Rabu, 24 Oktober 2018

YESUS MENAMPAKAN DIRI DI DALAM INJIL YOHANES BAG. 11

KASIH ITU KONSISTEN
"Sesudah sarapan YESUS berkata kepada Simon Petrus: "Simom anak Yohanes, apakah engkau mengasihi AKU melebihi mereka ini?" Jawab Petrus kepadaNYA: "Benar TUHAN, ENGKAU tau bahwa aku mengasihi ENGKAU" Kata YESUS kepadanya "Gembalakanlah domba-dombaKU"

Kata Sarapan di sini mengacu pada dua hal yaitu berkaitan dengan waktu yaitu pagi hari dan berkaitan aktifitas yaitu makan pagi, tetapi di dalam peristiwa ini penulis kitab Yohanes tidak menjelaskan mengapa YESUS ingin berbicara pada Petrus pada pagi hari. Apakah DIA juga memang mencari momen yang tepat, dan pada pagi hari itu adalah mementum yang tepat untuk berkomunikasi dan membahas hal-hal yang sangat penting. Sebab pada pagi hari itu pikiran dan tenaga masih belum digunakan untuk melakukan aktifitas yang berat sehingga dan masih bisa berkonsentrasi penuh karena memang habis sarapan sehingga apa yang disampaikan-NYA pasti akan direkam Petrus dengan baik dan tidak mudah hilang dan selalu teringat terus dalam hidupnya.

Tetapi Hal diatas adalah bukan hal yang pokok atau yang utama sebab yang terpenting adalah pertanyaan YESUS: "Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi AKU lebih dari mereka ini?" Jawab Simon Petrus: "ENGKAU tau bahwa aku mengasihi ENGKAU"

Yang perlu dicermati di sini adalah pertanyaan-NYA yang menanyakan tentang seberapa besar kasih Simon kepada DIA melebihi mereka ini, pada hal dia adalah juga salah satu dari muridNYA yang  sudah barang tentu ia mengasihi DIA. Apakah IA meragukan kasihnya Petrus kepadaNYA sehingga muncul pertanyaan tersebut? IA hanya ingin mengetauhi kometmenya Simon, telah kita ketahui bersama bahwa,  mana kala KRISTUS dihakimi di istana Pilatus dia menyangkal sebanyak tiga kali sehingga wajar dan manusiawi apabila DIA menanyakan komitmenya, Untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan TUHAN membutuhkan kmitmen yang kuat sebab yang dihadapi adalah musuh yang sangat sulit untuk dikalahkan, Yang dihadapi itu adalah penguasa diudara, kerajaan angkasa, orang kuat yang bisa menyerupai malaekat terang, supaya mampu membedakanya ia harus penuh dengan  kuasa ROH KUDUS dan kuasa Firman-NYA. TUHAN menggambarkan para pengikut DIA itu seperti domba yang berada di tengah-tengah kawanan srigala. Itu alasan mengapa KRISTUS menayakan komitmen dan konsitenitas kasih Simon kepadaNYA. Sebab paska kenaikan diriNYA ke Surga tongkat estafet itu diserahkan kepada para murid dan salah satunya adalah Simon anak Yohanes. Untuk menjadi ujung tombak mengemban amanat agung KRISTUS supaya bumi penuh dengan kemuliaan ALLAH, untuk itu ia harus mempunyai komitmen dan kasih yang konsisten kepada DIA dan sesama karena tanpa hal itu semuanya sia-sia saja.

"Mengasihi AKU lebih dari mereka ini"
Apa yang dimaksud KRISTUS lebih dari mereka ini? Ada dua hal yang perlu digali sehingga bisa mengerti yang dimaksudkan-NYA yaitu Simon mengasihi KRISTUS melebihi dari murid yang lainya atau kasih yang dimiliki Simon KepadaNYA itu melebihi dari pengikut DIA yang lainya. Sebab yang bisa mengukur kasih itu hanya dirinya sendiri dan TUHAN yang lain jelas tidak bisa melakukanya. Oleh karena itu mengapa KRISTUS menanyakan  hal itu kepada Simon Petrus adalah sungguh tepat karena tanpa pertanyaan itu ia tidak tau esensi mengapa ia harus mengikuti DIA, dengan mengikutiNYA ia akan tau hak dan kewajibanya. Tanpa mengerti apa tujuan mengikut KRISTUS maka jelas tidak akan ada gunanya.

Tetapi kata: "Mengasihi AKU lebih dari mereka ini" juga bisa diartikan sebagai konsekwensi mengikuti DIA yang adalah memikul salib artinya harus berani keluar dari kenyamanan hidup di dunia ini. Sebab jika sudah mengikutiNYA siapapun sudah tidak boleh lagi menerima segala sesuatu dari dunia ini (kusasa kegelapan) dalam bentuk apapun karena selalu berkontradiktif dengan kehendak ROH. Yang dimaksud dengan kenyamanan hidup, adalah serba berkelebihan, apa yang dikehendaki tersedia dan apa yang diinginkan selalu ada. Dan orang yang tidak mau keluar dari rasa kenyamanan adalah orang yang individualistis (yang hanya mementingkan diri sendiri) dan golonganya saja, orang yang demikian jelas seseorang yang tidak bisa mengikut KRISTUS karena jelas mereka tidak sanggub memikul salib. Karena memikul salib bukan hal yang mudah karena memikul salib berarti penderitaan hidup di dunia sedangkan mengikuti kehendak dunia adalah mereka bebas memikirkan harta, tahta, pria atau wanita. Dan antara keduanya sudah ada garis demarkasinya sehingga tidak akan bisa menyatu dan kliru atau salah masuk.

