dari para murid sampai dengan saat ini banyak sekali aktifis Gereja  terlibat aktif dalam pelayanan banyak yang jatuh ketika berhadapan dengan: - Harta benda, mereka silau dengan kekayaan sehingga meninggalkan imanya kepada KRISTUS, - Wanita atau pun pria rela meninggalkan KRISTUS demi pasangan hidup dan - Mereka rela meninggalkan KRISTUS demi jabatan atau posisi di satu instusi tertentu. Mengapa demikian, karena  praktek ibadah yang mereka lakukan tidak segaris lurus dengan pikiran - perkataan dan - tindakan dalam kehidupan mereka sehari hari. Walaupun resminya mereka melakukan aktifitas ibadah kepada TUHAN tetapi iman dan ROH KUDUS tidak ada dalam diri mereka, seperti perumamaan seorang penabur yang menaburkan benihnya yang sebagian jatuh dipunggir jalan lalu datanglah burung dan memakanya sampai habis. - Sebagian lagi jatuh ke tanah yang berbatu-batu yang tidak banyak tanahnya lalu benih  itu segera tumbuh tetapi setelah matahari terbit layulah dan menjadi kering karena tidak berakar. - Sebagian jatuh ditempat yang baik lalu berbuah ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat,  ada yang tiga puluh kali lipat, "Siapa yang bertelinga hendaklah ia mendengar!"

Selama tiga setengah tahun YESUS menebar benih Firman kepada masyarakat Israel kususnya dua belas murid tetapi mereka seperti benih yang ditanam di pinggir jalan dan di tanah yang berbatu-batu. Mengapa bisa demikian? karena mereka masih menggunakan kacamata jasmani, walaupun ditaburi Firman TUHAN bertahun tahun jika ROH KUDUS tidak tinggal tetap dalam hati setiap orang maka Firman itu tidak akan bekerja di dalam setiap orang. Supaya Firman-NYA akan bekerja harus ada kerja-kerja iman terlebih dahulu kepada KRISTUS, dan apabila seseorang belum mengaku bahwa KRISTUS adalah TUHAN dan juru selamat maka kuasa Firman ya belum bekerja. DIA mengatakan bahwa: "Banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang di pilih." Seperti penabur benih yang jatuh dipinggir jalan, di semak duri dan yang jatuh di tempat yang berbatu-batu dan hasilnya tidak memuaskan. Sedangkan benih yang mampu bertumbuh dan menghasilkan buah 100 kali lipat,60 kali lipat dan 30 kali lipat hanya benih yang jatuh di tanah yang baik.

Hati manusia pun demikian, ada yang baik ada yang tidak baik, ketika para murid masih berpikir dengan penalaran manusia maka hatinya seperti benih yang jatuh di pinggir jalan - tanah berbatu batu -  dan semak duri sehingga benihnya tidak akan bertumbuh dan apabila bertumbuh saat matahari terbit dan terkena sinar matahari, benih yang tumbuh akan kering dan mati. Untuk bisa bertumbuh dan berbuah dengan baik maka kita harus memperbaiki tanah dengan mengolah tanah dan memberikan pupuk. Jika hati, pikiran dan tindakan ingin benar hanya dengan kuasa ROH KUDUS dan kuasa Firman TUHAN saja karena DIA yang sanggup mengubah sikap hati yang bengkok menjadi lurus.