Bagaimana dengan kita para pengkut KRISTUS di zaman ini, juka YESUS juga bertanya: "Apakah engkau mengasihi AKU lebih dari mereka ini?" Apakah yang akan menjadi jawaban kita? Hal itu tergantung diri kita masing-masing. Namun yang perlu diketaui di sini adalah bahwa kita tidak bisa basa basi (hati, pikiran, mulut dan tindakan tidak sama). Apabila sampai melakukan hal yang demikian celakalah kita.




Rabu, 17 Oktober 2018

YESUS MENAMPAKAN DIRI DI DALAM INJIL YOHANES BAG. 10

MELAYANI BUKAN DILAYANI
Kata YESUS kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah"

Tidak ada diantara para murid yang berani bertanya kepadaNYA, siapakah ENGKAU, sebab mereka tau bahwa IA adalah TUHAN, "Marilah dan sarapanlah" adalah kalimat kalimat ajakan dari YESUS kepada para murid yang baru saja selesai menjala ikan. Mereka tentunya sangat gembira dan campur heran karena dalam tempo yang singkat dijumpai peristiwa-peristiwa yang sangat luar biasa. Bagai mana tidak, semalaman menjala ikan tetapi tidak mendapatkan ikan satu ekor pun tentu sungguh sangat menyedihkan, namun ditengah kegelisahan dan kebingan itu tiba-tiba terdengar perintah: "Terbarkanlah jalamu ke kanan perau!" Selanjutnya hasilnya sungguh luar biasa karena jalanya penuh dengan ikan. Dan ketika sudah selesai dan naik kedarat lalu pulang tetapi mereka melihat YESUS mempersiapkan api arang  yang diatasnya ada ikan dan roti lalu DIA memanggil mereka dan berkata: "Marilah dan sarapanlah" Dalam hal ini IA sedang memberikan keteladanan tentang bagaimana seorang pemimpin yang mengayomi,rendah hati. Seorang pemimpin harus menjadi teladan bagi yang dipimpinya karena pada umumnya seorang pemimpin minta untuk dilayani oleh bawahanya bahkan ada yang cenderung menindas dan memperlakukan dengan sekehendak hatinya. Di sini YESUS mengajarkan  kepada para murid untuk menjadi pemimpin yang melayani bukan dilayani, itulah esensi kepemimpinan Kristen.

YESUS sejak memulai menjalankan kehendak BAPANYA IA selalu menerapkan sikap dan sifat melayani bukan minta dilayani, banyak sekali contoh sikap melayani dari DIA salah satunya dalam peristiwa di danau Tiberias ini. Apa yang dilakukan-NYA kepada para murid harus bisa menjadi motifasi, penggerak dan penyemangat bagi para pengikut KRISRTUS pada zaman ini untuk mengikuti jejak-jejakNYA  dan untuk selalu melayani serta peduli. Apapun profesinya, aktifitasnya apabila orientasinya adalah untuk melayani dan utuk hormat dan kemulyaan nama TUHAN maka hasilnya sungguh dasyat bagi pekerjaan DIA dan kemaslahatan bagi sesama. Namun sebaliknya jika semua aktifitas yang kita kerjakan orientasinya supaya kita dilihat orang baik, hebat, rajin dan lain sebagainya maka hal ini akan mengecewakan TUHAN.

Tidak ada diantara para murid itu yang berani bertanya kepadaNYA, "Siapakah ENGKAU?"
Oleh karena sudah tau siapa KRISTUS sebenarnya sehingga diantara mereka tidak ada yang bertanya sebab rangkaian kerja-kerja yang YESUS lakukan di danau Tiberias menjadikan iman mereka menjadi teguh. Karena merasa nyaman,aman tentram sebab TUHAN ada di tengah tengah dan tidak seperti biasanya yang selalu bertanya dan selalu ragu-ragu terhadap DIA ketika menampakan diri kepada mereka baik secara pribadi maupun kelompok.

Hal hal yang venomenal dan sepektakuler IA tunjukan di pantai danau Tiberias dengan memerintahkan mereka untuk menebarkan jala kembali, walaupun secara akal sehat manusia tidak mungkin untuk melakukanya karena:
- Mereka sudah kelelahan sebab semalaman sudah menebarkan jala tetapi tidak mendapatkan ikan satupun. - Hari sudah hampir siang - Hasil dari menebarkan jala atas perintah YESUS yang diperoleh sungguh sangat memuaskan karena jala penuh dengan ikan.

Apabila ALLAH hadir maka kedamaian, kesejahteraan  dan keberhasilan akan melingkupi dan selalu menyatu seperti para murid saat mencari ikan di danau Tiberias mendapatkan hasil yang melimpah di dalam kerjanya. Demikian juga dengan kita para pengikut KRISTUS ketika melakukan kerja-kerja apapun jika DIA hadir di tengah-tengah kita semua pekerjaan akan dibuat berhasil.

"YESUS maju ke depan dan mengambil roti dan memberikanya kepada mereka demikian juga ikan itu"

Setelah dipanggang atau dibakar diatas api arang  YESUS sendiri yang maju memberikan roti dan ikan kepada para muridNYA. Kata YESUS: "Maju ke depan mengambil roti" Yang menjadi pertanyaan, apakah DIA juga terlebih dahulu mendoakan dan memberkatinya. Doa dan berkat terhadap makanan itu sudah menjadi gaya hidupNYA, apa lagi IA makan bersama dengan sebagian para murid, sebab apa yang dilakukan YESUS bukan hanya sekedar makan lalu kenyang tetapi mempunyai nilai yang luar biasa besar karena disertai dengan berbagai Visi dan Misi  salah satunya memberikan keteladanan dan pengajaran, baik kepada para murid saat itu maupun pengikutnya di masa yang akan datang termasuk generasi kita saat ini.

Memberkati dan mendoakan orang lain harus menjadi gaya hidup dan budaya kita para pengikut KRISTUS  sehingga mampu membawa dampak yang luar biasa dalam kehidupan sehari- hari, sebab dengan doa dan berkat kasih dan kebersamaan akan selalu terjaga.

Selasa, 09 Oktober 2018

YESUS MENAMPAKAN DIRI DI DALAM INJIL YOHANES BAG 9

HIDUP HARUS SEIMBANG
"Ketika mereka tiba di darat mereka melihat api arang dan diatasnya ada ikan dan roti"

Setelah mereka selesai menarik ikan dan menaruhnya di beberapa perau yang ada segeralah naik ke darat, namun mereka melihat api arang yang diatasnya ada roti dan ikan, Itu adalah makanan dan lauknya, yang menjadi pertanyaan mendasar adalah: Mengapa YESUS telah menyalakan api arang yang diatasnya ada roti dan ikan? Bawasanya DIA tau apa yang terjadi dengan murid-muridNYA. Semalaman mereka telah menjala ikan namun hasilnya sangat mengecewakan, namun ketika mereka  menebarkan jala pada pagi menjelang siang yang diperintahkan TUHAN, Walaupun mereka sangat lelah tetapi karena di dalam jala penuh dengan ikan tentunya lelahnya menjadi hilang dan semangatnya kembali muncul seketika itu juga. Di sini DIA ingin menunjukan keALLAHANNYA lagi dengan membuat para murid berhasi dalam menjala ikan karena IA sangat tau apa yang mereka butuhkan saat itu.

Namun yang terpenting dari YESUS adalah ketika DIA sudah mempersiapkan api arang yang diatasnya sudah ada ikan dan roti, hal ini harus dapat dimaknai lebih dari sekedar lapar lalu makan tetapi IA ingin menunjukan bahwa harus ada yang namanya keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani. Ikan dan roti adalah salah satu kesatuan proses yang harus dilewati oleh setiap manusia sebab roti adalah makanan pokok di Israel, karena tidak beragi sehingga tidak ada rasanya sama sekali (tawar) oleh karena itu membutuhkan ikan sebagai lauk untuk menambah rasa pada roti tersebut. Sedangkan api fungsinya untuk membakar atau memasak roti dan ikan supaya menjadi makanan yang bisa dimakan karena roti berasal dari gandum supaya menjadi roti harus dimasak dengan api demikian juga dengan ikan supaya ikanya matang harus di bakar atau digoreng bahkan di buaat masakan yang lainya.

Segala sesuatu itu butuh proses dan manusia harus berproses dengan berbagai hal, karena berproses itu membutuhkan semangat atau motifasi baik dari TUHAN lewat Firman-NYA, dirinya sendiri maupun orang lain. Api adalah gambaran dari semangat, motifasi yang menyala-nyala. Bagi para pengikut KRISTUS kita dipanggil untuk mengenakan situasi di bumi ini karena dosa yang di mulai sejak manusia Adam dan Hawa, bumi ini tidak nyaman untuk di huni.

Tentang roti dan ikan IA juga ingin menggambarkan bahwa DIA adalah roti hidup, apabila manusia makan roti tersebut maka mereka tidak akan merasakan kelaparan lagi. Roti juga gambaran dari tubuh KRISTUS yang penuh dengan luka cambuk dan luka aniaya yang dilakukan oleh serdadu Pilatus dan petinggi agama Yahudi. Roti dan ikan yang dibakar di api arang, DIA ingin menjadikan teladan bagi mereka supaya mereka melakukan hal yang sama untuk mengingat kesengsaraan dan penderitaan-NYA di kayu salib dalam rangka menyelamatkan dosa manusia.