Kamis, 10 Mei 2018

YESUS DIKUBURKAN BAG 2

Di sini tokoh yang bernama Yusuf adalah anggota majelis besar dan adalah orang baik dan lagi benar, ia tidak setuju dengan tindakan putusan majelis tinggi yang lainya, dia berasal dari Arematea sebuah kota Yahudi. Injil Lukas sangat menonjolkan siapa Yusuf yang ternyata seorang anggota majelis besar, secara manusia wajar jika Pontius Pilatus menerima kehadiranya dan mengkabulkan permintaanya untuk menurunkan YESUS dari kayu salib. Mengapa ia mau menurunkan YESUS dari kayu salib, meminyakiNYA mengavaniNYA dan semua itu berharga sangat mahal, karena ia adalah orang yang baik dan lagi benar. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa secara otomatis telah kehilangan kemuliaan TUHAN, lalu pertanyaanya, siapa yang memberikan kebaikan dan kebenaran ALLAH? Yang memberikan dia kebenaran dan kebaikan adalah DIA sendiri karena ia selalu menanti-nantikan kerajaan ALLAH, sedangkan kerajaan yang dinanti-nantikan telah datang dalam diri YESUS KRISTUS, Itulah alasanya mengapa ua disebut orang baik.

Sebagai anggota majelis besar Yusuf dari Arematea dia tidak setuju terhadap prilaku petinggi petinggi Yahudi yang memusuhi YESUS dan bermaksut menyalipkan-NYA, Namun ia bersikap sebaliknya bertentangan dengan mereka yang memusuhi DIA. Jabatan adalah amanat yang diberikan ALLAH kepada seseorang yang dipilihNYA. Lazimnya seseorangt yang sudah memegang jabatan yang tinggi takut berkontradiksi dengan yang memberikan atasannya supaya jabatan yang telah ia terima tidak diambil kembali (dipecat).  Oleh karena jabatan mereka tidak berani mengatakan kebenaran sebab lebih takut jabAtanya diambil dari pada takut kepada ALLAH. Untuk suatu kebenaran memang membutuhkan kberanian untuk menanggung resiko, Kebenaran kebaukan dan keberanian untuk membayar harga urulah yang dihargai dan dinilai oleh TUHAN dari sosok Yisuf dari Arematea sehingga dia disebut baik dan benar yang teriplementasikan dalam pikiran perkataan dan tindakanya walaupun mungkin akan kehilangan jabatan dan kekayaan serta harta bendanya.

Sekarang bagaimana dengan kita para pengikut KRISTUS zaman sekarang yang telah dibenarkan dan telah dibuat baik oleh DIA. Beranikah kita menanggung resiko oleh sebab kebenatan dan mempertahankan kebenaran dan kebaikan yang telah kita miliki saat ini. Penulis Injil Lukas menggambarkan dengan kelas situasi saat Yusuf Arematea ingin menurunkan YESUS dari kayu salib. Hari mulai malam dan dia menghadap Pontius Pilatus meminta IA diturunkan dari kayu salib, pada hal saat itu sedang mulai mengadakan persiapan untuk perayaan Paskah tentunya banyak masyarakat Yahudi dan anggota majelis tinggi lainya berkonsentrasi untuk acara itu. Inilah alasanya mengapa dia mengambil waktu menjelang malam. Seseorang jika baik dan benar TUHAN akan memberikan dan membukakan cara dan memberikan jalan keluar supaya dapat terealisasi dengan baik. Seperti yang dikatakan YESUS: "Kita harus cerdik seperti ular dan tulus sepertu merpatu" sebab kita seperti domba yang berada di tengah-tengah kawanan srigala yang siap menerkam dan memangsanya.

Menjelang malam banyak orang sudah berada di rumah sehingga hari sudah mulai sepi ketika Yusuf Aremate mengambil mayat YESUS dari kayu salib, meminyaki dan  mengavani lalu menguburkanya di dalam sebuah goa, masyarakat yang kontradiktif tidak tau, Yang terpenting mengapa ia mengambil mayat DIA menjelang malam anggota majelis besaqr yang lainya tidak tau, seandainya tau tentu akan sangat menyulitkanya baik dalam meminta ijin maupun menguburkanya, bahkan jika mereka tau bisa mengancam eksistensinya sebagai majelis besar bahkan mengancam nyawanya. Apa yang dilakukan dia iti baik dan benae sehingga ia berani menanggung resiko dan mempertaruhkan apa yang dipunyainya yaitu nyawanya dan jabatanya.

Di Injil Matius penjelasan tentang Yusuf dari Arematea sungguh lengkap: "Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arematea yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi mkurid YESUS juga."