Kata YESUS kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan yang baru kamu tangkap itu"
Ayat ini menegaskan bahwa IA ingin perjamuan ini selalu dilakukan setiap saat bukan hanya untuk mengingat diriNYA tetapi juga sebagai sarana untuk keakrapan atau mengakrapkan pengikut KRISTUS yang satu dengan yang lainya, hamba TUHAN satu dengan yang lainya bahkan antara kita dengan sesama termasuk mereka yang belum mengenal DIA sekalipun. Roti dan ikan bisa menjadi alat komunikasi dengan sesama dalam rangka koordinasi untuk pekerjaan TUHAN dan sarana saling menguatkan iman kita masing-masing dalam persekutuan-persekutuan dan kegiatan kegerejaan yang lainya. Sebab pertemuan dan perjamuan juga merupakan bentuk bentuk kasih antar sesama, sehingga perjamuan itu juga bisa dimaknai hubungan horisontal maupun vertikal. Ucapan syukur atas berkatNYA yang diberikan untuk menyatakan kasih kepada orang lain.  Kata "Bawalah  beberapa ikan yang baru kamu tangkap," Hal itu menunjukan bahwa IA ingin mereka hanya makan secukupnya saja sesuai dengan kebutuhan dan bisa menjadi alat  mengajarkan kepada kita umatNYA untuk tidak srakah terhap makanan dan harus berbagi kepada yang lain yang membutuhkan. Hasil tangkapan ikan yang lain untuk kebutuhan keluarga.Kata bawalah beberapa ikan yang baru kamu tangkap" IA ingin menegaskan bahwa sebagai pengikut KRISTUS jangan serakah dan makan secukupnya saja sesuai dengan kebutuhan, DIA mengajarkan untuk hidup sederhana sedangkan hasil tangkapan yang lain untuk berbagi kepada yang lain atau untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

"Simon Petrus naik ke perau lalu menghela jala itu ke darat penuh dengan ikan besar seratus lima puluh tiga banyaknya, sungguhpun ikan itu sebanyak itu ikan itu tidak koyak" Hal itu yang disebut luar biasa yang sulit dipahami oleh logika manusia. Sebab hanya kerja-kerja ALLAH yang sanggup melakukan segala sesuatu yang demikian. Oleh karenanya sangat wajar apabila para murid menjadi heran dan semakin mantap menyerahkan hidup dan pengharapan mereka kepada KRISTUS. JIka tidak kuasaNYA yang bekerja sebab hanya YESUS yang sanggup melakukanya.

Bagaimana dengan kita saat ini, iman kita menjadi semakin kuat, karena YESUS dari dahulu sekang dan selamanya tidak akan pernah akan berubah dan apa yang pernah dilakukan pasti akan terjadi dan digenapinya. Bahkan DIA berkata jika ada iman sebesar biji sesawi ia dapat memindahkan gunung, yang menjadi pertanyaan, masih adakah iman di bumi ini, sekarang yang bisa menjawab adalah kita sebagagai pengikut KRISTUS.

Kamis, 27 September 2018

YESUS MENAMPAKAN DIRI DI DALAM INJIL YOHANES BAG 8

KERJA-KERJA IMAN TIDAK AKAN MENGKIANATI HASIL

"Ketika hari mulai siang YESUS berdiri di pantai akan tetapi murid-murid itu iru tidak tau bahwa itu adalah YESUS; kata YESUS kepada mereka: Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk pauk?"

Kata hari mulai siang, menjadi penanda bahwa matahari telah memberikan sinarnya kepada seisi bumi ini dan seketika itu juga manusia dari berbagai lapisan masyarakat mulai melakukan aktifitasnya masing-masing dengan berbagai jenis pekerjaan. Dalam perikup ini ketika hari mulai siang beberapa murid YESUS mengakiri aktifitasnya mencari ikan walaupun tidak membawa ikan satupun dan itu sangat mengecewakan.

"Ketika hari mulai siang, YESUS berdiri di pantai, para murid itu tidak tau" Yang menjadi pertanyaan, mengapa mereka tidak tau keberadaan-NYA di pantai? Apakah posisiNYA DIA berdiri letaknya terlalu jauh dengan perau-perau para murid atau karena pikiran mereka tidak fokus karena: Lelah - lapar -  dan kesal karna tidak mendapatkan ikan satupun dan - mungkin pusing memikirkan keluarga mereka nanti tidak ada yang dimakan karena gagal menangkap ikan. Karena kesal, lapar, lelah secara fisik secara otomatis mendera mereka karena sepanjang malam mencari ikan tanpa henti dan tidak mendapatkan hasil sehingga manusiawi apabila mereka kehilangan fokus dan tidak bisa melihat keberadaan YESUS sebab yang mereka pikirkan itu bukan diri mereka sendiri tetapi juga keluarga mereka yang ada di rumah. Karena mencari ikan telah menjadi andalan dalam hidup mereka sebagai seorang nelayan untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Tetapi yang terpenting atau yang paling pokok bukan karena mereka tidak melihat kehadiran YESUS di situ tetapi bagaimana DIA peduli dengan mengatakan: "Hai anak-anak adakakah kamu mempunyai lauk pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." yang menarik disini mengapa IA memulai pertanyaan tentang lauk pauk, apa maksud dari perkataan itu? Karena DIA tau yang mereka butuhkan saat ini yaitu ikan sebab mereka tidak mendapatkan ikan satupun sepanjanng malam menebarkan jalanya. Kata lauk pauk tidak dapat dipisahkan dari kata makan dan makan merupakan kebutuhan pokok hidup manusia sebab tanpa hal itu makluk hidup termasuk manusia akan mengalami kematian. Lauk itu adalah yang membuat makanan menjadi enak atau menambah selera makan. Oleh karena itu jika hanya makan roti tidak beragi (atau tawar)maka makan tidak akan terasa nikmat dan semangat untuk menyantabnya menjadi berkurang, Pada saat itu tentunya para murid merasakan lapar karena baru selesai bekerja sepanjang malam. Sebagai ALLAH IA tahu mereka tidak mendapatkan ikan satu pun maka sudah wajar jika DIA mengawali pembicaraan dengan membahas lauk pauk.

Kata lauk pauk juga berbicara kebutuhan jangka pendek baik dirinya sendiri maupun kebutuhan keluarga, oleh karena itu ketika ditanya "Adakah kamu mempunyai lauk pauk?", mereka menjawab "Tidak ada," sebab memang realitanya tidak ada ikan satupun yang mereka dapat semalaman. Maka kata YESUS kepada mereka: "Taburkanlah jalamu disebelah kanan perau, maka akan kamu peroleh." Kalimat itu adalah bentuk perintah dari YESUS kepada sebagian muridNYA pada pagi menjelang siang hari. Walaupun perintah itu secara akal sehat tidak lazim tetapi di tengah-tengah rasa prustasi mereka melakukan juga. Menjala ikan pada malam hari saja gagal, apa lagi siang hari pasti tidak mendapatkan ikan satupun. Saat DIA memerintahkan menebarkan jala, hari sudah menjelang siang tentu situasi kondisinya sudah berbeda baik kondisi alam maupun teknis yang lainya. Kondisi tubuh yang lelah karena semalaman tidak berhasil mendapatkan ikan satupun,

Apa yang dikatakan YESUS memang melawan kebiasaan mencari ikan dan berkontradiktif dengan alam, sebab pada pagi hingga siang hari cuaca sering tidak bersahabat bagi nelayan untuk mencari ikan. Menurut logika manusia pada umumnya, menebar jala pada malam hari, Pada malam itu mereka tidak dapat ikan satupun apa lagi jala ditebar pada pagi menjelang siang hari pasti hasilnya sama seperti malam hari yaitu tidak dapat ikan. Tetapi bagaiman  respon para murid dengan perintah tersebut? Lalu mereka menebarkan jalanya sesuai dengan perintah yaitu menebar jala di sebelah kanan perau. Lalu bagaimana hasilnya? Hasilnya sangat luar biasa sehingga mereka tidak dapat menariknya lagi karena terlalu banyaknya ikan yang di dapat,

Maka murid yang dikasihi YESUS ini berkata kepada Petrus: " Itu TUHAN" Ketika murid-muridNYA yang mencari ikan menebarkan jala sesuai dengan perintah maka ada kejadian luar biasa karena di dalam jala penuh sekali dengan ikan hasil tangkapan sampai mereka tidak sanggup menariknya. Apa reaksi para murid yang dikasihiNYA berkata: "Itu TUHAN." Yang sangat reaktif adalah Petrus : "Makas ia langsung  berpakaian lalu terjun ke dalam danau yang kira dalamnya 200 hasta. Dengan kata lain ternyata kehadiran KRISTUS di pantai Galilea tidak mereka ketaui termasuk ketika DIA berkata: "Hai anak-anak adakah kamu mempunyai lauk," Apa yang menyebabkan ketidak tauan mereka atas kedatangan-NYA di pantai tersebut karena posisi DIA dengan prau mereka agak jauh atau terhala pepohonan, karena di dalam Alkitab tidak ada keterangan sedikitpun tentang hal itu.

Apakah mereka mau melakukan perintah untuk menerbarkan jala di sebelah kanan perau karena iman mereka? sebab mereka sudah percaya bahwa YESUS itu TUHAN atau karena prustasi yang disebabkan semalaman tidak mendapatkan hasil sehingga coba-coba. Yang dilakukan oleh para murid adalah tindakan iman (kerja-kerja iman) bukan karena kebetulan. Segala sesuatu apabila dikerjakan dengan iman yang kuat kepada AALAH maka iman tidak akan mengkianati hasil, bahkan apa yang diperoleh diluar ekspektasi mereka sebelumnya sebab setelah jala ditebarkan disebelah kanan perau jalanya penuh dengan ikan. Perau pertama sampai tidak muat dan ditambah dengan perau ke dua dan mungkin ketiga.