Dengan membaca Injil Matius kita akan mengetauhi eksistensi nya yang menghadap Pontius Pilatus untuk meminta YESUS diturunkan dari kayu salib karena sudah mati untuk dikuburkan mayatnya.Memang du keempat Injil tidak ada yang menerangkan cerita sejak kapan ia mengikuti DIA untuk menjadi murid. Tetapi itu bukan sesuatu hal yang pokok karena yang terpenting dia adalah orang yang benar dan baik serta rendah hati sekalupun dia seorang pembesar kelas atas tetapi masih mau bersosialisasi dengan masyarakat kelas  dibawahnya. Sebab KRISTUS, nurid, dan pengikutNYA yang lain adalah golongan yang tidak diperhitungkan oleh banyak orang kususnya kelas atas (kaum agamawan)  karena mereka yang mengikuti DIA  adalah golongan ekonomi menengah ke bawah yang terdiri dari petani miskin, pemungut cukai, pencari kayu bakar dan pencari bulir gandum.

Yusuf  dari Arematea mau bergaul dan berinteraksi dengan mereka bahkan satu pendidikan dengan mereka yang berderajat rendah. Kebaukan dan kebenaran dari TUHAN yang mendasari ia melakukanya dan berhasil, apabila mendasarkan kebaikan dan kebenaran yang berasal dari DIA maka keberhasilan yang akan diterimanya. Semua itu harus dimulai dari pikiran,perkataan dan tindakan  maka secara otomatis sudah sesuai dengan kehendak ALLAH. Apa yang dilakukan oleh Yusuf dilandaskan pada pelayanan pada kebenaran dan kebaikan maka sudah sewajarnya apabila keberhasilan yang ia terima. Secara manusia sangat mustahil dan sangat tidak masuk akal untuk menurunkan mayat YESUS harus meminta ijin kepada  Wali Negeri Pontius Pilatus dan tidak sembarangan orang yang bisa diterima. Yusuf Arematea sebagai orang benar dan baik serta rendah hati tentunya diberikan keberanian oleh TUHAN untuk menghadap Pontius Pilatus dengan segala konsekwensi yang akan diterima jikalau permohonan tidak dikabulkanya. Yusuf Arematea diberikan  amanat oleh ALLAH sebagai orang yang kaya sehingga wajar jika ia sangat disegani dan dihormati termasuk oleh orang yang sedang berkuasa dan itu yang membuat permohonanya diterima. Sebagai orang kaya ia juga tidak pelit untuk menolong orang yang membutuhkan termasuk membekujan kain kafan dan minyak untuk meminyaki YESUS sebelum dikuburnya dan hal itu tentunya  mengeluarkan modal yang tidak sedikit.

Bagaimana dengan kita para pengikut KRISTUS? Apakah kita juga bisa mengikuti jejak Yusuf dari Arematea, menggunakan harta benda yang kita miliki untuk pekerjaan TUHAN. Di sinilah orang percaya diuji, apakah kekayaan itu melekat, memperberat hubungan kita dengan DIA. Banyak contoh dalam Alkitab yang menggunakan kekayaanya  untuk kemuliaan-NYA, seperti Abraham sendiri ketika disuruh  meninggalkan daerahnya Urkasdim, meninggalkan orang tuanya dan saudaranya menuju ke suatu daerah  yang belum tau kondisinya tetapi ia bersedia menjalaninya.


Sabtu, 05 Mei 2018

YESUS DIKUBURKAN BAG.1

Apabila kita menelusuri cerita tentang penguburan YESUS ada hal-hal yang baru yang harus dicermati dan masing-masing Injil menuliskanya, tentunya hal itu dianggap pristiwa yang sangat penting dan harus kita gali bersama. Kita akan melihat dari dekat cerita penguburan YESUS dari Injil Yohanes, dalam catatanya  Injil yang dituliskanya  bahwa yang meminta mayat DIA untuk dikuburkan adalah Yusuf dari Arematea. Ia tidak menjelaskan panjang lebar dan dalam tentang eksistensinya. Dia hanya menjelaskan bahwa ia adalah seorang murid YESUS yang sembunyi-sembunyi (tidak mau diketauhi oleh umum bahwa dia adalah muridNYA (berbeda dengan 12 murid), murid disini adalah pengikut KRISTUS. Yusuf percaya bahwa DIA adalah manusia yang istimewa dibandingkan dengan manusia yang lainya. Dan mungkin tingkat kepercayaanya kepada YESUS adalah:Bahwa DIA itu adalah MESIAS yang sudah dijanjikan dalam Perjanjian Lama.