Siapa yang tau pertama kali dan menyuruh untuk menerbarkan jala di sebelah kanan perau ialah TUHAN dan dia adalah murid yang dikasihinya yang bernama Yohanes yang mengatakan "Itu TUHAN," apa respon para murid yang lain?
"Simon Petrus segera berpakaian lalu terjun ke danau membantu untuk menarik ikan," Mengapa harus turun ke dalam danau dan tidak ditarik saja dari atas perau, Apabila jala ditarik dari atas sementara penuh dengan ikan jala bisa putus karena jalanya penuh ikan. Peraunya tidak muat karena banyak dan ikan yang besar itu di tambah para murid sehingga harus membawa dua sampai tiga perau.

Kata " Itu TUHAN"  yang disampaikan oleh Yohanes itu semakin meyakinkan atau memantapkan  iman mereka kepada KRISTUS bahwa DIA adalah TUHAN dan menyerahkan  hidup serta pengharapan kepadaNYA itu tidak salah. DIA telah menunjukan KEALLAHANNYA kepada mereka dengan membuat mereka berhasil dalam mencari ikan yang melebihi ekspektasi karena penebarkan jala yang mereka lakukan itu tidak lazim, sebab menjala ikan itu dilaksanakan pada sore hingga malam bahkan hingga pagi hari. Hal ini hanya ingin menegaskan bahwa kuasaNYA tidak dibatasi ruang dan waktu baik di udara, darat dan laut, oleh karena itu kata itu TUHAN menjadi suntikan motifasi. Bagi para murid untuk bekerja manarik ikan yang telah di dapatkanya dengan hasil yang melimpah. Disamping itu mereka juga menunjukan semangat untuk bertemu dengan TUHAN YESUS dengan tidak ada keragu-raguan dalam hidup sebab mereka telah percaya kebangkitan-NYA

Rabu, 26 September 2018

YESUS MENAMPAKAN DIRI DI DALAM INJIL YOHANES BAG. 7

YESUS PEMBERI KEPASTIAN HIDUP
Kata Mereka kepadaNYA: "Kami pergi juga dengan engkau, mereka berangkat lalu naik perau tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa"

Sekalipun mereka adalah seorang pakar dalam menjala ikan tetapi juga bisa mengalami kegagalan di dalam melakukan penangkapan terbukti semalaman tidak mendapatkan satupun ikan yang bisa dibawa pulang. Karena sudah pagi mereka memutuskan untuk kembali ke darat walaupun dengan tangan hampa. Dengan kegagalan menjala ikan malam itu tentunya juga akan berpengaruh kepada keluarga mereka masing-masing minimal pada hari itu sampai dengan mereka melaut kembali. Sebab sebagai seorang nelayan yang taraf hidup menengah ke bawah, tentunya pendapatan hari itu hanya cukup untuk hari itu juga kalau lebih hanya cukup satu sampai dua hari ke depan. Sebagai seorang nelayan memang demikian cara mereka berekonomi, jika mereka pulang tidak membawa tangkapan ikan secara otomatis mereka tidak membawa penghasilan dan kalau bisa mereka harus mencari cara lain untuk makan hari itu, dengan kata lain, kegagalan mencari ikan akan sangat berpengruh dalam keluarga.

Sebagai seorang nelayan jika gagal menangkap ikan baik itu karena cuaca ataupun karena  perkara yang lain sehingga gagal mendapatkan ikan sudah barang tentu akan sangat mempengaruhi kehidupan keluarga sebab mereka butuh makan, sebab jika tidak makan akan kelaparan lalu sakit,ujungnya pada kematian. Oleh karena itu nelayan yang menggunakan peralatan tradisional digolongkan ke dalam setatus sosial menengah ke bawah sebab pendapatanya sangat minim dan hanya cukup untuk makan hari itu juga dan tidak ada tabungan atau tunjangan hari tua apabila mereka sudah tidak sanggup mencari ikan. Dan hidup mereka ada dalam ketidak pastian sebab hidup mereka hanya menggantungkan sebrapa ikan yang di dapat hari itu, jika mendapatkan banyak ikan mereka membawa hasil banyak, jika sedikit apa lagi tidak mendapatkan apa-apa sungguh memprihatinkan. Ketidak pastian sebagai seorang nelayan secara lebih luas dapat menjadi gambaran bahwa manusia berdosa itu juga berada dalam ketidak pastian sebab hidupnya tidak ada yang menjamin. Berarti mereka tidak dapat keluar dari jeratan dosa yang telah mendarah daging dalam kehidupan manusia. Itulah pentingnya mengapa YESUS datang ke dalam Dunia yaitu untuk memberikan kepastian hidup bagi setiap orang yang percaya dan mengaku bahwa YESUS adalah TUHAN dan juru selamat

Senin, 17 September 2018

YESUS MENAMPAKAN DIRI DI DALAM INJIL YOHANES BAG. 6

Kedua belas murid YESUS itu tidak satu macam pekerjaan saja tetapi banyak provesi, salah satunya adalah sebagai nelayan, sehingga wajar apabila malam itu mereka melakukan pekerjaanya yaitu melaut (mencari ikan di laut). Murid-muridnya saat itu yang berangkat melaut adalah sebagai berikut: "Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zibidius dan dua muridNYA yang lainya," Mereka menjala ikan di pantai Danau Tiberias."

Danau Tiberias juga disebut danau Gnazaret atau dalam Perjanjian Lama danau Kineret, terletak di dataran tinggi dan danau air tawar terbesar di Israel karena mempunyai luas 166 km2 (6450 mm), kedalamanya 43 m (141 kaki). Terletak 211.13.15 meter dibawah permukaan laut. Danau ini adalah danau air tawar terendah di dunia dan danau terendah ke dua setelah laut mati yang merupakan danau air asin. Danau ini dialiri dari sebagian dari mata air bawah tanah meskipun sumber utamanya juga sungai Yordan yang mengalir melaluhinya ke selatan.

Sebagai daerah pantai tentunya danau Tiberias sebagai tempat perdagangan yang setrategis disamping itu sebagai transito dari berbagai bangsa yang ingin menuju wilayah Israel dengan berbagai motif. Sebagai daerah yang sangat setrategis jika dilihat dari sisi sosial ekonomi sangat menguntungkan tetapi jika dilihat dari sosial budaya dan agama bisa juga merugikan sebab budaya dan agama dari luar masuk mempengaruhi bangsa Israel tetapi positivnya pemberitaan Injil juga sangat mudah karena mereka yang dari luar sudah masuk dan berinteraksi. Sebab di dalam berinteraksi itu mempengaruhi dan dipengaruhi itu sudah wajar, sekarang tinggal bagaimana dengan kekuatan iman dan mental. Yang menjadi pertanyaan, apakah hal diatas juga akan mempengaruhi religiusitas bangsa Israel, suka tidak suka Danau Tiberias sebagai tempat transit manusia dari berbagai belahan dunia pasti akan mempengaruhi dan menggerus wilayah keagamaan atau imanya kepada TUHAN.

Sekarang bagaimana dengan kita umat pilihan ALLAH, kita harus sadar dan waspada bahwa iman kita juga bisa tergerus seandainya kita tidak intensifkan persekutuan dengan-NYA dan meminta ROH KUDUS membentengi iman dan percaya kita kepada KRISTUS. Disini kata kuncinya adalah mengintensifkan bersekutu dengan TUHAN dan saudara seiman sehingga dengan demikian kita akan bisa bertahan menghadapi tawaran dunia yang penuh dengan keindahan (sosial budaya dan ekonomi) yang menerpa kita. Maka dari itu hanya dengan ROH KUDUS dan Firman  yang menyanggupkan kita pengikut KRISTUS bisa bertahan dan tidak tergoyahkan serta tidak terpengaruh tekanan yang dari luar.

"Dipantai itu berkumpul Simon Pertrus, Tomas disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang yang lain"
Berprofesi sebagai nelayan yang menggunakan jala yang tidak akan bisa bekerja sendiri saat jala yang penuh dengan ikan, maka dengan mengakat jala untuk menarik ikan ke perahu. Profesi sebagai Nelayan mengajarkan kita bekerja sama dengan kebersamaan itu juga bisa mengangkat ekonomi sosial budaya. Kebersamaan dan kerja-sama diantara mereka dan melakukan aktifitas adalah tanda kasih. Kerja-sama dalam hal pekerjaan menjala ikan diantara murid adalah modal dasar di dalam pekerjaan TUHAN, DIA mendidik kerja-sama para murid dari hal-hal yang kecil jika pekerjaan yang dibebankan kepadanya mampu dikerjakan dengan baik maka akan meningkat pekerjaan yang lebih besar.

Sebelum Musa seberi tanggung-jawab tugas sebagai seorang pemimpin besar di Israel ALLAH mendidiknya dengan terlebih dahulu menjadi seorang gembala yang menggembalakan kambing domba milik mertuanya imam Yetro. Dari sinilah ia belajar banyak hal seperti bagaimana dia melindungi dari mara bahaya yang mengintai baik dari pencurian, perampasan dan binatang buas seperti srigala dan yang lainya. Dalam pendidikan tersebut bukan hanya masalah fisik tetapi juga mental dan sepiritual karena mertuanya mendidik begitu keras sehingga pada saat menerima tugas sebagai pemimpin Musa sudah siap.

Pendidikan jasmani dan rohani menjadikanya seorang pribadi yang dewasa dalam berpikir dan bertindak sehingga ia mampu menjadi teladan.Begitu juga dengan kita para murid dan pengikut KRISTUS, dengan pendidikan jasmani rohani yang baik maka hasilnya akan baik pula. Apa lagi pendidikan kerohanian (iman) jika dikerjakan dengan baik maka kedewasaan rohani (iman yang kokoh) kepada YESUS dan mengaku DIA adalah TUHAN dan juru selamat dalam kehidupan sehari hari.