Yang aneh dan perlu dicermati adalah: ia seorang murid yang sembunyi-sembunyi tetapi tidak dijelaskan secara terperinci mengapa ia menjadi murid yang tersembunyi, apakah takut kepada orang Yahudi, dan apakah takutnya kepada orang Yahudi sudah sejak lama atau setelah YESUS ditangkap atau sejak dia bersama sama dengan dua belas murid yang lain. Namun di sini yang pokok dan yang terpenting bukan sejak kapan ia menjadi murid atau mengapa dia menjadi murid yang sembunyi-sembunyi tetapi dia meminta mayat YESUS untuk diturunkan kepada Pilatus untuk dikuburkan. Dan ternya permintaanya dikabulkan, jika bukan orang yang penting dan berpengaruh tidak akan mungkin permohonan untuk menurunkan DIA dikabulkan, dalam proses menurunkan dan memakamkan YESUS ia dibantu Nekodemus. Apabula bukan orang yang berpengaruh untuk menghadap wali negeri seperti pontius Pilatus sangat sangat sulit apa lagi memohon mayat KRISTUS untuk ditirunkan dari kayu salib, itu sangat mustahil. Bukan hanya itu saja Yusuf Arematea juga membeli kain kafan dan minyak, Tentunya untuk membeli kedua barang itu membutuhkan uang yang tidak sedikit. Jika ia tidak mengasihi YESUS tentunya tidak mungkin mau berkorban begitu besar kepadaNYA.

Kalau dia bukan seorang pejabat dan bukan orang yang berpengaruh di Israel dan disegani oleh Pontius Pilatus mustahil sebagai orang dari kalangan menengah ke bawah boleh menghadap dan memohon sesuatu yang sangat besar yaitu mayat YESUS pribadi yang diposisikan sebagai musuh. Dengan kata lain jika tidak berkenan kepadanya Yusuf Arematea bisa dihukum berat (mati) disalib juga atau dirajam dengan batu. Namun yang pokok bukan dari kalangan mana ia berasal tetapi dia adalah pengikut KRISTUS. Sekarang bagaimana dengan kita saat  ini apabila menjadi Yusuf Arematea dalam bersikap manakala menghadapi sesuatu yang berat dan harus memilih, beranikah kita seperti dia menanggung resiko demi KRISTUS. Yohanes menceritakan Yusuf  Arematea adalah seorang yang rendah hati meskipun ia adalah seorang yang kuat dan berpengaruh tetapi ia rendah hati dan tidak sombong. Ini yang menyebabkan dia bisa dipakai oleh TUHAN untuk pekerjaan-NYA:
1. Meminta kepada pontius Pilatus supaya mayat YESUS diturunkan dari kayu salib
2. Mengavani dan meminyaki mayat YESUS sebelum dikuburkan.
Yusuf Arematea sudah teruji kerendahan hatinya dan kebaikanya, Ia bekerja tidak mau diekspos jatidirinya dan tidak mau menonjolkan diri, pada hal di era milinial banyak orang bangga dengan ketika terekspos dan menjadi terkenal. Pada zaman now prulaku menjual keakuanya seolah-olah tanpa peran sertanya segala sesuatu tidak bisa berjalan sehingga pada ujung-ujungnya kesombongan yang sudah melekat pada dirinya. Hanya kerendahan hati yang menjadikan  ALLAH berkenan untuk dia seseorang menjadi alat ditangan-NYA untuk pekerjaan DIA