Rabu, 12 September 2018

YESUS MENAMPAKAN DIRI DI DALAM INJIL YOHANES BAG. 5

"Memang masih banyak tanda lain yang dibuat YESUS di depan mata murid-muridNYA yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi yang tercantum di sini telah tercatat supaya supaya kamu percaya bahwa YESUSlah MESIAS ANAK ALLAH supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namaNYA"

Ayat ini menunjukan dua hal yaitu keterbatasan manusia dalam berbagai hal termasuk dalam menulis (mencatat), sebab dari kelahiran sampai dengan kematian dan kebangkitan-NYA dalam sehari-harinya selalu melakukan aktifitas baik pribadi maupun bersama-sama dengan para murid dan bersama-sama dengan masyarakat Israel. Dan apa yang selalu diperbuat YESUS itu selalu benar dan bisa menjadi teladan bagi para murid dan pengikutNYA. Hal ini yang membedakan kemanusiaan KRISTUS dengan yang lainya, karena IA selalu melakukan segala sesuatu sesuai dengan  keinginan ROH KUDUS sedangkan manusia yang lain melakukan segala sesuatu selalu dipengaruhi oleh keinginan daging. Inilah perbedaan yang sangat pokok antara keinginan ROH dan keinginan daging saling berkontradiktif, selama manusia masih dipengaruhi oleh keinginan daging maka kelemahan-demi kelemahan akan terbuka dan terlihat dengan sendirinya.

Walaupun telah terlihat di depan mata mereka namun masih banyak yang tidak bisa ditulis dan tercatat, hal diatas hanya salah satu yang membedakan antara ALLAH dan manusia, Manusia mempunyai ingatan yang tidak sempurna sebab daging itu lemah sedangkan ROH itu kuat. Walaupun manusia banyak keterbatasan DIA tetap memakainya untuk menjadi alat untuk melakukan pencatatan (menulis), sekalipun pendidikan mereka rendah. Sebagai manusia sedikit banyak dipengaruhi sobyektifitas pribadi, contoh Injil Matius ditulis oleh Matius dan diperuntukan untuk siapa catatan tersebut. Injil Matius ditulis oleh matan pemungut cukai (penagih pajak) zaman itu yang bernama Matius dan juga salah satu dari ke dua belas murid YESUS.

Sebagai seorang pemungut cukai tentunya dia adalah seorang yang sangat teliti dan juga berpengetauan, bahkan seorang pemungut cukai adalah pribadi yang tahan banting. Sebab pada waktu itu pemungut cukai adalah pekerjaan yang paling dibenci oleh masyarakat Israel karena:
1, Pajak tersebut untuk bangsa Romawi, bangsa yang selama ini menjajah mereka
2. Cara menariknya pun sering kali menggunakan cara-cara yang kejam dan kasar
3. Mereka juga suka menarik pajak melibihi dari jumlah yang sudah ditentukan
Dengan kata lain bahwa pemungut cukai adalah orang orang yang disebut sampah masyarakat dan hidup mereka dijauhi masyarakat karena dianggap pengkianat bangsa.

Seorang Pemungut cukai juga mempunyai pengetauan yang luas sehingga bisa diterima sebagai pwmungut cukai, itulah mengapa setelah mereka menjadi murid YESUS dan bertobat ia dikekendaki untuk menulis kitab. Yang paling pokok bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa kehadiran orang lain dan manusia juga tidak sanggup menyelamatkan diri dari belenggu dosa (iblis) maka dari itu mereka sangat butuh ALLAH dalam hidupnya.

"Tetapi yang tercantum di sini telah tercatat supaya kamu percaya bahwa YESUSlah MESIAS ANAK ALLAH dan supaya oleh imanmu memperoleh hidup dalam namaNYA."
Kata pencatatan adalah menulis apa yang telah ditulis orang lain atau diucapkan orang lain, sedangkan matius seorang mantan pemungut cukai mencatat apa yang telah dikatakan oleh YESUS. Supaya dengan catatan-catatan itu menjadi suatu peringatan atau pengingat bahwa pristiwa yang dialami oleh KRISTUS itu semuanya benar dan menjadikan banyak orang percaya bahwa DIA adalah MESIAS ANAK ALLAH. Sebab iman adalah bagian yang sangat vital bagi kehidupan sepiritualitas manusia. Dicatatnya setiap peristiwa yang bisa dilihat oleh mereka yang dikususkan oleh TUHAN untuk menuliskan apa yang telah mereka dengar dan lihat dengan tujuan supaya percaya bahwa YESUS adalah MESIAS yang telah dijanjikan dalam Perjanjian Lama.

Dengan tercatatnya semua peristiwa menjadikan semua orang berdosa menjadi percaya baik di masa lalu, sekarang maupun yang akan datang dari generasi ke generasi.Tujuan pencatatan ini adalah sebagai dokumen bagi generasi yang akan datang supaya mereka yang hidup setelah YESUS hidup bisa mempelajari dan menjadi percaya. Catatan itu juga berfungsi mengingatkan dan menguatkan iman dan percaya kepada KRISTUS sebagai TUHAN dan juru selamat. Dengan catatan tersebut manusia dikuatkan dalam iman kepada KRISTUS, catatan-catatan itu sangat berbeda dengan yang buku-buku pada umumnya, sebab catatan itu berasal dari ilham dan wahyu dari ALLAH sendiri sehingga apabila didengar,dibaca dan dilaksanakan mendapatkan kebahagiaan yang sejati. Catatan-catatan itu berkuasa dan sanggup mengubah setiap hati dan menguatkan iman karena mampu menjadi pelita bagi kaki kita melewati kehidupan ini.